Tak apa, jika makhluk bumi tidak banyak mengenalmu. Tapi, buatlah makhluk langit mengenal dan merindukanmu.
(12 September 2019, 6.55am)

seen from United States
seen from United States
seen from Honduras
seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from Poland

seen from Paraguay
seen from United States
seen from Argentina
seen from Venezuela

seen from Yemen

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Kenya
seen from China
seen from T1
seen from Türkiye

seen from United States
Tak apa, jika makhluk bumi tidak banyak mengenalmu. Tapi, buatlah makhluk langit mengenal dan merindukanmu.
(12 September 2019, 6.55am)
Jika kita tidak dikenal banyak orang, maka buatlah tulisan kita dikenal banyak orang.
(12 September 2019, 6.53am)
Adakalanya saat hati sedih inginnya melihat laut dan langit
Namun, dikemudian cukup mendengar riang tawa dan melihat senyum seseorang yg sangat tulus tanpa banyak menuntut
Memberi tanpa pamrih
Memberi bukan untuk mengambil hati
Nanti..
Dialah yg mengajarkan makna yg selama ini menjadi rahasia yg belum tersingkap dari semesta
(22 September 2021, 5.53 pm)
Hadiah paling berharga di dunia adalah hidup di masa kini, belajar dari masa lalu, dan merencanakan masa depan.
Hye Jun : Saat mencintai seorang wanita kau akan menemukan keajaiban.
Jeong Ha : Saat mencintai seorang pria, aku ingin menjadi orang yang lebih baik.
Jika kau fokus saat mengerjakan sesuatu, artinya kau tak bimbang dan bahagia. -Ahn Jeong Ha
"Kak, hidup itu lucu ya.."
"Hah, gimananya yang lucu?"
"Ya, ada yang kabarnya kunanti ada juga yang menanti kabarku."
"Hm, ibaratnya dalam drama yang sering kutonton tuh, kakak kayak secondlead sekaligus mainlead dalam satu drama."
"Eh, maksudnya gimana tuh?"
"Ya, dalam satu sisi kakak itu mainlead alias orang yang dituju, ditunggu, ditemenin, diperjuangin, sisi lain sebagai secondlead adalah orang yang dipihak menanti, nemenin mainlead dengan tulus, membantu sebisa yang diberi, dan merjuangin dengan sabar ikhlas dan tawakkal"
"Hahah, hidup bisa semenarik ini ya, bagai koin yang memiliki dua sisi. Setiap sisinya memiliki cerita yang berbeda."
"Tapi, setiap itu memiliki makna."
Kadang takdir Tuhan itu ya begitu, tinggal kitanya yang harus pinter-pinter memainkan peran pada berbagai posisi.
(30 September 2020, 7.07 pm)
Seorang teman bertanya bagaimana perihal tulisan yang berisi tentang kegiatan yang terbagi menjadi dua bentuk skala, yakni "prioritas" dan "bukan prioritas".
Membedah kegiatan harian bahkan pada hal-hal kecil, bagi sebagian orang sepertinya tidak perlu, ada yang berpikir "buat apa sih ribetin diri pakek nge-list agenda harian, yaudah ngalir aja". Ya, istilahnya "Let It Flow" aja kali ya. Tapi, ga gini juga untuk seterusnya. Kita manusia boleh berencana dan mengusahakan yang terbaik dalam amalan harian supaya lebih tertata dan pasti target harian pun lebih bisa mendisiplinkan diri plus menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan dengan minim manfaat.
Teringat seseorang pernah berkata :
"Dan aku sepakat sih soal nge-list skala prioritas, sepahamku dari penyampaian ustadz Adi, usahakan rencana agenda kita setiap hari kita ajukan ke Allah di setiap sholat shubuh. Jadi, setiap sholat kita itu punya cerita yg akan disampaikan ke Allah. Salah satunya pas sholat shubuh, ibaratnya kita itu lagi ngajuin proposal kegiatan harian.
Disitu kita minta supaya agendanya dimudahkan diberkahi + dihindarkan dari maksiat dan hal-hal lain yg tidak bermanfaat.
Usahakan setiap sholat kita membawa minimal 1 cerita sebagai bentuk pendekatan kita terhadap Rabbul 'alamiin. Bukankah Allah suka pada hamba yg merengek dan menggantungkan segala asa sebab Allah lah tempat bergantung? Bahkan pada hal mengikat tali sepatu."
Kalimat yang seringkali disebut oleh seorang murobbiyah yang dirinya tidak ingin disebut sebagai murobbi, karena ia beranggapan "Kita adalah murobbi untuk diri kita sendiri, kewajiban mentarbiyah bukan dari oranglain atau menjadikan murobbi sebagai satu-satunya mediator dalam mentarbiyah diri. Bukan, karena sesungguhnya kita sendiri lah yang wajib mentarbiyah diri sebelum menjadikan oranglain sebagai mediator bertaqarrub pada Ilahi".
(30 September 2020, 05.00am)