seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from China
seen from South Korea
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Russia

seen from United Kingdom

seen from Italy

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Australia

seen from United States
seen from United States

seen from Russia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
Dalam perjalanan pulang menuju barat ibu kota. Pada saat senja yang menghantarkan hari kepada malam. Rentang waktu yang singkat, namun terasa sangat panjang karena penuh sesak. . Kepada setiap jiwa yang lelah dalam mencari rezeki yang halal, semoga Allah akan menggantinya dengan pahala. . “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573) . 01.10.2020 #skyabovePDZ (at Jakarta, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CFzoU7aAlDRynhhmTEUd54XlMtSxUDPVn3alPw0/?igshid=txc6i1jwj5e8
Langit sedang biru, awan sedang putih. Namun kita seakan terperangkap dalam ruangan yang pengap dan sesak. Semoga Allah senantiasa melapangkan hati dari setiap kita. #skyabovePDZ https://www.instagram.com/p/CEQdeRRAxH-jX4iX5nQx0jsGVxEPgBIsj3jEWs0/?igshid=8bb0xjybeahb
Allah Ta’ala tidak akan mencabut nyawa kita kecuali Allah telah menyempurnakan bagian rizki untuk kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan sahih oleh Syaikh Al Albani) . Allah Ta’ala berfirman, فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Apabila shalat telah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 10) . Allah Ta’ala juga berfirman, هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk [67]: 15) . Inilah hakikat tawakkal. Karena tawakkal adalah kita bersandar kepada Allah Ta’ala dengan penuh kepercayaan kepada-Nya untuk meraih apa yang kita cari dan menolak apa yang kita benci disertai dengan mengambil sebab-sebab yang diizinkan oleh syariat. (Lihat Al-Qaulul Mufiid, 2: 87) . Sumber : muslim.or.id #ntms #skyabovePDZ Penanda jejak, 10.05 PM 07.08.20 https://www.instagram.com/p/CDl6rBBgqOuwxd_fomyAtGOB62vKwNYwcP11Yg0/?igshid=d8ccnsvqgabe
when there is a soul that returns to Allah, makes us even more sure that....
Why so serious about this (temporary) world?
Tafsir surat Al Ashr . Allah Ta’ala berfirman, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3). Demi Masa Allah bersumpah dengan al ‘ashr, yang dimaksud adalah waktu atau umur. Karena umur inilah nikmat besar yang diberikan kepada manusia. Umur ini yang digunakan untuk beribadah kepada Allah. Karena sebab umur, manusia menjadi mulia dan jika Allah menetapkan, ia akan masuk surga. . Manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kerugian di sini adalah lawan dari keberuntungan. Kerugian sendiri ada dua macam kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah. Yang pertama, kerugian mutlak yaitu orang yang merugi di dunia dan akhirat. Ia luput dari nikmat dan mendapat siksa di neraka jahim. Yang kedua, kerugian dari sebagian sisi, bukan yang lainnya. Allah mengglobalkan kerugian pada setiap manusia kecuali yang punya empat sifat: (1) iman, (2) beramal sholeh, (3) saling menasehati dalam kebenaran, (4) saling menasehati dalam kesabaran. . Sukses pada Diri dan Orang Lain Syaikh As Sa’di rahimahullah menjelaskan, “Dua hal yang pertama (iman dan amal sholeh) untuk menyempurnakan diri manusia. Sedangkan dua hal berikutnya untuk menyempurnakan orang lain. Seorang manusia menggapai kesempurnaan jika melakukan empat hal ini. Itulah manusia yang dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keberuntungan yang besar.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 934) . Sudah Mencukupi dengan Surat Al ‘Ashr Seandainya Allah menjadikan hujjah hanya dengan surat Al ‘Ashr ini, maka itu sudah menjadikan hujjah kuat pada manusia. Jadi manusia semuanya berada dalam kerugian kecuali yang memiliki empat sifat: (1) berilmu, (2) beramal sholeh, (3) berdakwah, dan (4) bersabar. Imam Syafi’i rahimahullah pernah berkata, “Seandainya Allah menjadikan surat ini sebagai hujjah pada hamba-Nya, maka itu sudah mencukupi mereka.” Sebagaimana hal ini dinukil oleh Syaikh Muhammad At Tamimi dalam Kitab Tsalatsatul Ushul. . Sumber : rumaysho.com . jepretan fajar yang “tidak dapat terulang” #selfreminder #skyabovePDZ https://www.instagram.com/p/B_yLcKbA7fT0fQeDop2px8q0zHzJd0zE3gMhc80/?igshid=vzd11z2iby7w
Senja menjelang Ramadhan yang berbeda dari biasanya . Barangkali Ramadhan kali ini adalah Ramadhan paling spesial buat kamu. Kamu bisa fokus beribadah tanpa perlu dilalaikan oleh kegiatan-kegiatan tidak jelas, dari aktivitas unfaedah lainnya sebagaimana pada Ramadan-Ramadan yang lalu. . Dan untuk kita semua, Allah tahu kerinduan kita pada bulan ampunan dan rahmat. Allah tahu betapa sedihnya andai Ramadan kali ini kita belum bisa melakukan ibadah kolektif. Tapi percayalah! Kesedihan kita karena belum bisa tarawih berjamaah, qiyam berjamah, buka puasa bersama, i’tikaf, dan sholat Ied bersama Insyaallah akan tercatat di sisi Allah azza wa jalla sebagai ibadah yang sempurna. . Karena kesedihan dan kerinduan terhadap ketaatan yang belum bisa kita tunaikan disebabkan suatu uzur tetap akan dicatat sebagai ketaatan yang sempurna meskipun kita tidak melakukannya. Ibnu Hajar berkata; “Keutamaan pahala jamaah tetap diperoleh bagi orang yang mendapat uzur, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Musa secara marfu’, ‘Jika seseorang sakit atau bepergian maka ia tetap diberi pahala seperti pahala orang yang melakukan amal ibadah dalam keadaan berdomisili dan sehat.‘” (Fathul Bari 2/136) . Jadi walaupun nantinya kita melakukan amaliah Ramadan secara sendiri-sendiri di rumah, kita tetap dianggap melakukannya secara berjamaah. Karena berjamaah adalah kebisaan kita sebelum pandemi menyerang. . Akhirnya, kita hanya bisa mengucap, “Qodarullah Wa masyaa’a fa’al” (takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki, pasti Dia lakukan). . Sumber: group telegram Ust. @act_elgharantaly . Semoga ibadah kita di Ramadhan ini lebih maksimal dari yang sebelumnya, jangan lupa perbanyak doa terutama agar semua pandemi dan efeknya segera berakhir meninggalkan kita Aamiin . “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224) . #skyabovePDZ (at Central Jakarta) https://www.instagram.com/p/B_Ufa8og7HhJn2cpiyx_WHF5q7ABeJsILM_63A0/?igshid=10twdbcq87wqf