Hidangan Kesempatan Khusus Kelahiran
Haloo. Lama rasanya tidak menulis disini…
Tulisan ini berawal dari betapa sulitnya aku ketika mencari bahan materi untuk mengajar (simulasi mengajar lebih tepatnya). Karena basic pendidikanku memang bukan tata boga, jadi agak merasa kesulitan dalam mencari bahan dan belum pernah mengalami (praktik) sebelumnya. Tapi tulisan ini aku buat dengan semaksimal mungkin yang semoga bermanfaat dan menjadi salah satu sumber belajar kalian ya!
Oke langsung saja, kita akan membahas materi Pengolahan Makanan Indonesia, dengan materi hidangan kesempatan khusus adat istiadat.
Ada apa saja sih hidangan kesempatan khusus? Yap ada banyak sekali apalagi dengan beragamnya suku bangsa Indonesia meramaikan peringatan hari hari besar tertentu yang biasanya hanya dilaksanakan di daerah dan hari-hari tertentu. Itulah mengapa diberi nama hidangan kesempatan khusus, karena kesempatan tidak datang dua kali eyaaa :V
Pada mata pelajaran Pengolahan Makanan Indonesia, kalian akan menemukan materi Hidangan Kesempatan Khusus Adat Istiadat dan Hidangan Kesempatan Khusus Acara Pernikahan, keduanya berurutan. Nah yang akan kita bahas ini materi Hidangan Kesempatan Khusus Adat Istiadat.
Hidangan kesempatan khusus adat istiadat ada banyak poinnya. Pertama yang akan aku tulis ini hidangan menyongsong hari kelahiran bayi/anak.
1. Selamatan 4 bulan
Biasa disebut ngupati/mapati, bergantung daerah masing-masing ya, lain daerah lain namanya. Hidangannya antara lain:
a. Kupat gudeg lengkap (Dengan 4 macam jenis kupat → Kupat Sinta, Kupat Luwar, Kupat Jago, Kupat Sidalungguh). Kelengkapan dari Kupat Lengkap antara lain Nasi Putih, Urap Lengkap, Ketupat, Gudeg Lengkap (Gudeg, Sambal Goreng, Ayam, Telur Coklat)
b. Pecel pitik
Terbuat dari daging ayam (biasanya paha) yang dibakar atau dipanggang disiram dengan bumbu pecel yang sudah dicairkan dengan santan. Ayam yang sudah dipanggang/dibakar dipenyet terlebih dahulu lalu beri bumbu pecel diatasnya, lengkapi dengan lalapan (timun, kemangi, kacang panjang).
c. Bubur merah putih
Ketika membuat bubur aku biasanya membuat perbandingan 1:6. Maksudnya gimana sih? Jadi jika kita membuat bubur dari 100gr beras, maka bahan cairnya sebanyak 600ml. jika membuat 200gr beras 1200ml, begitu seterusnya.
Tipsnya biar irit alat, kalian bias masak bubur putihnya terlebih dahulu, kemudian ambil setengahnya bubur putih. Lalu beri bubur putih selebihnya dengan gula merah, masak sampai merata.
d. Jajanan pasar
e. Buah
f. Kerupuk
2. Selamatan 7 bulan (mitoni)
Mitoni atau tingkeban merupakan selamatan janin ke 7 bulan, dilaksanakan dalam rangka menyambut kelahiran sang bayi. Biasanya di daerah tertentu memperingatinya dengan melaksanakan kegiatan pengajian, namun disisi lain juga menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang didalamnya terdapat berbagai macam hidangan. Beberapa kelengkapan hidangannya cukup banyak. So, here is it.
a. Nasi tumpeng mitoni
Tumpeng mitoni biasanya disajikan untuk selamatan tujuh bulan kehamilan anak pertama. Tumpeng mitoni Terdiri dari satu tumpeng besar dan enam tumpeng kecil. Tumpeng Mitoni
b. Jajanan pasar
Jajan Pasar melambangkan kerukunan dan penghormatan terhadap lingkungan hidup dan sesama. Serta mempunyai arti agar manusia senantiasa menghormati bumi dan meneladani sifat dari bumi yang selalu menerima apa yang diberi dan senantiasa membuahkan hal atau buah yang baik. Macam-macam warna yang ada di jajan pasar mengingatkan agar anak yang baru lahir tetap ingat akan orang tua, kakek, nenek dan leluhurnya, serta Tuhan Sang Pencipta
Jajan pasar dibagi menjadi 3 yaitu:
a) Pala gemantung adalah buah yang menggantung pada suatu tumbuhan. Contohnya pepaya, pisang.
b) Pala kependem adalah tanaman yang buahnya terpendam di dalam tanah. Contohnya ketela, gembili, talas, uwi.
c) Pala kesampar adalah tanaman yang merambat. Contohnya semangka, melon.
c. Bubur merah putih
Kegunaan adalah sebagai kelengkapan tumpeng untuk selamatan/upacara kebahagiaan. Jenang / Bubur Abang memiliki makna simbolik sebagai tanda mulai terjadinya “ wiji “ atau benih pada ibu. Jenang / Bubur Putih mempunyai makna terjadinya wiji dari ayah. Biasanya bubur merah berada dibawah dari bubur putih. Untuk kelengkapan selamatan atau upacara akan disajikan 7 macam jenis bentuk bubur merah putih. Dengan makna pitulung (pertolongan), pitutue (nasihat), piwulang (pendidikan)
d. Bubur baro-baro
Terbuat dari bekatul. Siapkan bahan:
- Bekatul
- Santan
- Pandan
- Gula merah
- Kelapa parut
Langkah yang harus dilakukan
a) Cairkan bekatul dengan santan cair di mangkuk tanpa dipanaskan
b) Siapkan panci, masak santan, gula merah, dan pandan sampai mendidih.
c) Masukan adonan bekatul ke santan yang sudah mendidih
d) Masak sampai aroma bekatul hilang tergantikan dengan aroma santan gula dan pandan sampai mengental.
Mengandung maksud agar hidup diliputi perasaan suci dan jiwa luhur. Bubur ini banyak dipergunakan dalam berbagai selamatan
e. Srijatan
Ada yang tahu gula kacang? Nah kurang lebih srijatan itu seperti gula kacang. Siapkan:
- Kacang tanah
- Kacang kedelai
- Wijen
- Gula merah
Langkah:
a) Sangrai semua bahan kecuali gula merah sampai agak coklat
b) Panaskan gula merah dan air sampai mendidih, masukan bahan yang sudah disangrai. Masak sampai merata dan berkaramel
c) Pisahkan ketika adonan masih panas karena ketika sudah dingin gula akan membeku dan mengeras.
f. Penyon
Terbuat dari tepung beras. Cara membuatnya cairkan tepung beras dengan air biasa sampai kalis, siapkan pisang. Balurkan tepung beras untuk lapisan pisang. Bungkus dengan daun pisang seperti lontong, kukus kurang lebih 10 menit. Angkat. Lapisi permukaan dengan pewarna pekat (hitam/hijau tua). Potong slice +/- 1 cm.
g. Sempora
Sejenis masakan yang terbuat dari tepung beras yang dimasak, lalu dilumatkan setelah diberi air santan dan garam. Adonan tadi dibentuk seperti tempurung tengkurap, lalu dikukus hingga matang. Hal ini menunjukan sebuah harapan agar manusia, meskipun kecil otaknya berisi untuk menjaga kewibawaannya sebagai manusia. Domas, meski bodoh (bodho), berpikir atau berhati emas.
h. Bambu serumpun
Jenis makanan ini juga terbuat dari tepung beras. Tepung ini diberi air dan garam, dilumat dan dibentuk seperti kerucut kecil – kecil. Diujung kerucutnya diberi macam-macam warna.
i. Rujak 7 buah
Hidangan wajib ketika melaksanakan rangkaian 7 bulan. Biasanya calon orang tua membaginya dengan cara berjualan dilingkungan keluarga. Terbuat dari 7 buah berbeda, terdiri dari mangga muda, kedondong, mentimun, bengkuang, nanas, parijoto, delima.
j. Cengkir gading
Cengkir gading yang digambari Kamajaya, Kamaratih adalah kelapa gading yang digambari tokoh wayang Kamajaya dan Kamaratih. Hal ini bermakna apabila anak yang dilahirkan laki – laki maka akan ganteng / bagus seperti kamajaya dan apabila anak yang dilahirkan perempuan maka akan cantik seperti kamaratih.
Kelengkapan hidangan menyongsong hari kelahiran kurang lebih seperti yang aku paparkan diatas ya gaes, wajib tidaknya dikembalikan ke kondisi keluarga. Jika memang mampu maka diperkenankan menerapkan, tapi jika tidak maka tidak dipaksakan.
See yea!








