Saya mau mengajak teman-teman semua untuk membudayakan etika di escalator. Hal remeh, tapi ini menandakan sejauh mana bangsa kita memiliki peradaban.
Di negara-negara modern, penggunaan escalator itu selalu terbagi menjadi dua; setengah sisi untuk pengguna yang mau berdiri (baca: mengikuti jalannya escalator sampai habis) dan setengah lagi untuk mereka yang mau berjalan. Dengan begitu, tidak ada penumpukan di escalator dan tidak menghalangi mereka yang butuh cepat sampai. Di London, Tokyo, Paris, Amsterdam, Istanbul dan banyak kota lainnya berlaku hal yang sama—terlepas sisi mana yang diterapkan. Tapi aturan atau etika tersebut adalah hal yang lumrah.
Namun, di Indonesia, nampaknya budaya seperti ini belum terlaksana atau bahkan belum ada. Saya kadang frustasi melihat orang-orang di depan menghalangi jalan, padahal saya mau buru-buru. Saya harus berjalan zigzag menghindari mereka yang berdiri sesuka hati. Sedih; bangsa kita yang sedemikian besar tidak memiliki etika di escalator.
Jujur sebelumnya saya tidak tahu Indonesia menerapkan yang mana; apakah kanan untuk berjalan ataukah kiri? Karena saya terbiasa di Turki berdiri di sebelah kanan, tiap kali di escalator mall Indonesia saya selalu berdiri di kanan. Hari ini saya menemukan aturan ini di Bandara Soetta Terminal 3 Ultimate. Dalam hati; alhamdulillah, akhirnya ada juga aturan etika escalator di Indonesia.
Nah, sekarang saya mau mengajak kalian untuk sama-sama menerapkan aturan ini. Agar kita tertib di escalator. Agar bangsa kita makin maju dan berperadaban. Yuk!
















