Gadis bermedan cinta
Hirearki sapaan malang Menyapamu tanpa tahu namamu Bahwa mencintaimu bukan sekedar berlumur ludah Menduduki derajat gengsi dengan sesebut ke-kasih
Tapi mencintaimu, bukanlah aturan norma Mengecapmu sesembar aroma tubuh sempurna mengiang tiap wewangi Warnamu adalah gradiasi tersusun pada torehan distorsi
Membuta seluruh putih dalam nirwana.
Kaulah partikelku yang kusayang nan kupinang kelak.
Harapku, kau ragu untuk berkata tidak.
ayo kita mulai dengan menggores pena. Lambat laun akan terukir melodi melodi dramatis. Dalam menyusun apa yang kita butuh juga apa yang harap Untuk menjadi utuh dalam kesatuan kesatuan pecinta yang unggul. Itulah kita, terbentuk untuk saling tersenyum, dan mencinta. Aku, seorang pengagum dari hilir ke hulu, aku akan terkutuk untuk mengagumimu.













