Benang Merah antara Medium is the Message dan Media Convergency
McLuhan mengatakan bahwa pesan dari konten dalam suatu media tidak sepenting pesan yang dibawa oleh media itu sendiri. Setiap media memiliki karakteristiknya masing-masing sehingga dapat membawa dampak atau perubahan yang berbeda-beda meski kontennya sama. Setiap dampak atau perubahan yang ditimbulkan tersebut merupakan ‘pesan’ yang perlu kita sadari keberadaannya. Hanya dengan menyadari 'pesan’ dari tiap media tersebut kita dapat mengantisipasi dan mengontrol dampak atau perubahan yang mungkin ditimbulkan.
Nah, hal ini menjelaskan mengapa manusia berkomunikasi menggunakan lebih dari satu media. Dengan kata lain, media convergency yang dapat dimaknai sebagai beragamnya jenis media, terjadi karena adanya kesadaran bahwa medium is the message (tiap media punya dampaknya sendiri-sendiri) sehingga manusia butuh beragam alternatif cara/media untuk mengomunikasikan sesuatu. Sebaliknya pula, media convergency sekaligus menjadi tantangan bagi manusia untuk bisa memilih mana media yang paling tepat digunakan untuk mengomunikasikan pesan yang ingin disampaikan.
Ribet ya?! Gini gini…
Ambil contoh, dewasa ini telah berkembang beragam platform media sosial. Dua diantaranya yang cukup populer adalah Twitter dan Instagram. Twitter dan Instagram tentu memiliki karakteristik yang berbeda. Tidak seperti Twitter yang menekankan efisiensi (sifatnya menyajikan informasi cepat dan sederhana karena ada batasan karakter), Instagram lebih menekankan pada pentingnya elemen visual untuk menarik orang yang melihat pesan di dalamnya. Oleh karena itu, pilihan akan menggunakan Twitter atau Instagram untuk menyampaikan suatu pesan tentu akan disesuaikan dengan dampak yang ingin ditimbulkan pada si penerima pesan. Di sisi lain, Twitter dan Instagram sendiri hadir karena adanya kesadaran bahwa manusia membutuhkan media yang berbeda untuk mencapai tujuan yang berbeda pula.
—
Btw, media convergency itu selain dapat dimaknai sebagai beragamnya jenis media juga dapat dimaknai sebagai pemusatan berbagai fungsi teknologi/media. Contoh gampangnya adalah bagaimana smartphone kita dapat digunakan untuk mengakses beragam platform media sosial, aplikasi, dan fitur-fitur yang mengadopsi media sederhana dalam kehidupan sehari-hari (mulai dari kalkulator, alarm, kamera, hingga radio).
—
Semoga nggak bingung lagi dengan bahan pertemuan keempat kelas PTIK yang banyak itu, ya. Ada hubungannya kok!
—
Referensi: David, Tabitha. 2016. How 'The Medium is The Message’ with Social Media. Diakses dari http://www.vapartners.ca/the-medium-is-the-message/ pada 1 Maret 2017 pukul 3.58 PM
Sumber Gambar: https://onsizzle.com/i/dunia-sebelum-adanya-social-media-linkedin-pinterest-youtube-foursquare-instagram-1711404
- Hasna Shabrinisa (1506736045)













