Mempersiapkan Finansial Keluarga
Oleh : Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc., CFP
3. Mengelola impian -> mengatur keinginan tidak terbatas
4. Mengelola surplus/defisit -> tabungan, hutang, investasi
5. Mengelola ketidakpastian -> merencanakan risiko, takaful, pensiun
Mengelola keuangan sebelum / sesudah menikah?
1. Niat (QS. Adz-Dzariyat : 56) -> membimbing anak sejak usia 7 tahun -> fahami transaksi muamalah (zakat, infaq, shodaqoh) -> pengawalan penggunaan uang dalam keluarga
2. Peran laki-laki sebagai pemimpin (qawwam) (QS. An Nisa : 34) -> wanita sebagai penolong (Al Walayah) (QS. At Taubah : 71).
3. Memaknai qawwam -> memaknai walayah -> komunikasi agar tidak ada kesombongan
Tips Mengatur Keuangan Setelah Menikah
2. Rekening keluarga dan rekening masing – masing suami istri
3. Komunikasi pihak asuransi terkait penerimaan manfaat
4. Komunikasikan uang cadangan
5. Mengevaluasi pengeluaran
7. Memprioritaskan pembelian
8. Mengkomunikasikan kartu kredit
10. Menyimpan dokumen penting
2. No gharar (ketidakpastian)
3. No haram (tidak boleh)
1. Membayar hutang (menjaga: diin, nafs, kehormatan).
2. Konsumsi harian (nafs, nasl, diin).
3. Zakat – shadaqah (diin, maal, nafs).
4. Pendidikan (diin, nasl, aql).
5. Investasi, pensiun (nasl, kehormatan).
6. Dana emergensi (nafs, nasl).
Perawatan Diri Pra dan Pasca Menikah
Oleh : Asri stiqomah, S. Sos.
- Menjaga pola makan dan asupan gizi
- Menjaga kesehatan mental
- Penampilan merepresentasikan musimah yang baik
- Peka dan tanggap terhadap lingkungan
Larangan dalam Make Up dan Perawatan
1. Penggunaan bahan yang berbahaya dan haram.
2. Mengubah ciptaan Allah SWT
3. Menyerupai orang – orang jahiliyah.
4. Berlebihan dalam perkara dandan dan biaya.
Yang Perlu Diperhatikan dalam Berpenampilan
1. Kebersihan wajah dan anggota badan.
2. Kerapihan pakaian luar dan dalam.
3. Kerapihan pakaian dan aksesoris.
4. Keserasian warna dan corak pakaian.
5. Hati- hati bau badan dan pakaian.
Oleh : Muhammad Iqbal, Ph.D. dan Kisma Fawzea , S.Psi.
Menikah = impian dan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan akan rasa cinta, kasih sayang, rasa aman, seksual, ketenangan, maupun materi.
Faktor Baik Tidaknya Pernikahan
1. Proses perkenalan menuju pernikahan.
2. Keimanan dan tingkat religiusitas.
4. Kemampuan adaptasi terhadap lingkungan dan budaya pasangan dan keluarga.
5. Tingkat pendidikan, pengetahuan, peran dan dukungan keluarga.
6. Kondisi fisik dan kesehatan mental pasangan.
7. Adatidaknya perselingkuhan.
9. Pola komunikasi pasangan.
10. Lingkungan yang positif.
Cinta yang menggebu - gebu yang berkaitan erat dengan interaksi fisik, biasa terjadi pada pasangan baru menikah.
Muncul perasaan kecewa saat mengetahui kekurangan pasangan dan timbul rasa saling menyalahkan.
3. Knowledge and Awareness
Mula memahami karakter dan posisi pasangan.
Berusaha membuktian diri menjadi pasangan yang tepat dan bijak menyikapi perbedaan yang muncul.
Mencintai di luar konteks batasan fisik dan adanya keinginan memberi serta melayani tanpa alasan tertentu.
a. Suami : Allah SWT -> Rasulullah SAW -> orang tua
b. Istri : Allah SWT -> Rasulullah SAW -> suami
Tips Mengetahui Psiklogi Calon Pasangan
1. Bagaimana tingkat kesabaran dan fluktuasi emosi.
2. Bagaimana sikapnya ketika marah.
3. Bagaimana menyikapi konflik.
4. Bagaimana interaksi dengan orang tua dan keluarga.
5. Bagaimana interaksi dengan anak kecil.
1. Menikah bukan sarana melarikan diri dari masalah.
2. Jaga pandangan untuk menjaga rasa syukur akan pasangan.
3. Cinta bisa ditumbuhkan setelah menikah.
4. Mempersiapkan diri untuk worst case mengenai ekspektasi pernikahan.
5. Menikah bukan untuk bahagia tapi untuk belajar dan tumbuh bersama.
6. Jangan menuntut dibahagiakan pasangan, bahagia bisa didatangkan diri sendiri.
7. Jangan merasa berperan paling berjasa dalam berumah tangga.
Sex Education : Kesehatan Reproduksi dan Adab Berhubungan Suami Istri
Oleh : dr. Indriyati Oktaviano, M.P.H.
Menjaga Kesehatan Reproduksi
1. Ganti CD sesering mungkin.
2. Gunakan bahan CD yang menyerap keringat.
3. Ganti pembalut tiap 2 jam.
4. Membersihkan miss V dari depan ke belakang.
1. Menghindari hal – hal yang berbau pornografi.
2. Menundukkan pandangan dan hati.
3. Bila telah berkeinginan dan mampu, maka menikahlah.
1. Melalui cara yang ma’ruf.
6. Komunikasikan agar saling memperoleh kepuasan.
8. Berkata lemah lembut dan sajikan senyum, serta jangan mengkomando suami.
Oleh : Ustadz Hatta Syamsudin, Lc., M.H.I dan Vida Robi’ah Al Adawiyah, S.H.
Siapa Aku setelah Menikah?
- Sebagai aktivis dakwah, dll
=> Memahami dan mampu memposisikan diri setelah menikah dalam berbagai lingkungan.
=> Menikah bukan penghalang untuk bertumbuh, dengan catatan tidak melalaikan kewajiban pokok serta menjaga adab dan amanah.
Produktif = perencanaan -> pelaksanaan -> evaluasi
Memantapkan Visi Keluarga
1. Lahir dari misi pribadi
3. Selesai dengan diri sendiri