Mau seluarbiasa apa pun atau sebagaimana menyilaukannya, kalau hal itu tidak dalam satu garis visi yang sama, maka tak seyogyanya dikejar

blake kathryn

Product Placement
RMH

roma★
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
noise dept.
No title available

shark vs the universe
wallacepolsom

No title available
TVSTRANGERTHINGS

PR's Tumblrdome
AnasAbdin
No title available
Monterey Bay Aquarium
we're not kids anymore.

JVL
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
NASA

Discoholic 🪩

seen from Oman
seen from United States

seen from Ukraine

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Dominican Republic
seen from Dominican Republic

seen from Türkiye

seen from Vietnam
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@ramayuliana
Mau seluarbiasa apa pun atau sebagaimana menyilaukannya, kalau hal itu tidak dalam satu garis visi yang sama, maka tak seyogyanya dikejar
Mempersiapkan Finansial Keluarga
Oleh : Dr. Murniati Mukhlisin, M. Acc., CFP
Aspek Mengelola Keuangan
1. Mengelola pendapatan
2. Mengelola kebutuhan
3. Mengelola impian -> mengatur keinginan tidak terbatas
4. Mengelola surplus/defisit -> tabungan, hutang, investasi
5. Mengelola ketidakpastian -> merencanakan risiko, takaful, pensiun
Mengelola keuangan sebelum / sesudah menikah?
1. Niat (QS. Adz-Dzariyat : 56) -> membimbing anak sejak usia 7 tahun -> fahami transaksi muamalah (zakat, infaq, shodaqoh) -> pengawalan penggunaan uang dalam keluarga
2. Peran laki-laki sebagai pemimpin (qawwam) (QS. An Nisa : 34) -> wanita sebagai penolong (Al Walayah) (QS. At Taubah : 71).
3. Memaknai qawwam -> memaknai walayah -> komunikasi agar tidak ada kesombongan
Tips Mengatur Keuangan Setelah Menikah
1. Mulai menabung
2. Rekening keluarga dan rekening masing – masing suami istri
3. Komunikasi pihak asuransi terkait penerimaan manfaat
4. Komunikasikan uang cadangan
5. Mengevaluasi pengeluaran
6. Membuat kesepakatan
7. Memprioritaskan pembelian
8. Mengkomunikasikan kartu kredit
9. Membeli asuransi jiwa
10. Menyimpan dokumen penting
Mengenal Akad Syariah
1. No riba (rente)
2. No gharar (ketidakpastian)
3. No haram (tidak boleh)
4. No dzulm (zalim)
5. No maysir (spekulasi)
6. No dharar (menyakiti)
Pembagian Pendapatan
1. Membayar hutang (menjaga: diin, nafs, kehormatan).
2. Konsumsi harian (nafs, nasl, diin).
3. Zakat – shadaqah (diin, maal, nafs).
4. Pendidikan (diin, nasl, aql).
5. Investasi, pensiun (nasl, kehormatan).
6. Dana emergensi (nafs, nasl).
Perawatan Diri Pra dan Pasca Menikah
Oleh : Asri stiqomah, S. Sos.
Kecantikan Muslimah
1. Healthy Inside
- Menjaga pola makan dan asupan gizi
- Menjaga kesehatan mental
2. Fresh Outside
- Penampilan merepresentasikan musimah yang baik
- Akhlak yang baik
3. Brightly Mindset
- Wawasan yang luas
- Peka dan tanggap terhadap lingkungan
Larangan dalam Make Up dan Perawatan
1. Penggunaan bahan yang berbahaya dan haram.
2. Mengubah ciptaan Allah SWT
3. Menyerupai orang – orang jahiliyah.
4. Berlebihan dalam perkara dandan dan biaya.
Yang Perlu Diperhatikan dalam Berpenampilan
1. Kebersihan wajah dan anggota badan.
2. Kerapihan pakaian luar dan dalam.
3. Kerapihan pakaian dan aksesoris.
4. Keserasian warna dan corak pakaian.
5. Hati- hati bau badan dan pakaian.
Psikologi Suami Istri
Oleh : Muhammad Iqbal, Ph.D. dan Kisma Fawzea , S.Psi.
Menikah = impian dan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan akan rasa cinta, kasih sayang, rasa aman, seksual, ketenangan, maupun materi.
Faktor Baik Tidaknya Pernikahan
1. Proses perkenalan menuju pernikahan.
2. Keimanan dan tingkat religiusitas.
3. Kemampuan ekonomi.
4. Kemampuan adaptasi terhadap lingkungan dan budaya pasangan dan keluarga.
5. Tingkat pendidikan, pengetahuan, peran dan dukungan keluarga.
6. Kondisi fisik dan kesehatan mental pasangan.
7. Adatidaknya perselingkuhan.
8. Kepribadian
9. Pola komunikasi pasangan.
10. Lingkungan yang positif.
Tahap Pernikahan
1. Romantic Love
Cinta yang menggebu - gebu yang berkaitan erat dengan interaksi fisik, biasa terjadi pada pasangan baru menikah.
2. Dissapointed Distress
Muncul perasaan kecewa saat mengetahui kekurangan pasangan dan timbul rasa saling menyalahkan.
3. Knowledge and Awareness
Mula memahami karakter dan posisi pasangan.
4. Transformation
Berusaha membuktian diri menjadi pasangan yang tepat dan bijak menyikapi perbedaan yang muncul.
5. Real Love
Mencintai di luar konteks batasan fisik dan adanya keinginan memberi serta melayani tanpa alasan tertentu.
Piramida Ketaatan
a. Suami : Allah SWT -> Rasulullah SAW -> orang tua
b. Istri : Allah SWT -> Rasulullah SAW -> suami
Tips Mengetahui Psiklogi Calon Pasangan
1. Bagaimana tingkat kesabaran dan fluktuasi emosi.
2. Bagaimana sikapnya ketika marah.
3. Bagaimana menyikapi konflik.
4. Bagaimana interaksi dengan orang tua dan keluarga.
5. Bagaimana interaksi dengan anak kecil.
Noted :
1. Menikah bukan sarana melarikan diri dari masalah.
2. Jaga pandangan untuk menjaga rasa syukur akan pasangan.
3. Cinta bisa ditumbuhkan setelah menikah.
4. Mempersiapkan diri untuk worst case mengenai ekspektasi pernikahan.
5. Menikah bukan untuk bahagia tapi untuk belajar dan tumbuh bersama.
6. Jangan menuntut dibahagiakan pasangan, bahagia bisa didatangkan diri sendiri.
7. Jangan merasa berperan paling berjasa dalam berumah tangga.
Sex Education : Kesehatan Reproduksi dan Adab Berhubungan Suami Istri
Oleh : dr. Indriyati Oktaviano, M.P.H.
Menjaga Kesehatan Reproduksi
1. Ganti CD sesering mungkin.
2. Gunakan bahan CD yang menyerap keringat.
3. Ganti pembalut tiap 2 jam.
4. Membersihkan miss V dari depan ke belakang.
Menjaga Kesucian Diri
1. Menghindari hal – hal yang berbau pornografi.
2. Menundukkan pandangan dan hati.
3. Bila telah berkeinginan dan mampu, maka menikahlah.
Adab Jinabat
1. Melalui cara yang ma’ruf.
2. Saling memuji
3. Saling memberi hadiah
4. Hilangkan rasa malu
5. Niatkan dengan ikhlas
6. Komunikasikan agar saling memperoleh kepuasan.
7. Bersolek untuk suami.
8. Berkata lemah lembut dan sajikan senyum, serta jangan mengkomando suami.
Produktif Pasca Nikah
Oleh : Ustadz Hatta Syamsudin, Lc., M.H.I dan Vida Robi’ah Al Adawiyah, S.H.
Siapa Aku setelah Menikah?
- Sebagai diri
- Sebagai istri/suami
- Sebagai anak/ menantu
- Sebagai aktivis dakwah, dll
=> Memahami dan mampu memposisikan diri setelah menikah dalam berbagai lingkungan.
=> Menikah bukan penghalang untuk bertumbuh, dengan catatan tidak melalaikan kewajiban pokok serta menjaga adab dan amanah.
Produktif = perencanaan -> pelaksanaan -> evaluasi
Memantapkan Visi Keluarga
1. Lahir dari misi pribadi
2. Internal solid
3. Selesai dengan diri sendiri
4. Membuat misi keluarga
5. Blueprint keluarga
Fiqih Munakahat : Adab Ta’aruf hingga Walimah
Oleh : Ustadz Salim A. Fillah
Pernikahan : ikatan antara seorang laki – laki dan seorang perempuan melalui ijab dan qobul dengan wali dari pihak perempuan yang disertai dengan pembayaran mahar dan dihadiri oleh dua orang saksi yang adil. Menikah termasuk salah satu Maqosit Syariat.
Lima tujuan utama Maqosit Syariat adalah :
1. Menjaga agama (hifdzud diin)
2. Menjaga jiwa (hifdzud nafs)
3. Memelihara keturunan (hifdzud nasl)
4. Memelihara harta (hifdzul maal)
5. Memelihara akal (hifdzul aql)
Hukum Menikah
Rasulullah SAW memerintahkan laki – laki yang telah ba’ah untuk menikah. Arti ba’ah adalah ketika seorang laki- laki mampu secara seksual, mampu memberikan mahar, dan mamou menafkahi. Hukum asal menikah adalah sunnah muakad (sunnah yang ditekankan/dikokohkan). Hukum nikah bisa berbeda tiap individu.
1. Wajib : bagi orang yang memiliki kemampuan dan bila tidak menikah berpotensi besar jatuh ke perbuatan dosa.
2. Sunnah : dorongan jatuh ke perbuatan dosa kecil.
3. Makruh : bila menikah dapat menimbulkan kesulitan untuk diri sendiri maupun orang lan.
4. Haram : bila menikah dikhawatirkan menimbulkan mudharat pada salah satu pasangan, misal mengidap penyakit menular berbahaya, gangguan mental akut atau lainnya.
Hikmah Pernikahan
1. Menjaga kesucian : melindungi diri dari dosa besar.
2. Membangun ikatan lahir dan batin.
3. Ada kecenderungan satu sama lain : saling melengkapi.
4. Merasakan ketentraman (QS. ArRum: 21).
5. Saling menjadi pakaian pasangan : melindungi kekurangan pasangan dan sebagai perhiasan pasangan.
Fungsi pernikahan salah satunya adalah menjaga keturunan dengan memperhatikana adanya konsekuensi hukum mahram, perwalian, pewarisan , dan lainnya. Maka perlu melihat potensi perempuan dalam menghasilkan banyak keturunan dan hal kasih sayang.
Ta’aruf hingga Walimah
1. Ta’aruf : proses pengenalan antara seorang laki – laki dan seorang perempuan yang bertujuan menikah dengan menerapkan batasan – batasan syar’i..
Apabila diperlukan pendamping ta’aruf maka pilih yang dapat dipercaya dan sudah berkeluarga untuk menghindari fitnah, saran suami – istri
*Tidak berkhalwat dan bersentuhan
* Tidak ada pembicaraan atau perbuatan berlebihan di luar konteks perkenalan
2. Khitbah : ungkapan seorang laki – laki kepada laki – laki lain , yaitu wali dari seorang perempuan untuk bisa menikahi perempuan yang ada dalam perwaliannya itu. Perempuan dan laki – laki sebelum khitbah adalah orang asing, tidak ada perubahan batasan dan hukum syariat dalam berinteraksi.
3. Akad nikah : diucapkannya ijab oleh seorang laki – laki dan qobul oleh wali dari seorang perempuan serta dihadiri oleh dua orang saksi yang adil.
3. Walimah : pengumuman pernikahan kepada khalayak.
-> Tidak hanya mengundang tokoh – tokoh penting
-> Memperhatikan batasan syariat dan nilai manfaat dalam rangkaian walimah
Lajang Produktif : Menanti Jodoh Tanpa Galau
Oleh : Ustadzah Riana Wati
Jodoh -> hak prerogatif Allah SWT
Yang bisa dilakukan selama masa penantian :
1. Melakukan up grade diri dalam segala hal.
Meningkatkan kapasitas ilmu dan meng-up grade diri untuk menerima kekurangan dan kelebihan pasangan.
2. Berikhtiar dengan benar.
3. Berhusnudzon atas ketetapan Allah SWT dan menjemput jodoh dengan cara yang baik.
4. Evaluasi diri
Melakukan rutinitas dan karir tanpa mengabaikan jalan menemukan pasangan.
5. Sabar
Ketika kita sabar terhadap ketetapan Allah SWT maka yakinkan diri bahwa Allah SWT akan memberi yang terbaik bagi hambaNya.
Kegiatan Produktif sebelum Menikah
1. Mendalami ilmu agama, keterampilan praktis, ilmu kesehatan. Ilmu parenting,dan ilmu sosial.
2. Bersungguh – sungguh beramal shalih.
3. Memperbanyak aktivitas kebaikan sambil memperluas silaturahim.
4. Melakukan pekerjaan untuk menunjang keterampilan tanpa melanggar syariat.
Resume Pernikahan Bervisi SAMARA
Oleh : Ustadz Hatta Syamsudin
Visi Pernikahan
1. Visi internal : memberikan ketenangan dan ketenteraman hati (QS. Ar- Ruum : 21).
2. Visi sosial peradaban : anak dan istri sebagai penyejuk hati (QS. Al Furqan : 74).
3. Visi akhirat : berkumpul di surganya Allah SWT (QS. Ar – Rad : 23)
Romantis Adalah….
“Dan pergaulilah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa: 19).
a. Ibadah : orang yang paling baik merupakan orang yang paling baik terhadap keluarganya, termasuk pasangan.
b. Sunnah : setiap kegiatan untuk membangun romantisme pasangan bernilai pahala di sisi Allah SWT.
c. Fitrah : setiap manusia membutuhkan kasih saying
Aplikasi Romantis melalui SAMARA
1. Motivasi Mawaddah
Mawaddah: kenyamanan dan kebahagiaan dari segi fisik.
“Segala sesuatu selain dzikrullah adalah sia – sia kecuali empat hal, yaitu memanah, melatih kudanya, berlatih berenang, dan mencandai istrinya” (HR. Baihaqi).
Mawaddah dapat berupa :
a. Tampilan : berusaha memberikan tampilan terbaik di hadapan pasangan, dalam hal ini laki- laki cenderung bertambah cinta melalui pandangan.
b. Ucapan : saling memuji dan memberi penghargaan kepada pasangan, dalam hal ini wanita cenderung bertambah cintanya melalui ucapan pasangan.
c. Gerakan : memberikan sentuhan yang menimbulkan kenyamanan pasangan, semisal mengusap kepala istri, memberikan hadiah, pandangan penuh cinta, dan lainnya.
2. Inspirasi sakinah
“Dan pergaulilah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An Nisa: 19 ).
* Memahami kekurangan dan kelebihan pasangan.
* Memahami fungsi dan tugas satu sama lain.
* Memahami perbedaan sifat dan sikap pria dan wanita.
3. Motivasi Rahmah
“Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami - istri). Dan mereka (istri - istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kami.” (QS. An Nisa : 21).
Pernikahan -> mitsaqon gholidho -> ikatan yang agung.
Rahmah adalah rasa kasih sayang yang lebih dari batasan fisik, adanya keinginan untuk selalu memberi, melindungi, mengasihi, dan melayani seoptimal mungkin meski tanpa alasan tertentu.
-> Karena menjadi meskipun
-> Tanpa didasari alasan tertentu
-> Memiliki keinginan untuk bersama mewujudkan cita – cita hingga akhir
Keluarga Tangguh Di Era Millenial
Oleh : Ustadzah Vida Robi’ah A.
Tips keluarga tangguh:
1. Bonding spiritual
Visi dan misi spiritual diterapkan dalam pembinaan keluarga untuk mempererat bonding dengan pasangan.
2. Cinta sebagai pilihan sadar
Menuntun pada keinginan untuk mempertahankan, jika cinta timbul karena alasan /pilihan maka akan ada alasan kuat untuk mempertahankannya.
3. Alasan keberadaan pasangan
Flashback apa alasan dan niat untuk menikah, hal tersebut untuk mengukuhkan arti keberadaan pasangan bagi kita.
Karakter keluarga tangguh:
1. Apresiasi dan afeksi : memberikan kasih sayang dan penghargaan kepada pasangan.
2. Komitmen terhadap keluarga : memahami dan melaksanakan peran, tugas, hak , dan kewajiban satu sama lain sebagai bentuk pertanggungjawababan kepada Allah SWT
3. Komunkasi efektif dan positif :
-> Mengenali bahasa cinta pasangan
-> Hadir dan berempati, misal meluangkan waktu untuk mertua, berusaha memahami pasangan dimana tingkat komunikasi laki – laki dan perempuan berbeda
4. Menikmati waktu bersama : memperbanyak kenangan momen bersama keluarga agar dapat menjadi pengingat saat sedang lelah, bosan, atau tiada.
5. Spiritual well being : kesejahteraan spiritual yang harus dilestarikan di tengah keluarga dan intuk diwariskan kepada keturunan.
6. Mampu menyelesaikan konflik
-> Fokus pada kebaikan pasangan
-> Melapangkan maaf
-> Musyawarah