Tiga Bulan di Samsung R&D Institute Indonesia
Pengalaman gue bekerja di Samsung R&D Institute Indonesia kemarin merupakan salah satu pengalaman paling menarik dalam hidup gue. Tiga bulan sudah berlalu dan sudah saatnya gue harus beranjak dari sini dan melanjutkan karir ke level berikutnnya. Berat mungkin meninggalkan rekan kerja dan kantor yang sangat cozy buat bekerja ini, tapi memang sudah saatnya harus berlabuh ke dermaga baru sebelum melanjutkan pelayaran kembali.
Well, gue bakal cerita dari awal gue mengenal Samsung R&D Institut Indonesia atau biar lebih singkat, kita biasa menyebutnya dengan SRIN. Pertama kali gue tahu Samsung punya R&D di Indonesia adalah ketika ada Job Fair di kampus ITB pada bulan April lalu. Waktu itu gue daftar dan ikut tes ke Jakarta. Gue daftar untuk posisi Global Software Engineer. Bercanda lu? emang bisa haha. Gue waktu itu cuma asal coba aja dan berangkat ke Jakarta untuk tes. Itung-itung cari pengalaman. Dan sampailah gue di kantor SRIN yang letaknya di Wisma GKBI, Jakarta Pusat. Gue bareng ama temen gue yaitu Hanifan, Oki, dan Ridho. Di tempat tes ada sekitar 10 orang yang isinya anak Elektro dan Informatika ITB. Tesnya waktunya 3 jam dan full ngoding dalam bahasa C/C++/Java. Sebenernya soalnya mudah sih(songong banget), tapi gue gagal wkwk. Hanya ada 3 orang yang lolos pada waktu itu dan akhirnya gue pulang lagi ke Bandung dan kembali bergelut dengan Tugas Akhir yang belum selesai.
April, Mei, Juni, dan Juli. Setelah menyelesaikan segala urusan tentang TA, Koloqium, Yudisium, dan Wisuda. Gue mulai aktif untuk mencari pekerjaan lagi. Daftar sana sini, tes sana sini, dan belum dapet juga. Entah karena terlalu selektif atau emang belum rejeki kali ya. Akhirnya gue menghubungi kembali HR Samsung (Mbak Arie). Beliau pernah bilang kalau berminat lagi hubungi beliau aja dan ambil technical test lagi di SRIN. 3 hari setelah wisuda gue berangkat tes ke SRIN lagi dan pada kesempatan kali ini alhamdulillah lolos, yeeeeaaah. Soalnya cukup mudah sih(songong lagi), waktu itu kita di suruh bikin game Tetris sederhana. Yak lumayan lah. Pada waktu itu gue bareng tes sama Zul dan Radifan, yang nantinya bakal jadi rekan kerja gue di SRIN.
Setelah menyelesaikan segala urusan administrasi dengan kampus, menyelesaikan urusan dengan temen-temen di Bandung (cem farewell-farewell-an), akhirnya gue pindah ke Jakarta. Berat juga sih ninggalin Bandung yang telah memberikan banyak cerita dan kenangan. But, ya emang selalu begitu kan, selalu berat untuk berpindah tempat, apalagi berpindah ke lain hati (so true). Gue akhirnya nyari kosan di Jakarta yang tidak terlalu jauh dari kantor gue di Wisma GKBI. Well, kosan gue bukan tidak terlalu jauh dari kantor, tapi deket banget ama kantor. Nih lihat, foto kantor gue dari depan kosan wkwk. Kantor gue ada di lantai 26 dari gedung ini btw.
Gue mau cerita-cerita dikit tentang pengalaman kerja gue. Tapi, karena tempat kerja gue adalah suatu R&D(Research and Development) Institute gue ga boleh cerita-cerita nih tentang hal-hal yang mengenai kerjaan / aset perusahaan. Tahu sendiri kan, betapa berharganya kekayaan intelektual itu(apa siih). Even, salah satu HR pernah bilang kalo “Segala yang ada di dalam kantor ga boleh keluar dan yang di luar gaboleh di bawa masuk”. That means, informasi perusahaan gaboleh dibawa keluar, contohnya kerjaan gaboleh dikerjain di luar, no picture taking in office, etc. Dan sebaliknya, kerjaan gaboleh dikerjain dulu di rumah dan dilanjutin di kantor. Somehow it looks like so strict regulations huh?. Tapi sisi positifnya adalah gue ga perlu dipusingkan dengan kerjaan kalo lagi di kosan & luar kantor. Nice. Great deal. Oke cukup dengan aturan.
Jam kerja gue bisa dibilang sangat fleksibel dan santai. Masuk terserah jam berapapun asalkan sebelum jam 10 pagi dan juga minimal 9 jam kerja. Tiap pagi ketika temen-temen kosan pada berangkat ke kantor jam 8, gue masih youtube-an dan belum mandi. Dan salah satu temen kosan sampe bilang, “Santai banget ya belum berangkat, kayak lagi ga kerja aja”. “Santai tinggal melangkah ke depan kosan udah nyampe kantor kok nanti, ga bakal telat”, kata gue.
Tiap masuk kantor hal yang selalu jadi prosedur rutin adalah menitipkan perangkat elektronik, perangkat penyimpan data, dan menyegel kamera HP di security. Untuk kepentingan keamanan. Sekali lagi untuk kepentingan keamanan. Terus masuk kantor, ambil minum di cafetaria, ngobrol ngobrol pagi ama temen di deket jendela sambil ngelihat lalu lintas Jakarta di pagi hari, dan kemudian duduk di cubical tempat meja kerja gue. Habis duduk nyalain komputer, buka buka medsos dulu, habis puas baru mulai kerja. Kemudian jam makan siang keluar kantor cari makan aman temen & shalat dzuhur. Terus sorenya(malem sih seringnya pulang) matiin komputer dan beresin meja kerja, terus pulang. Udah deh kerja kayak gitu doang kok :-D. But, banyak hal yang terjadi di antara waktu-waktu tersebut. Eitss rahasia.
Ohya gue mo kenalin rekan-rekan kerja gue dulu. Pertama dari temen makan siang. Mereka yaitu Zul(Fisika ITB), Radifan(Ilkom UI), Oki(Fisika ITB), Taufik(SI UI), Indra(Elektro UGM), & Galih(Fisika UI). Biasanya kita makan di belakang kantor, satu tempat yang paling favorit adalah warung ST12. Kenapa dijuluki warung ST12, ya karena yang punya keluarga personilnya. Suatu hari gue pernah ketemu ama drummernya dan foto bareng wkwk. Terus ada temen main PES/FIFA di kafetaria kantor, mereka yaitu: Rudi(Fisika UI), Mas Bani(IF UGM), dan Tito(Elektro ITB). Tiga orang ini + Zul adalah fans fanatik Arsenal. Kita juga pernah dateng ke nonbar bareng Liga Inggris. Tapi tim favorit gue tetep Real Madrid.
Oke berlanjut ke tim project gue yaitu Tim SFA. Project leader gue namanya Mas Panjie(Telkom ITB), dia punya cita-cita ke Google suatu hari nanti, sebelum itu dia mau bikin banyak patent2 dulu di SRIN. Kemudian ada Yulia(Elektro ITB), di ITB dia fasttrack jadi dia udah S2 loh. Terus ada Afkar(IF Telkom),anak bekasi yang dikatain mirip Joshua. Dia jago banget, dan sering ngisi kelas SRIN Academy gantiin pemateri utamanya. Terus ada Dian (Ilkom UI) anak kelapa gading, wkwk. Nadya(TF ITB) dia baru-baru ini join sih. Zanky(Fisika UI),anak dakwah di UI dan berlanjut jadi imam di masjid GKBI wkwk. Udah tim develper gue isinya cuma bertujuh itu. Dan kami merintis suatu proyek baru di SRIN yang tentunya sangat menarik.
Dalam tiga bulan ini banyak hal yang gue dapetin di SRIN. Ilmu-ilmu baru, pengalaman-pengalaman baru, temen-temen baru, dan membukakan wawasan gue terhada dunia IT yang lebih luas. Ingin rasanya melanjutkan karir disini, tapi ada jalan lain memang yang harus gue ambil. Suatu hari nanti pasti gue bakal tetep inget, kalau dulu gue pernah bekerja di salah satu dari 20 R&D Institute Samsung di dunia. Terima kasih Samsung R&D Institute Indonesia!