❋ laut bercerita ; a review
not spoiler free ; an amateur book review!
“laut bercerita” merupakan sebuah buku yang menceritakan tentang hilangnya seorang mahasiswa secara tragis pada tahun 90-an—lebih tepatnya, biru laut, karakter utamanya—yang merupakan aktivis dari kelompok winatra. laut yang mengkritik pemerintahan dan memperjuangkan hak-hak rakyat indonesia dengan mengusung aksi-aksi di beberapa tempat. buku ini mendeskripsikan struggle mahasiswa indonesia di masa-masa pemerintah sangat opresif terhadap masyarakatnya, rakyat tidak sebebas sekarang dalam mengungkapkan opininya terhadap pemerintah. seperti yang kita tahu, klimaks dari ke-chaos-an dalam perlawanan rakyat terhadap pemerintahan di indonesia terjadi pada tahun 1998, tepatnya pada saat bapak soeharto turun jabatan setelah puluhan tahun menjabat sebagai presiden indonesia. pada saat itu juga biru laut dan teman-temannya menghilang. sebagian kembali selamat setelah disekap, sebagian meninggal secara tragis seperti biru laut.
aku gak biasa membaca buku sedih karena aku tipe orang yang menghindari hal-hal yang membuat aku merasa sedih, tapi karena rasa penasaran aku terhadap buku ini yang sering diusung di menfess literarybase (kudos to literarybase on twitter!) serta cover artnya yang menurutku menarik sekali—ya, aku salah satu orang yang definitely akan membaca buku just based on the cover—aku pun membaca buku ini. dan hasilnya? ya, buku ini berhasil membuatku menangis (because i’m a sappy girl okay please don’t come at me—i’m just THAT sensitive).
first thing first, this book really made me want to dig more about indonesian history. saudaraku dan pacarku yang benar-benar dig into indonesian history and stuffs like that serta membaca buku para penyair indonesia terdahulu bilang, kalau sejarah text book tidak sama seperti sejarah asli, and i kinda believe it. of course, no higher-ups want the dark history to be known. buku ini memberi aku perspektif tentang bagaimana aksi jaman dahulu oleh para mahasiswa dilakukan; betapa susahnya struggle mereka agar aksi mereka tetap terlaksana dan tidak terhambat oleh intel. really, kudos to all of the brave college students back then, and now. sebagai mahasiswa yang baru kuliah dari tahun 2018 dan melewati dua waktu dimana terjadi aksi mahasiswa, aku merasa kita sangat-sangat mudah untuk melaksanakan aksi dan mengajak massa tanpa dihantui oleh intel. bahkan sekarang banyak yang menggunakan aksi sebagai ajang untuk bikin konten, huft *geleng-geleng kepala* padahal dulu untuk menyuarakan keluh kesah saja susah banget! i love their adventures sebagai satu kelompok dan bagaimana mereka lari dari intel, menyewa kontrakan, deskripsi teman-teman laut, dan kehidupan orang jaman dulu yang masih menggunakan pager sebagai alat komunikasi. ada juga sedikit romansa dibalik semua ketegangan itu dan sisipan perilaku jenaka mahasiswa yang kocak. overall, i enjoyed the book.
even tho it’s enjoyable, i feel like there’s some unnecessary sex scenes inside the book. example: jani and laut’s kitchen sex scene? that sudden? aku merasa itu terlalu terpaksa. kalau ini buat nambahin api dalam hubungan laut dan jani atau untuk membuat reader merasakan bond mereka berdua, aku rasa ini bukan cara yang tepat. i like yearning stories!! how laut yearns for jani... *sighs* dan aku merasa gusti yang menjadi traitor tidak terlalu di-build up suasana ‘betrayed’-nya (dan bahkan aku bisa menebak gusti traitor-nya dari awal) jadi aku merasa gak terlalu kaget juga sih. and i kinda compare her writing style to eka kurniawan’s writing style and i noticed the jump in the timelines aren’t that smooth. but again, it doesn’t really matter and i enjoyed the book, overall. kudos to leila s. chudori!
kalau kamu ingin memahami lebih baik bagaimana perasaan keluarga yang anggota keluarganya hilang saat aksi ‘98, atau perjuangan mahasiswa aktivis dan bagaimana opressed-nya rakyat indonesia saat itu (which concludes that we gotta be grateful now because—demokrasi, baby! mereka berjuang untuk kita, remember history. always) laut bercerita adalah salah satu media yang sederhana untuk kamu yang belum merasa bisa baca buku sejarah yang lebih berat. selanjutnya, semoga keinginan kamu untuk mempelajari sejarah indonesia lebih lanjut bangkit karena buku ini! hihi <3
















