Review Buku "the Power of Kepepet" Part II
Salah satu cara memperkuat impian adalah dengan menginderakannya-> datagilah tempat anda bisa menginderakan Impian anda dengan sempurna
Semakin detail anda mempelajari, semakin kuat impian anda
Anda harus memiliki keyakinan yang bulat untuk mencapainya
Tanyakan ke pemilik usaha:
1. Brp omset sebulan
2. Bagaimana memulai usahanya
3. Modal berani malu, berani ditolak, asalkan tidak melanggar hukum dan keselamatan
Sukses dimulai dengan menghidupkan impian kita
Jika ingin menjadi the winner, hadapi masalah dengan senyuman, katakana pada diri sendiri “asyik, latihan lagi” dan jangan lupa mengatakan, "bagaimana harus bisa?!"
Cari tombol spiritual-> saat ‘down’, putar instrument anthem yang membuat semangat-> gunakan tombol tsb saat sedang down
Musuh terbesar mencapai tujuan adalah penundaan
Mulai dari usaha kecil. Lebih baik usaha kecil yang dimulai sekarang. Daripada usaha raksasa yang dimulai tahun depan
Ciptakan kondisi kepepet yang tidak mengizinkan anda untuk mundur
Jika saudara kembar anda (self talk) mengatakan, “Ah, besok aja, lagi males nih!” bentak kembali, “besok terus, besok terus, kapan mau suksesnya? Mulai sekarang!”
Setiap usaha itu bagus, asalkan kita tekuni dengan serius dan jalankan dengan benar maka usaha itu akan berbuah lebat!
Syarat utama menjual adalah memilih produk yang layak dijual alias sudah terbukti ngangenin.
Keunggulan dan diferensiasi dibandingkan dengan produk lain (jika ada pembanding)
Owner prefer cari reseller untuk kelancaran cashflow
Ingat hukum “ada semut, juragan gula datang” saat anda berhasil menarik keramaian, banyak penjual akan mendatangi Anda untuk titip barangnya dijual di warkop anda
Bangkrut bukan berarti kiamat, tapi kiamat sudah pasti bangkrut. Selama belum kiamat, jangan takut bangkrut!
Mindset->jangan sampai kawan terdekat Anda; membeli produk yang sama ke orang lain, gara2 dia lupa bahwa anda juga jual
Mentor saya pak Purdi E. Chandra, menggunakan cara-cara ‘otak kanan’ saat membuka cabang Primagama di suatu tempat yang baru.
Mulai: otak kanan
Berjalan: otak kiri (analisis hasil, penyesuaian strategi)
Semakin banyak pencitraan, semakin mencurigakan
You pay peanut, you get monkey (promosi bukan berarti membuang uang, bisa jadi mendapatkan uang, asalkan smart!)
Penyakit yang sering timbul saat mulai kaya adalah mengubah gaya hidup, yang ujungnya menaikkan biaya hidup. Mau beoi tunai sekalipun, yang Namanya materialisme itu nyandu. Sementara kejayaan kita belum tentu bertahan
Poles kelebihan kita, bukan kekurangan
Perilaku orang sukses: Tegas dalam memutuskan sesuatu. Mereka hanya memilih orang2 terbaik dalam timnya. Rekrut hanya orang2 terbaik.
Orang yang terbaik, tidak perlu diawasi, cukup diarahkan
Bekerja untuk kemajuan diri sendiri dan visi
Barangsiapa yang membagikan sebagian rezekinya dengan Ikhlas, maka rezekinya akan didatangkan dari mata air yang tak disangka-sangka
Banyak orang ‘lembek’ menjadi trauma dengan kejadian2 seperti itu dan menyebutnya ‘pil pahit’; saya lebih senang menyebutnya ‘vit kehidupan’
Barangsiapa yang bisa mengendalikan orang lain adalah orang yang kuat. Barangsiapa yang bisa mengendalikan diri sendiri adalah orang yang hebat -Lao Tzu
Siapa mentor yang layak? Yang jelas bukan kuat teorinya, tapi pengalaman di praktiknya
Sukses-> bicara, bukan bicara-> sukses
Apakah anda meninggal seperti seorang pejuang? Atau pecundang?
Bekerja untuk kemajuan diri sendiri dan visi anda
Kanan-kiri seimbang
analogi logika vs imajinasi, teori vs praktik, perhitungan vs keberanian, linier vs lateral
Bertumbuh organic adalah terbaik
Jangan overdosis-> kenali diri anda dan ukur kemampuan anda, jangan mengukur diri anda dari kemampuan orang lain!
Kalau di edisi jahiliyah, saya menganjurkan untuk diputar dahulu duitnya, tapi tidak setelah saya kena batunya dan batu itu melukai orang yang kita utangi, plus keluarga saya. Maksudnya begini, pas saya putarkan uang itu sebelum jatuh tempo, kemudian saya rugi, maka utang itu tak terbayar. Selain ada hak orang lain yang terpakai, juga menjadi beban hidup kami. Juadi saat saya bangkrut, saya juga membangkrutkan orang lain. Oleh karena itu slogan saya berubah dari “kalau bisa utang, kenapa tidak?” menjadi “bertumbuh organic adalah terbaik”
Jika anda tetap ngeyel untuk memenuhi kenaikan kapasitas produksi, maka ini saran saya:
1. Niatkan untuk memberi manfaat yang lebih luas, bukan untuk pemenuhan keserakahan. Jika untuk pemenuhan keserakahan, maka kondisi miskin lebih baik daripada kaya yang zalim
2. Negosiasi ke penjual mesin untuk dicicil dengan akad syariah
3. Jika bentuknya proyek, minta DP setidaknya menukupi untuk pembelian bahan baku dan biaya produksi. Jika retail, nego bayar mundur ke supplier atau cari distributor yang mau membayar DP untuk pemenuhan produksi
Ngaji yang benar (bersanad), biar nggak salah memahami bahwa “muslim harus kaya”. Kita diperintah untuk saleh, bukan untuk kaya. Adapun setelah kita sholeh, kita dijanjikan akan memimpin dunia. Jadi tujuannya saleh, bukan kaya. Paham?
You cannot live with yesterday’s standard and expect extraordinary income today!