Bukit Berbintang
12/11/2023 , aku duduk bersamamu, duduk di bukit berbintang, di depan entah berapa lampu rumah, jalan yang menyala, dan hanya ada satu bintang yang menerangi langit, sisanya kelam, aku rasa malam sedang berduka karena Palestine yang sedang bertarung melawan penjajahan.
saat kita menyanyikan lagu virgoun aku menangis. air mataku cukup tumpah. momen yang gak pernah ada di list rencana kita, bahkan tentang momen nyanyi bersama, dan ternyata kejujuran emosikulah yang menyadarkanku, setulus itu dirimu sampai lagu yang kita nyanyikan benar-benar menyentuh hatiku saat itu.
"kutuliskan kenangan tentang, caraku menemukan dirimu" bahkan paragraf pertama lagu itu air mataku langsung tumpah.. momen saat aku pulang dari purwokerto, aku yang rasanya kaya lagi ingin bunuh diri aja, momen aku videoin kereta. aku baru sampai kantor kakak mau pulang, kita papasan sambil sama2 pakai masker.. tanpa sepatah apapun. kita cuma papasan. aku masuk ke mess, kakak pulang. kak, makasih ya udah hadir di hidupku. kamu adalah wujud nyata baiknya Tuhan kepadaku, wujud nyata keajaiban Allah itu nyata. >20 list kriteria yang pernah ku tulis semua ada di kamu. mungkin orang2 akan terheran2 apa istimewanya kamu sampai aku bisa menyatakan hal ini? tapi, Allah yang Maha tahu isi doa dan curhatku yang ku rapalkan dalam beberapa momentum yang tak terlupakan.
caramu berbicara mengajarkanku agar menjadi pribadi lebih sopan, lebih sabar tanpa menggurui.
kak, satu2 nya penyesalanku adalah, kamu datang di saat energiku sedang tertatih2. hampir seluruh dunia tidak mengetahuinya, namun melalui tulisan ini sekarang, aku mengakuinya.
lagu surat cinta untuk starla, lagu bukti, saat kita bernyanyi bersama, yang membuat gengsiku runtuh, aku yang gapernah bilang cinta sekalipun ke kamu kak, namun akhirnya terkuak oleh air mata dan hidung pilekku yang buat suaraku bindeng saat nyanyi.
energiku habis. aku hampir mati dari dalam, aku kehilangan arah. aku menjauh dari hampir seluruh orang, karena kepercayaanku yang dihancurkan beberapa orang terdekatku, karena kegagalan yang menghajarku tanpa ampun, aku yang hampir tidak punya apa-apa lagi, hampir setiap hari aku hanya bercerita di balkon menatap bulan, bulan di momen kala itu adalah satu2nya sahabat terbaikku, bulan beserta angin adalah perantara doaku pada Allah sebelum aku bertemu kamu. tentang ini, aku belum pernah cerita ke kakak. karena.. aku gengsi, ternyata arti nama belakangmu bulan juga ya? tiba-tiba kamu datang. beserta ketulusanmu dan hati baikmu yang mungkin gak akan pernah aku temukan lagi di laki-laki lain.
terima kasih untuk hari bersama setiap harinya.
aku pernah berkhayal akan merintis bisnis bersama pasangan. dan kakak hadir dengan knowledge beberapa bisnis kakak yang bahkan sudah bisa membantu uang pensiun ayah kakak. aku pernah berkhayal jogging bersama pasangan. ternyata kakak punya hobi yang sama, lebih kuat lari jauhnya dariku. aku pernah berkhayal Allah anugerahkan pasangan yang sudah selesai dengan masa lalunya, dan kakak laki2 yang gak pernah pacaran sekalipun. aku pernah berkhayal punya pasangan yang pintar, dan tim kakak bahkan menjadi pemenang emas pimnas karsa cipta di masa kuliah kakak, dengan prestasi kakak lainnya. aku ingin tetap memiliki jiwa pahlawan.. dan kakak hadir dengan nama panggilan sargeant dari sahabat2 terdekat kakak. kakak yang support impian2ku.
bahkan di part aku merasa paling gak layak, kakak menerimaku. perasaan bersalah yang mungkin gak akan pernah terlupakan. kakak gapantes ketemu aku di saat seperti sekarang. satu2nya doa yang tidak terkabul, padahal aku berkhayal bertemu pasangan saat aku sudah menjadi versi terbaik diriku.
kakak yang selalu make sure apa aku happy, dan mencari segala cara agar aku bisa bangkit lagi. orang2 kantor yang tahu seberapa effort kakak.
kak, aku pikir aku yang gak layak, ternyata memang kakak yang memiliki hati mutiara.
kak, apapun yang terjadi di depan, aku ikhlas.. karena seberapa baik kakak, ketakutanku gapernah bisa berhenti menghantui.. tapi untuk setiap momen bersama kakak dengan kebaikan kakak, akan selalu kusyukuri dalam-dalam.
aku baru bisa berani menulis ini di blog, karena kedua ortu kita sudah perkenankan merestui. semoga Allah juga meridhai usaha dan doa kita.











