Pelayanan Stasiun KAI — baca sampai akhir
[tulisan ini akan dirapihkan secara berkala karena dibuat otodidak setiap harinya]
sekitar awal tahun 2024 ini gue kehilangan HP di stasiun Jatinegara. Saat itu gue pulang dari Jogja ke Jakarta bareng K (panggilan gue ke cowok gue), kami sampai sebelum subuh. Saat subuh tiba, gue shalat subuh bergantian dengan K, karena tas + koper yang kami bawa cukup besar jadi perlu dijaga bergantian.
sambil menunggu K gue charge HP yang ada di fasilitas stasiun. gue kesulitan menancap charger ke colokkan, tiba-tiba ada ibu-ibu yang duduknya dibelakang gue berinisiatif membantu gue mencolokkan HP dan akhirnya HP gue berhasil di-charge.
ibu tsb tidak menjawab, gue coba mengulangi lagi.
“iyaa samaa2” suaranya seperti terdengar ceria dan tulus.
karena itu pertama kalinya gue charge HP di stasiun Jatinegara, gue sedikit was was dan sesekali menengok ke serong belakang gue untuk memastikan HP gue aman.
sekitar 15 menit kemudian K datang, dan dengan tenang gue langsung meninggalkan tempat menungu tersebut untuk shalat subuh.
gue ke toilet sebentar karena kebelet pipis. sempat terpikir tentang HP, tapi dengan polosnya gue berpikir “oh ada ibu-ibu tadi paling juga jagain, ada K juga”, gue menganggap K notice ada HP gue di dekat dia sedang di charger.
selesai sholat, betapa terkejutnya gue HP gue udah raib, beserta chargernya ..
ternyata K tidak notice kalau HP gue di charge dekat dia duduk.. dan gue juga lupa memberitahu..
gue mencari ibu-ibu yang membantu gue mencolokkan HP, sudah tidak ada.
ada beberapa orang yang duduk di fasilitas menunggu + charger di stasiun tersebut, gue coba menanyakan HP gue beserta ibu2 berkerudung merah yang sudah ada.
kata salah satu dari mereka, saat mencoba mencolokkan charger ibu itu juga mencoba menawarkan bantuan, tapi beliau menolak karena sudah curiga dengan ibu tsb.
salah satu lainnya, bercerita kalau ibu-ibu itu sempat memasukkan HP dari tempat charger ke dalam tasnya (sayangnya dia ga melihat jelas case HP nya), dan beliau melihat ada HP lain di dalam tasnya dengan case HP hello kitty.
gue speechless coy, soalnya baru resign eh kena perkara HP hilang. K menenangkan gue, dan bersikeras mengantar gue sampai ke rumah saudara gue di depok, meskipun gue menolak, tapi dia kekeuh.
sebelum makan dan pulang, gue dan K menghampiri petugas KAI untuk melapor seputar HP.
gue sempat skeptis, karena biasanya kasus HP itu disepelekan oknum polisi, dan kayaknya gak bakal ketemu juga.
tapi ya gapapa, gue suka experience, gue pingin tahu juga bagaimana respons petugas KAI dalam handle persoalan ini.
akhirnya kami di bawa ke sebuah ruangan, gue ditanya2 tentang ciri-ciri HP, dan diminta menuliskannya di secarik kertas yang diberikan oleh petugas.
gue juga menceritakan kronologi kejadian, dan kecurigaan beberapa orang di lokasi kejadian terhadap seorang ibu berkerudung merah. dan gue juga menceritakan ciri-ciri ibu-ibunya.
sebagai info guys, di area charger stasiun jatinegara itu tidak ada cctv. ada tapi jaraknya agak jauh, sangking jauhnya hanya berukuran kecil saja jika kita sedang terekam di sana (jadi hati-hati kalau charge HP di fasilitas publik yah karena cctv belum tentu ada di dekat situ, kalaupun ada belum tentu aktif/ bisa jadi off/rusak, atau kalaupun tidak rusak khususnya di KAI itu ada kebijakan izin ke pusat dulu dan proses pengajuan cek cctv juga gak sebentar).
gue sempat protes, kenapa mau cek cctv aja gabisa langsung, padahal cctv di stasiun jatinegara, tapi mau cek harus nunggu izin di pusat dulu, karena katanya rekamannya di pusat, jujur gue kurang paham kenapa (?)
dan ketika K mau coba track lokasi HP gue lewat laptop, laptopnya udah low batt, dan di ruangan tsb colokannya gak nyala semua, meskipun udah dibantu petugas menyalakan. disana ada komputer tapi otomatis juga ga nyala.
nah barangkali pihak KAI membaca ini, sekiranya bisa lebih ditingkatkan untuk fasilitas petugasnya agar berfungsi untuk memudahkan petugas cek komputer/charge HP di ruang mereka.
meskipun begitu gue salut oleh service para petugasnya. mereka itu kayak serius banget handle persoalan kehilangan HP gue. sama sekali gak menyalahkan gue (meskipun dalam hati gue sambil mencerna hikmah dan apa pelajaran agar gue gak mengalami hal ini lagi), mereka cenderung fokus pada analisa penyebab dan solusi.
akhirnya kami mendapat hasil cctv dari pusat. ada foto gue yang duduk sebelum pergi shalat subuh, dan ibu-ibu berkerudung yang duduk di belakang kanan gue.
akhirnya kami juga menerima berupa rekaman screenshot ibu-ibu tersebut saat meninggalkan TKP dan mau keluar stasiun. gue bilang iya betul itu ibu-ibunya pak.
akhirnya, petugas memberikan secarik kertas hasil tulisan gue tentang ciri-ciri HP hilang yang sudah ditanda tangani juga oleh petugas.
“kalau pelaku sudah ketemu kami akan hubungi kakaknya yakak, ada nomor yang bisa kami hubungi nanti kak?” K memberikan nomor HPnya ke petugas.
gue sempat pesimis gak akan dihubungin.. dan yaudahlah.. meski abis dari stasiun gue masih nangis sebentar wkwk
sebulan.. dua bulan.. berlalu, gue lupa bulan keberapa yah setelah kejadian, intinya sore2 K mendapat telpon dari petugas
“pelaku sudah kami tangkap, sekarang di ruangan petugas”
tapi naas, HPnya sudah gak bisa diselamatkan, alias udah dijual dari awal di curi oleh pelaku.
yap, benar, ibu-ibu yang ‘tampak’ ramah saat mengeksekusi kejadian tersebut.
ternyata ibu-ibu tersebut adalah seorang PSK , dan tas yang dia bawa kemana-mana itu tas dia untuk pergi2, ibu-ibu tersebut mengaku tidak punya tempat tinggal, isi tas yang digeledah oleh petugas juga banyak banget baju dan barang seolah ibu-ibu tsb terluntang lantung (pdhl ibunya make up an guys dan bajunya rapih gak kaya gelandangan).
btw tau darimana PSK? saat petugas cek isi HPnya, riwayat chat dengan pelanggan.
back to topic, karena saat penangkapan pelaku gue di jogja, alhamdulillah banget sepupu gue bisa bantu untuk datang ke lokasi (krn petugas bilang korban/wakil wajib ke lokasi)
karena HP udah raib, si ibu-ibu juga hidup terluntang lantung, setelah diskusi dengan K, dan sepupu gue via telpon, gue memutuskan untuk meminta petugas menyita HP si ibu; karena kata sepupu gue, petugas cerita ke dia kalau modelan ibu2 ini (pencuri) disuruh ganti biasanya abis dilepas dari penangkapan langsung kabur hilang gak akan ganti juga.
btw HPnya itu kayak HP jadul guysss yg enteng banget gitu tahu kan yah duh nanti gue sisipkan foto HPnya deh.
karena masih terlintas simpati, awalnya gue bilang, atau gini aja, kalau ibu memilih ngasih HP nya, ibu masih bisa akses kereta di stasiun. tapi kalau gak mau kasih HPnya, ibu gak bisa akses kereta lagi.
pas gue titip pesan seperti itu lewat sepupu gue, ternyata kata sepupu gue kebijakan petugas adalah pelaku pencurian yang sudah tertangkap tidak akan diberikan lagi akses kereta guys :(
antara kasian tapi dia aja gak kasihan sama gue, padahal kalau diinget2 gue bilang makasih sampai 2x loh ke ibu tsb pas gue menerima bantuan colokkin charger HP..
akhirnya HP nya disita petugas deh guys, dititip lewat sepupu gue.
makasih sepupu, K, dan petugas KAI :’))
wahai polisi2 indonesia, mohon dicontoh ya keseriusan petugas KAI dalam menangani kasus di wilayahnya. thank youuu
-chaerun nabila firdaussy (ssy)