SUATU HARI DI BUMI DATAR (bagian ke-2) Ada yang teriak mati syahid, tapi keluar pesawat aja pake kencing di celana. Ada yang di dunia maya galaknya seperti singa, disamperin langsung berubah jadi unta tak berdaya. Ada yang dikit2 lapor kayak anak manja. Kalau ditanya, jawabnya selalu "Fitsa Hats, Fitsa Hats.." Saya gak ngerti, mungkin itu sejenis mantra. Atau karena giginya sudah gak ada, sehingga yang keluar dari bibirnya udara semua. Ada beberapa orang yang saya tahu berasal dari planet abrakadabra. Mereka datang ke bumi datar karena ingin belajar. Sampai di sana, mereka malah didaulat jadi pengajar. Ah, macam mana. Sungguh awalnya saya ingin tinggal di sana. Tapi akhirnya tidak jadi karena saya ngeri. Di sana minum kopi bukan seruput seperti biasanya. Tapi diminum secangkir-cangkirnya. Ah, ternyata lebih enak di bumi bulat. Di tempatku semua normal dan apa adanya. Berbeda malah menjadi sesuatu yang indah. Tuhan kami sama, hanya cara menyembahnya saja dengan banyak cara. Itulah bukti bahwa Tuhan itu Maha Kuasa. Tapi perlu sekali2 mampir ke bumi datar. Supaya kita paham, bahwa menjadi waras di sana adalah kegilaan yang sebenarnya. Seruputt (tamat) www.dennysiregar.com #BelaAkalSehat #SalamWaras #StopDungu (di Pusat Pemberdayaan Akal Sehat)







