Tentang ekspektasi dan mimpi
Dunia ini bekerja tidak selalu seperti apa yang kita pikirkan dan angankan. Tentang sebuah ekspektasi yang mendorong mu menjadi orang yang lebih produktif dan kreatif adalah sesuatu hal yang baik. Tapi, disaat itu juga dirimu akan bisa kehilangan dari makna ekspektasi itu sendiri. Kapan itu bisa terjadi? Ketika kamu merasa kecewa karena ekspektasi tidak bersambut dengan kenyataan.
Jadi kita sering bohong dengan diri, kita ketika berkata " ya ekspektasi tidak selalu sesuai dengan kenyataan kan..?" Pernyataan itu memperlihatkan Seolah kita paham betul akan itu. Padahal Ketika dihadapkan hal tersebut, kita hanya bisa menangis dipojokan.
Lemahnya hati dan jiwa, beratnya dalam menerima realita yang tak sesuai ekspektasi harusnya makin membuat kita semakin pahan rule hidup ini, aturan main hidup ini. Apalagi ini sifatnya berulang. Iya karena sejatinya, ekspektasi itu energy baru, bukan seperti baju atau mobil yang baru dicuci! Tapi baterai yang baru dibeli. Kebayang kan besarnya energinya, atau saat kita punya gadget dengan baterai health 100%.
Lalu salahkah kita berekspektasi? Gak kok, sudah Allah ciptakan hal tersebut untuk menjadi bagian dari sebuah upaya untuk meraih sesuatu. Kita hanya perlu berlatih mengolahnya saja. jadi gak perlu takut buat berekspektasi. Selagi kamu bisa tertawa ketika sesuatu tidak sesuai ekspektasi, berarti kamu masih dalam ambang batas yang aman.















