Kita ga akan pernah tau kapan bahagia akan datang dan kapan kesedihan akan berkahir. Yang ada hanyalah bagaimana kita siap menjalani dua hal tersebut secara tidak berlebihan.
Kesedihan atau bahkan cobaan hidup yang di alami setiap manusia berbeda2. Orang lain tidak akan pernah tau bagaimana menjadi “kamu” yang mengalami kesedihan itu. Orang lain hanya bisa mendengarkan dan belum tentu merasakannya. Namun setiap beban hidup tak kan bisa di redam sendiri. Berbagilah dengan orang yg kau percaya atau sahabatmu. Cukup dengan mendengarkan saja. Dan memelukmu dengan tulus. Bisa jadi beban yang kau pendam sendiri itu akan berkurang.
Lantas bagaimana dengan kebahagiaan? Bahagiamu orang lainpun belum tentu merasakannya. Yang ada orang lain hanya ikut serta dalam kebahagiaanmu tersebut. Ikut serta bukan berarti dia bahagia juga. Namun setidaknya ia telah menghargai kau yang merasakan kebahagiaan.
Pernah mendengar istilah Tegar? Menjadi tegar itu tak semudah apa yang orang2 katakan, “Tegarlah, setiap cobaan pasti ada hikmahnya.” Ya benar memang setiap jalan Tuhan yang berputar dihidupmu, tuhan selalu memberikan hikmahnya. Tapi taukah kau semua itu akan menjadi proses panjang sehingga dapat memunculkan pemahaman yang baik atas 1 kata (Tegar) tersebut.
Selain Tuhan tempat mengadu. Kau juga punya keluarga dan sahabat tempatmu menuangkan keluh kesah hidupmu. Selain itu kau juga punya otak untuk bekerja dan berfikir keras menerka - nerka jawaban atas segala teka teki yang Tuhan berikan di setiap ujianNya.
Di dunia yang sementara ini hanya bisa berharap Tuhan tidak memberi cobaan melebihi kapasitas setiap hambaNya. Hanya bisa berharap matahari cepat datang lagi, mengusir mendung yang mengurung diri. Hanya bisa berharap akan selalu ada bersyukur apapun yang Tuhan beri. Hanya bisa berharap kebahagiaan setidaknya bisa kembali dan betah berlama2 untuk tetap berada disisi.
Pekanbaru, 21 Agustus 2015