Mendidik Anak (10)
Semangat pagi bundaa.. sudah menyiapkan bekal romadhon? Ingat yaa romadhon 23 hari lagi, jangan lupa bimbing anak-anak untuk puasa sunnah sya'ban. (: —Tips untuk bunda cerdas dan bunda kece pagi ini.
seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from Russia
seen from China

seen from Spain

seen from Spain
seen from Australia
seen from Austria

seen from France
seen from Japan
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from Poland
seen from Jordan

seen from Poland
Mendidik Anak (10)
Semangat pagi bundaa.. sudah menyiapkan bekal romadhon? Ingat yaa romadhon 23 hari lagi, jangan lupa bimbing anak-anak untuk puasa sunnah sya'ban. (: —Tips untuk bunda cerdas dan bunda kece pagi ini.
Mendidik Anak (8)
Kecacatan pada anak, itulah yang terkadang dapat menyebabkan rasa minder pada si anak. Bahkan sangat dimungkinkan bahwa orang tua juga mengalami hal serupa (depresi) ketika mengetahui kondisi sebenarnya. Tahukah kau bunda bahwa Allah tidak melihat tampilan fisik kita? Maka dari itu, teruslah beri motivasi dan galilah potensi mereka yang sesungguhnya. Fokuslah pada kelebihan, tak peduli pada kecacatan fisik si anak. —Pesan untuk bunda keren dan bunda cerdas, dari Al Qur'an surat alHujurot ayat 11.
Mendidik Anak (5)
Tidak membiasakan diri untuk membeda-bedakan anak. Dalam hal berinteraksi dan pemberian kasih sayang. Agar anak tetap percaya diri dan tidak menimbulkan rasa takut, malu, minder, mengucilkan diri dan menangis.
—Tips untuk bunda cerdas dan bunda keren dari hadits riwayat Tirmidzi dan hadits riwayat Bukhori dan Muslim dari an Nu’man bin Basyir.
Mendidik Anak (2)
Lemparkan pelana ke atas kuda, dan pasang tali kekang padanya
Lantas kenakan topi besi di kepalaku, dan berikan kepadaku sebilah pedang.
Kapan bisa kucari, jika aku tak mencari rezeki sejak kecil?
Aku akan berkelana keliling dunia, dan mencari yang halal, bukan yang haram
Semoga keberangkatanku ini dapat lenyapkan kemiskinan, atau menemui kematian.
—Bunda, mari mendidik anak tentang keberanian sejak dini. Agar mereka tak menjadi minder dan rendah diri (:
Karena Tak Bisa Kubahasakan Lewat Lisan, Akan Kutulis Bait-Bait Panjang
Entah mengapa
Serangkai Kata
Bahkan bukan hanya saat ini Bisa saja kemarin atau jua nanti Bukan karena tak peduli Terlebih karena lisan sedang terkunci Kata-kata itu sudah habis terpatri Berbaris rapi dalam rangkaian pada lembar putih Bukankah itu cukup membuatmu, membuatku, membuat mereka mengerti, memahami? Bahwa rangkaian kata itu menanti
Memang Bukan Untuk Saat Ini. Percayalah Hasil Itu Pasti Kau Nikmati. Nanti.
Investasi
Untuk Sejenak
Untuk sejenak. Kumohon bersandarlah di atap. Untuk sejenak. Jika tak ada atap kumohon bersandarlah pada alas rerumputan di muka bumi ini. Untuk sejenak. Kumohon pandanglah langit. Untuk sejenak. Keluarlah sekarang juga untuk memandang langit. Bukankah kita sedang melihat langit yang sama sekarang? Langit penuh taburan bintang. Seperti roti yang pernah kau hadiahkan untukku. Roti penuh taburan chococips kesukaanku. Ingatkah kau saat-saat itu? Ah entahlah, Bahkan mungkin kau sudah melupakannya. Lupa masa indah kita. —Kabur dari bumi, sejenak melayang ke langit