I’m Just Stuck in My Past
Aku melepasmu bukan karena aku bosan. Aku melepasmu pun bukan karena aku marah. Aku hanya melihatmu bukan sebagai kamu, tapi sebagai dia. Potongan-potongan cerita yang kau buat denganku, tak lain sama dengan yang kubuat dengannya. Aku menyadarinya kini. Bukan dirimu yang ada di pikiranku. Bukan dirimu yang ada di hatiku.
“Kenapa ?”
Kalimat itu yang kau tanyakan pada akhirnya. Ketika ku jelaskan semua pun tetapi kata mengapa yang keluar dari mulutmu.
Aku terdiam dan menunduk. Bingung bagaimana mau menjelaskannya kembali. Sementara kau melihatku dengan sorot mata yang begitu tajam, dalam dan tak percaya.
15 menit. Aku masih menunduk dan terdiam. Kau pun masih menatapku.
35 menit. Kita masih dalam posisi yang sama
1 jam telah berlalu. Tak ada perubahan. Akhirnya kau ikut menunduk dan kita berdua menunduk. Menunggu.
Aku tau kau resah dengan keheningan ini dan aku pun resah dengan kebisuan ini. Aku tak tau mau mengatakan apa, tapi aku mencoba untuk membuka mulut ini. Hanya untuk menghilangkan keresahan diantara kita.
“Aku mencintaimu bukan seperti kamu mencintaiku. Aku mencintaimu untuk membawaku kembali ke masa lalu. Aku tak bisa bertahan mencintaimu kalau itu bukan kamu yang kucintai. Maaf, aku belum bisa lari dari masa laluku.”
Aku tidak mengerti apa kau mengerti yang kuucapkan. Hanya saja setelah itu kita kembali terdiam










