Bahagia itu karena kita memberikan rasa bahagia kepada orang lain
Cakbudi_
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Singapore

seen from United States
seen from Singapore

seen from United States

seen from Singapore

seen from Canada

seen from Singapore
seen from China

seen from Türkiye
seen from China
seen from Italy
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Ukraine

seen from China
Bahagia itu karena kita memberikan rasa bahagia kepada orang lain
Cakbudi_
#Rensta #Repost: @cakbudi_ via @renstapp ··· “ Bantu Share #wonogiri Keluarga ini namanya ibu samiyem dan mbk suyati.Mb suyati yg dari kecil cacat fisik.Karena tdak ada biaya hanya sekolah sampe SD.Bapaknya blum lama meninggal krena sakit jg lama.jd yang mencari nafkah mb samiyem yang hanya buruh serabutan saja, apalagi kondisinya sudah tua, tenaganya tidak laku lagi. Mereka berdua tinggal di sebuah desa Alamat Sumber rt 02 rw 06 Sumberagung.Batuwarno.Wonogiri.Jateng. Bagi sahabat yang berdomisili di Wonogiri dan sekitarnya sambangi beliau berdua yaa, semoga di akhir hayat mbah Samiyem bisa tersenyum bahagia. . . #suisbapeduli ” cc: @explore_wonogiri @pesonawisatawonogiri @wonogiri
Cc bu Bupati @bundabadingah Mbah Ramiyem namanya hidup sebatang kara tinggal di gubug tua berukuran sangat kecil makan pun dari tetangga yang iba sama si mbah. Mbah Ramiyem tinggal di Desa Sentul Kanigoro,Saptosari gunung Kidul. Jogjakarta arah pantai Ngedan mbah ramiyem . . Mari RINGANKAN hati ULURKAN tangan bantu sesama yuk! . Bantu mbah Ramiyem punya tempat tinggal yang layak, agar di sisa usia beliau terukir senyum bahagia. . . #suisbapeduli
PROGRAM BEDAH RUMAH SELANJUTNYA TEMPAT TINGGAL MBAH NGATIRAH . . . SHARE #JOGJA . . RINGANKAN HATI ULURKAN TANGAN BANTU SESAMA YUK! 😚 Beliau adalah Mbah Ngatirah 80 th, yang tinggal di dusun Gedad Rt 09.rw 07 desa Banyusoco, Kec. Playen, Gunung kidul, Yogyakarta. Nenek sebatang kara ini hanya bisa pasrah dengan hidupnya, yang makan sehari-seharinya bergantung dari belas kasihan warga. Apalagi akhir-akhir ini beliau sering sakit-sakitan karena usianya yang sudah renta. Kondisi tempat tinggal beliau pun juga sangat memprihatinkan, sudah miring dan mau roboh, tidak ada barang berharga di dalamnya, lantainya masih tanah, ruang dalam rumah juga berantakan, lembab dan bau. Dinding yang terbuat dari anyaman bambu juga sudah berlobang-lobang, betapa dingin bila malam hari apalagi kalau hujan datang karena atap banyak yang bocor. Sungguh membuat hati ini menjerit melihat kondisi mbah Ngatirah, jalanpun sudah tertatih-tatih, semoga banyak yang terketuk hati membantu beliau, setidaknya tempat tinggalnya menjadi layak huni buat si mbah. Doakan ya agar semua niat baik ini bisa terwujud membuatkan rumah buat Mbah Ngatirah Mari bergandeng tangan bersama @cakbudi_ #suisbapeduli untuk meringankan beban hidup saudara-saudara kita yang kurang beruntung, setidaknya bisa terukir senyum bahagia di sisa usia mereka yang sudah senja. . . Info real mbah Ngatirah hubungi @cakbudi_ . CP : 081231939298 . . #suisbapeduli #mbahngatirah
#Repost @cakbudi_ with @repostapp ・・・ BERDOALAH SEBELUM BEPERGIAN, SEMOGA ALLAH SELALU MELINDUNGI KITA.. . . Tetap selalu berhati-hati dan waspada saat dijalan raya... 😧😩😩 . . SAMPAIKAN PESAN INI KEPADA SAHABAT-SAHABAT, SAUDARA-SAUDARA KITA AGAR SELALU BERHATI-HATI SAAT DI JALAN RAYA YAA.... . . By akuaslimedan . . #suisbapeduli
Ahmad Irwan biasa disapa Amat hanya bisa berteduh di dalam sebuah bajaj. Setiap hari ia ikut berkeliling bersama ayahnya, Riwahyudin. Sudah 12 tahun, Amat & Riwahyudin tinggal di dalam bajaj. Pekerjaan orang tua Amat sebagai sopir bajaj ngga cukup untuk membayar biaya kontrakan. ⠀ "Ya sekarang mau ngontrak gimana, mau makan aja susah. Sekarang setoran bajaj aja udah 150 ribu, belum buat ngisi gasnya, udah gitu ketemunya macet," ucap Riwahyudin, ayah Amat. Tak jarang, siswa kelas 2 SD itu tertidur lelap di dalam bajaj. Kemana pun Riwahyudin pergi, kesana pula Amat ikut bersamanya. Baju-baju hingga perlengkapan sekolah Amat selalu disimpan di bagian belakang bajaj. Ya, bajaj inilah satu-satunya harta berharga bagi Amat & Ayahnya. ⠀ "Sedih, kehujanan. Terus bapak nyari duit buat saya. Pengen kerja ikut bapak," ujar Amat kepada NET. Ibu Amat udah meninggal dunia. Sejak ibunya tiada, Amat dirawat sendiri oleh ayahnya. Meski hidup dalam kesusahan, ayah Amat adalah sosok yang pantang menyerah. ⠀ "Satu pun nggak ada yg bantu. Walaupun sakit, saya nggak mengeluh, nggak pernah kecewa. Semua saya jalani apa adanya dengan izin Allah. Saya percaya itu," tambah Riwahyudin. Riwahyudin akrab disapa Iway biasanya mencari penumpang di samping Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Di mata rekannya, sopir bajaj berusia 54 tahun ini adalah sosok pekerja keras. ⠀ "Dia semangat, kerja melulu, rajin banget," kata Sutrisno, sahabat Riwahyudin. Jika melihat hidup Amat & ayahnya sekilas nampak berat. Pendapatan yang serba nggak pasti & bajaj yang disulap menjadi tempat tinggal. Tapi itulah kenyataan yang harus mereka jalani. Satu yang membuat Amat & Riwahyudin bisa melewatinya adalah hidup sederhana tapi bahagia. ⠀ "Saya nggak punya impian. Yang penting saya mendidik anak saya kelak menjadi anak yang beriman dan bertakwa, itu harapan saya," ucap Riwahyudin. . By @indozone #suisbapeduli . ========================= Yaa Allah lindungilah mereka di manapun berada,, limpahkan rezeki-Mu yg barokah kepadanya,,,,Aamiin ya Robbal, Alamiin😢😢 (at Winongan, Jawa Timur, Indonesia)