Menikmati sepotog senja ditemani Rindu yang Tergesa-gesa di pinggiran sungai kota sedikit membuat bahagia meski tanpa ada kau didalamnya.. -Mengutukmu- Menyebalkan juga menjadi satu-satunya yang paling naif: memercayai segala ucapan manis.katamu dulu aku satu-satunya,bualmu dulu akulah yang terbaik.gombalmu dulu tidak akan mencari cinta yang lain hanya aku,hanya padaku,hanya untukku.coba saja dulu logikaku tak begitu lumpuh,termakan omonganmu,sepertinya aku takkan sekenyang ini.ah,tetapi jatuh cinta mana yang logika seratus persen waras.pada segala omonganmu aku iya-iya saja. Seperti yang benar,selama ini berlagak setia.nyatanya mendua juga.dasar tak pernah puas.apa tak cukup aku saja? Apa aku tak berhasil membuatmu tidak berniat mencari yang lain? Atau,memang intuisimu cenderung harus memimiliki pegangan lain? Aku penasaran,jika aku menuruti semua maumu termasuk mengabulkan segala bayangan kriteria wanita idaman,apa aku akan tetap kamu tinggalkan? Dasar bajingan. Sebegitu tidak berartinya aku untukmu, Sampai-sampai kamu melirik kanan-kiri membandingkan aku ke sana-kesini demi mendapatkan yang lebih dari aku. Padahal yang memiliki cinta setulus ini hanya aku. Kamu hanya tidak menyadarinya. Aku ingin tahu,setelah kamu mengkhianati aku adakah terbesit setitik saja sesal? Penyesalan yang tiba-tiba muncul ketika tidak kamu temui wanita yang setabah aku dalam menerima segala kurangmu,atau ketika tidak kamu dapati wanita yang sehebat aku mencintaimu meski yang kamu beri tak lebih dari sekedar rasa sakit,di pribadi lain. Lebih dari segala rasa ingin tahu dan penasaranku,aku ingin kamu mengakui,mencintaimu akulah salah satu yang terbaik.lebih kejam dari itu,aku ingin mengutukmu menjadi pria paling sial karena sudah berani-beraninya menyia-nyiakan aku,aku ingin kamu menyesali aku sepanjang masa,selamanya. #ReviewRyT #Senja #sungaikota #latepost #happyaja







