BELA ISLAM III : Melesatkan doa menuju langit semesta · · Gema takbir melesatkan doa menuju langit semesta dan membuka lebar sebuah tabir. Ya, tabir antara manusia, semesta, dan kehidupan dengan Maha pencipta segala. Barangkali kejadian demi kejadian di akhir-akhir ini memanglah harus terjadi. Sebab, dengan adanya berbagai persoalan ini, ummat muslim seluruhnya bersatu padu dalam barisan ukhuwah. Sesiapa pun yang dalam hatinya masih punya iman, tentu ia akan melawan, mengutuk, dan marah ketika kitab sucinya, al Qur'an, dinistakan. Begitu pula ketika para ulama, habaib, dan ustadznya dilabeli sebagai para pembohong, tentu ia tak 'kan tinggal diam. Ia akan melesatkan langkah menuntut keadilan, hukum, dan keseimbangan ditegakkan. Aku; sebagaimana muslim lainnya yang tergerak hatinya untuk turun jalan menuntut keadilan. Aku turut merasa terdzalimi dengan hukum institusi saat ini. Aku merasakan kejanggalan demi kejanggalan tergelontorkan begitu saja di akhir-akhir ini. Ada apa gerangan dengan hukum negaraku saat ini? Ah, sesungguhnya kebobrokan itu nampak begitu jelas. Barangkali hanya untuk orang-orang ikhlas yang membuka hatinya dan menerima kebenaran sesungguhnya yang tahu jelas. Entahlah apa yang terjadi dengan orang-orang yang memilih diam dan membisu. Aku tak mau melabeli siapa pun juga. Jelasnya, aku hanya akan melabeli orang-orang yang tak memperlakukan al-Qur'an dengan baik. Keras mengatainya sebagai alat kebohongan atau kitab yang berisi kebohongan. Aku dengan tegas akan melabelinya sebagai penista durjana. Tangkap dan penjarakan siapa saja yang menista agama. Tegakkan keadilan setegak-tegaknya. Akhukum, @agoytama | 2/12/2016 | aksi 212 #superdamai, Balai Kota, Malang | abaikan kuliah, karena ada yang lebih mulia daripada apa pun saja yang harus dibela. #agoytama #puisiideologis #penarevolusi #belaquran #belaislam #ruangrasa #ruangtunggu #semestarasa #perjalananrasa #puisi