Sebut saja aku brengsek
Mengaku sayang kepadamu, menjalin komitmen bersamamu, namun masih saja aku tak bisa seutuhnya berpaling dari dia dan dia. Sering kali ku buat kau merasakan gejolak sakit di dada perihal cerita ku dengannya di masa lalu. Kurang bersyukur apa aku memilikimu yang sabar menghadapi kelakuanku? Yang selalu mengalah dengan ku yang seperti anak kecil ini. Ntahlah, kalau boleh jujur, aku belum seutuhnya sayang. Dan sebab itu, aku tak pernah memaksa kau untuk terus bertahan dan berjuang, pun ku tak menyuruh pergi. Membingungkan bukan? Ya karena bagiku untuk berjuang bersama mu saja aku masih perlu pikir panjang, dan untuk kehilanganmu aku masi tak sanggup untuk tak meradang. Dari ku dengan segala rasa maaf, Norma. Di tengah hujan rintik kota Surabaya











