Delta Plaza kemarin. . .
February, 6th 2014.
Kali pertama aku datang ke Delta Plaza untuk belajar dengan adik-adik yang ada disana, yah mungkin karena aku agak bosan dengan suasana di Bungkul, sembari ingin menyegarkan pikiran. Lalu aku bertemu dengan Rahma dan Fano, tampak ibu mereka memarahi mereka karena mereka (mungkin) sedang kurang semangat untuk menjualkan koran mereka hari itu. Walau ini baru kali ke 3 ku bertemu mereka, tapi sambutan senyum mereka sudah sangat hangat :)
5 minutes later, Steve's came up with his buddy from aiesec, dan kami berdua berbincang bincang ringan sembari menunggu kakak-kakak pengajar yang lain, ada yang menarik dari Steve, ia bertanya padakau "di Indonesia, khususnya kamu pribadi, seberapa lama kamu mampu bertahan untuk menunggu seseorang yang sudah membuat janji denganmu?" dengan grammar yang agak kacau aku menjawab "hal ini sudah biasa untukku, setengah jam pun masih tak masalah di Indonesia, kau tau kan seperti apa orang Indonesia, haha" "yeah, you're so kind huh, in Taiwan we have limits, if it's over 10 minutes and the person we've waited for doesn't come up, we left him/her". haha aku beruntung aku tidak tinggal di Taiwan :p
Tak selang beberapa lama, Ellie Wu juga datang dengan buddy nya. lalu beberapa teman teman JMP juga ikut hadir disitu, ah mas Hakim juga ada, yah aku tau karena Ellie hadir malam itu :p
Kami isi waktu sambil bercanda ringan dengan sesama sembari menunggu kakak-kakak Delta yang tak kunjung datang.
Tetiba mas Andyasrul dan Hakim menghampiri Fano yang sedang berada agak jauh dari kami... aku hampiri mereka dan aku mendengar suara tangis Fano. Rahma, sang kakak menceritakan padakau apa yang terjadi. Seseorang mendorong Fano hingga jatuh dan kepalanya terbentur ubin hingga memar. sungguh biadab. Kulihat tatapan mata mas Andy yang berkaca-kaca karena ulah makhluk keparat itu pada Fano, aku belajar sesuatu malam itu. . .
Kemudian aku mengajak Fano untuk membeli sesuatu agar ia berhenti menangis, aku coba untuk menggendongnya, tapi selang beberapa langkah ia bilang padaku bahwa ia tak mau digendong. Ini mungkin agak aneh bagiku, anak umur 3 tahun tidak suka digendong, sementara adik-adik di Taman Bungkul yang notabene usia 8-12 tahun masih suka merangkul dan minta digendong (tanda manja).
Sungguh, Delta malam itu mengajariku banyak hal sederhana yang memiliki beribu makna.











