Let there be light
Beberapa waktu yang lalu, sorot mata publik tertuju pada 1 orang figur pemimpin yang radikal sekali nilai-nilai hidupnya. tepat 1 tahun yang lalu, sebelum berita ini besar, saya telah terlebih dahulu di letakkan hati untuk berdoa bagi 1 figur pemimpin ini. Yes, I know God has chosen him. Beliau memang telah di panggil untuk memerintah 1 bangsa yang “tegar tengkuk” karena memang rasa tidak percaya masih menguasai hati bangsa ini. Sama seperti kepemimpinan Musa pada masa perbudakan bangsa Israel di Mesir, berkali-kali Musa di hadapkan pada watak buruk bangsa yang tidak mengenal Allah yang telah memanggil untuk membebaskan mereka dari penjajahan oleh bangsa Mesir namun ketegaran hati bangsa Israel membuat perjalanan yang seharusnya singkat itu, kini menjadi 40 tahun lamanya. Keluhan bercampur rasa marah, rasa tidak puas, takut, semuanya bercampur di dalam satu mentalitas yang berhasil membentuk karakter bangsa itu, yaitu “mentalitas budak”. Sebagai seorang pemimpin yang telah di pilih oleh Allah, Musa harus menjadi semakin sabar dan teguh menghadapi ulah dari bangsa yang tidak mengenal Allah ini. Mata sebuah bangsa telah dibutakan karena “mentalitas budak” yang mengikat diri mereka lama sekali. Bahkan hasil kerja keras pun tidak membuka mata mereka untuk melihat siapa yang seharusnya mereka pilih dan percayai, mereka tetap memandang “Mesir”, tetap memandang perbudakan yang telah membentuk mereka bertahun-tahun lamanya. Jika bukan karena Allah yang mengangkat Musa untuk menuntun bangsa itu, akankah mereka tiba ? akankah mereka berketurunan ? hati yang tunduk diperlukan untuk masuk dalam pimpinan. Seorang pemimpin memang telah dipilih dan di angkat, berhati-hatilah dengan setiap tuduhan yang kita lontarkan untuk setiap orang yang telah di pilih Tuhan. Jangan mencari-cari kesalahannya, sudahi kemunafikan yang semakin menandakan ke’farisi.an. telinga Musa dan telinga pemimpin Jkt itu memang harus semakin tebal untuk tidak mendengar ocehan-ocehan ketidak-tahuan dari bangsa yang bebal. Perjuangan memang masih berlanjut, mari kita lihat apa yang akan dikerjakan Tuhan untuk melibas bangsa yang tegar ini, bukan di hadapan manusia dibutuhkan pembenaran tetapi di hadapan Yesus saja.












