Politik Islam
Saat ini, politik adalah kata yang paling sering dibicarakan masyarakat di semua kalangan tanpa terkecuali. Banyak orang yang memaknai politik sebagai sebuah keculasan, kecurangan, dan perebutan kekuasaan. Semua bayangan tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah juga, karena kenyataan nya budaya politik yang tampak terekam di Indonesia menggambarkan demikian, serba boleh, serba halal, dan serba menyesatkan.
Definisi kata politik ini begitu beragam sesuai dengan karakter yang memikirkannya. Ia bisa di definisikan sebagai pengambilan keputusan kolektif, seni mengatur negara, dll. Namun bila ditelaah lebih sebenarnya politik ini adalah sebuah penciptaan kultur, bagaimana caranya merubah realitas sosial masyarakat.
Peran Agama dalam Politik
Tidakkah ada titik temu antar kedua hal ini sehingga pada akhirnya tidak mampu untuk disatukan?
“Tidak ada agama dalam politik, dan tidak ada politik di dalam agama”
Sebagian orang mengatakan bahwa antara Agama dan Politik seharusnya dipisahkan, karena mustahil sebuah persoalan sakral, suci, dan terpelihara seperti agama disatukan dengan hal yang terlihat kotor, penuh instrik dan jauh dari kata suci. Orang orang yang melontarkan kata kata ini kemungkinan menginginkan dakwah Islam hanya terbatas di dalam masjid dan tidak mampu melawan mereka dalam pertarungan prinsip, perundang undangan, dan sistem pemerintahan, atau mungkin pandangan seperti juga sebenarnya diakibatkan oleh pemahaman yang salah tentang poitik yang terekam oleh masyarakat saat ini.
Lalu, bagaimana pemahaman yang benar tentang politik?
Politik tidak akan demikian jika kita memposisikannya secara benar, bahwa politik bukanlah sebuah tujuan akhir, namun ia adalah sebuah tools atau sebuah jalan untuk memberikan perubahan. Jika memang didalamnya ada sebuah perubahan kekuasaan, itu hanyalah segmen kecil dari kata politik.
Kemudian Bagaimana Politik dalam Sudut Pandang Islam?
Dalam Islam, politik ini adalah sebuah konsep yang komprehensif dan tidak hanya berfokus kepada masalah kekuasaan belaka. Islam tidak memandang politik hanya sebagai sebuah tujuan akhir, namun sebagai sebuah cara untuk menanamkan nilai nilai Islam dalam kehidupan.
Apa Peran Kaum Muslimin Dalam Politik?
“Kejahatan yang rapi dan terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang tidak rapi dan terorganisir” - Ali r.a -
Dalam kerangka pandangan ini, pada akhirnya perjuangan kaum muslimin harus mengambil pola struktural, karena sebuah pengambilan kebijakan berangkat dari logika politik.
Disaat sebagian besar orang berpikir bahwa Politik adalah sebuah aib yang tabu untuk dibicarakan dan terlibat dengan politik kekuasaan adalah perbuatan tercela, Maka disaat itulah akan banyak penguasa yang dzalim yang akan memegang kekuasaan. Dan untuk menghindari hal itu, sangat disarankan bagi kaum muslimin untuk berusaha masuk kedalam sistem kekuasaan memalui mekanisme mekanisme yang telah disepakati, baik itu penerapan demokrasi seperti pemilu, dll. Bergabung dengan politik bukan berarti telah menyimpang dari garis agama dan berusaha mencari keuntungan duniawi, namun untuk menjadi subjek yang mampu memberikan nilai kejujuran, objektivitas, dan selalu berpihak kepada kemaslahatan rakyat yang sesuai dengan nilai nilai islam.
Islam adalah sebuah solusi dari permasalahan. Setiap muslim yang baik dituntut untuk menjadi sebuah solusi dari masalah, bukan menjadi sebuah masalah itu sendiri. Seorang muslim yang baik sepatutnya mampu untuk memberikan dampak positif kepada orang orang disekitarnya, bukan bergerak di ruangan yang sunyi sendirian.
Imam Asy - Syahid Hasan Al Banna menjelaskan bahwa seorang muslim tidak akan sempurna keIslamannya kecuali setelah menjadi seorang politisi yang memperhatikan urusan umatnya dan bersemangat membelanya, pembatasan antara islam dan politik tidak dapat diterima sama sekali oleh Islam ( Dikutip dari Buku Fiqh Dakwah Syaikh Musththafa Masyur jilid 1)
Wallahu A’lam Bish Showab
Jakarta, 17 April 2017 14.14 WIB
Andy Prakoso










