Ibnul Jazary dalam Tayyibatun Nasyr menyebutkan standar bacaan yang disepakati para ulama Qurra :
فَكُلُّ مَاوَافَقَ وَجۡهَ نَحۡوِ
"dan setiap yang sesuai dengan kaidah nahwu"
وَكَانَ لِلرَّسۡمِ احۡتِمَالًايَحۡوِی
"Juga sesuai dengan rasm (Ustmani) walau dari salah satu sisinya
وَصَحَّ إِسۡنَادًهُوَالۡقُرۡءَانُ
"Serta shahih (bersambung) sanadnya itulah Al Quran"
فَهَذِهِ الثَّلَاثَةُ الۡأَرۡكَانُ
وَحَيۡثُمَايَخۡتَلُّ رُكۡنٌ أثۡبِتِ
"Dan kapan saja salah satunya tidak terpenuhi rukunnya"
شُذُوۡذَهُ لَوۡأَنَّهُ فِی السَّبۡعَةِ
"Maka syadz (salah) walaupun termasuk dalam qira'ah sab'ah"
Sesuai dg Syair tersebut, maka bacaan Al Quran yang benar harus memenuhi tiga rukun, yaitu :
1. Sesuai dg salah satu sisi bahasa arab (nahwu).
Contoh : Ada beberapa kata dalam AlQuran yang memiliki 2 wajah cara membacanya, misalnya pada QS Ar Ruum Ayat 56
ضَعُفَ ⬅️⬅️dapat dibaca ⬅️⬅️ ضُعُفَ
2. Sesuai dg Rasm Ustmani walaupun scr ihtimal
✒️Rasm Ustmani adalah suatu kaidah/tata cara penulisan Al Quran scr resmi/baku yang diatur mulai zaman Khalifah Ustman bin Affan Ra.
✒️Ihtimal artinya dapat dilihat/diperkirakan walaupun dari satu sisi saja.
Contoh sesuai dg rasm ustmani:
☑️ kata مَلِكِ dalam surat Alfatihah ⏭️ Imam Hafs membacanya dengan memanjangkan huruf mim مٰلِكِ , bacaan ini dianggap sah dengan penulisan demikian. cara penulisan ini masyhur dikalangan orang arab, alif setelah mim tidak ditulis untuk meringkas.
☑️ Penulisan ت (tak ta'nits/tak maftuhah/tak mabsutha) vs ة (tak marbuthah).
🔹tak marbuthah (ة) pada kata جنّة ⏭️ menunjukkan kata tunggal
🔹sedangkan tak maftuhah (ت) pada kata جنّت ⏭️ menunjukkan kata jamak
namun demikian, ada beberapa kata semacam dalam Al Quran yg secara riwayat seharusnya menggunakan tak marbuthah (ة), tetapi tertulis menggunakan tak maftuhah (ت) atau sebaliknya. dan hal ini dianggap sah karena sesuai dg rasm ustmani.
3. Sanadnya shahih bersambung kepada Rasulullah ﷺ secara mutawatir
➡️sanad adalah sandaran/bukti yg dapat dipercaya, menurut istilah sanad adalah rantai yg menghubungkan pembawa berita (rawi/periwayat) sebuah matn atau teks (lafadz) kepada pembicara (bila berupa perkataan) atau penulisnya (bila berupa tulisan)
➡️mutawatir artinya periwayatnya banyak
➡️sanad/periwayatan Al Quran tidak hanya berkaitan erat dg penjagaan terhadap lafadz/teks tetapi juga berkaitan dg qiraat (variasi lafadz) & tajwid (cara memhaca lafadz).
➡️Para perawi (orang yg meriwayatkan) dituntut bisa melafadzkan ayat-ayat Al Qur'an dg bahasa paling fashih, serta kaidah2 yg telah disepakati para ulama ahli qiraat & tajwid. minimal telah melampaui standar minimal bacaan yg benar serta terhindar dari lahn (kesalahan).
➡️ Hati - hati dengan jual beli ijazah sanad. ada kaidah dan standar tertentu yang harus ditempuh untuk mendapatkan ijazah sanad.