Seri Rumput Sintetis Terbaik Tahun Ini
Keindahan alam bertemu inovasi modern! Rumput sintetis terbaik tahun ini memadukan keindahan alam dengan teknologi canggih. Jangan lewatkan kemewahannya yang tahan lama dan ramah lingkungan. 🌿🏡
seen from China
seen from Finland

seen from Finland
seen from United States
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Singapore
seen from United States
seen from Mexico

seen from Kazakhstan
Seri Rumput Sintetis Terbaik Tahun Ini
Keindahan alam bertemu inovasi modern! Rumput sintetis terbaik tahun ini memadukan keindahan alam dengan teknologi canggih. Jangan lewatkan kemewahannya yang tahan lama dan ramah lingkungan. 🌿🏡
Ramadan di Tahun Ini
Assalamu’alaikum,
Sugeng siyang, Selamat siang,
Sejenak terbesit di kepala saya mengenai kejadian khas di Indonesia ketika Ramadan mulai tiba. Mendadak media sosial ramai dengan perdebatan tutupnya warung, berita sweeping hiburan malam oleh ormas, penerapan Perda tertentu selama bulan Ramadan, dan anjuran agar masyarakat senantiasa menghormati kaum muslimin yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ketika saya masih berumur tujuh tahun, terdapat anjuran agar menghormati orang yang sedang berpuasa pada buku pelajaran, ceramah, dan kultum subuh. Hal-hal tersebutlah yang selalu membuat saya menahan kesal justru ketika berpuasa pada bulan Ramadan dan saya pun mulai bertanya, “Apakah kita benar-benar berpuasa?”
Namun, semua itu berubah ketika pemerintah menyatakan Coronavirus (Covid-19) sebagai pandemik serta mulai menerapkan protokol kesehatan pada masyarakat. Puasa tahun ini tidak lagi disambut dengan penuhnya jamaah tarawih di masjid, tidak ada lagi lantunan tadarus Al-Quran dari masjid, tidak ada lagi pengajian yang melibatkan banyak jamaah, tidak ada lagi pembagian takjil secara massif, tidak ada lagi sweeping mengenai hal-hal yang dianggap mengganggu kekhusyukan dalam berpuasa, tidak ada lagi pusat perbelanjaan yang penuh sesak karena mempersiapkan kebutuhan konsumsi. Pemerintah telah memberi anjuran dan arahan agar segala bentuk ibadah selama bulan Ramadan dilaksanakan di rumah tanpa melibatkan banyak orang sebagai bentuk pencegahan wabah Covid-19.
Ramadan kali ini justru dipenuhi banyaknya orang yang membutuhkan uluran tangan kita sebagai bentuk empati dan solidaritas. Banyak karyawan yang bekerja dari rumah (bagi yang beruntung), dirumahkan, atau bahkan di-PHK, banyak usaha yang tutup karena biaya produksi tinggi, pusat perbelanjaan ditutup untuk menghindari kontak dengan banyak orang, siswa harus belajar dari rumah, pencari nafkah yang bukan karyawan kantor pun susah untuk mencari sesuap nasi demi keluarganya. Terkait dengan situasi tersebut, saya berpikir mungkin Allah sedang menunjukkan kuasaNya dengan menampakkan keadaan ini agar kita benar-benar berpuasa, berpuasa atas lapar kita, berpuasa atas obsesi dan keinginan kita, berpuasa atas kekuasaan kita, berpuasa dari kesombongan kita di dunia, berpuasa dari segala kegiatan duniawi dan konsumtif kita selama bulan Ramadan ini.
Namun, bagi saya, justru inilah momentum kita untuk menunjukkan seberapa tawaddu’-nya kita kepada Allah. Memang, jika kita berani dan sudah berniat menjalankan puasa, tentu kita harus menjalankan dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya atas dasar niat lillahita’ala. Tidak ada lagi nafsu ingin sweeping, tidak ada lagi nafsu untuk berbuka puasa dengan mewah, tidak ada lagi nafsu untuk berbelanja secara berlebih, tidak ada nafsu ingin dihormati, dan tidak ada lagi nafsu ingin merusak. Justru ketika orang yang tidak berpuasa bisa menjalankan aktivitasnya dengan normal tanpa adanya intervensi ataupun gangguan, berarti kita telah berpuasa.
Berikut merupakan sekelumit celotehan mengenai puasa:
“Pasa iku niat ingsun karana Allah, ora arep sing liyané, ora pathèken wong liya ngerti apa ora, ora peduli kabèh iku, sing penting kéné pasa.”
Sekian dan terima kasih, Matur nuwun,
Wassalamu’alaikum.
Tol Pertama di Kalimantan dan Sulawesi Siap Beroperasi Tahun Ini
Liputanviral - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) optimistis, tol pertama di Kalimantan, yakni Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,55 km dan tol pertama di Sulawesi, yaitu Tol Manado-Bitung sepanjang 39 km dapat beroperasi di 2019. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), progres pembebasan tanah Tol Balikpapan-Samarinda saat ini telah mencapai 98,17 persen, sementara progres konstruksi telah mencapai 81,64 persen.
Tol Balikpapan-Samarinda terdiri dari 5 seksi, yakni Balikpapan km 13-Samboja (22,03 km), Samboja-Muara Jawa (30,98 km), Muara Jawa-Palaran (17,5 km), Palaran-Samarinda (17,95 km), dan Balikpapan-Bandara Sepinggan (11,09 km). Sementara untuk progres pembebasan tanah Tol Manado-Bitung saat ini mencapai 92,21 persen. Sedangkan progres konstruksi baru sekitar 53,47 persen. Ditargetkan pada Desember 2019, Tol Manado-Bitung sudah bisa dioperasikan. Tol Manado-Bitung terdiri dari 2 seksi, yaitu seksi I Ring Road Manado-Sukur-Airmadidi (14 km), dan seksi II Airmadidi-Bitung (25 km). Selain itu dalam paket tol itu dibangun pula Simpang Susun Airmadidi dan Akses Simpang Tondano.
"Insyaallah konstruksi kedua ruas tol itu bisa diselesaikan di tahun 2019," kata Sekretaris Perusahaan Jasa Marga, Agus Setiawan kepada LiputanViral, Selasa (1/1). Dalam membangun Tol Balikpapan-Samarinda, biaya investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 9,97 triliun. Sementara untuk membangun Tol Manado-Bitung, biaya investasi yang digelontorkan mencapai Rp 5,12 triliun. Read the full article
Setoran Pajak Tahun Ini Diprediksi 95% dari Target
Liputanviral - Penerimaan pajak hingga Agustus 2018 mencapai Rp 799,5 triliun. Angka itu baru mencapai 56,1% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar Rp 1.424 triliun. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan memperkirakan pencapaian penerimaan pajak hingga akhir tahun hanya bisa sekitar 95% dari target. Meskipun kekurangan penerimaan pajak itu masih bisa ditutupi dengan pos penerimaan negara yang lain. "Sampai akhir tahun outlooknya 95% yang dikelola Ditjen Pajak. Tapi kalau digabung dengan Bea Cukai, PNBP kan bisa 100% lebih, optimis. Pendapatan negara ya. Kalau DJP sendiri shortfall 5%," tuturnya di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Sabtu (22/9/2018). Robert menjelaskan shortfall alias realisasi yang lebih rendah dari target dalam penerimaan pajak tahun ini lantaran penetapan target di 2017 sebesar Rp 1.339,8 triliun hanya tercapai 91%. Jika saja target penerimaan pajak 2017 tercapai, maka kemungkinan penerimaan pajak tahun ini bisa saja tercapai, namun jika dihitung dari realisasinya maka target pajak tahun ini tumbuh 23%. Menurutnya target pertumbuhan pajak itu juga sulit dicapai jika melihat dari sisi pertumbuhan ekonomi secara nominal yang diprediksi tahun ini mencapai sekitar 8-9%. "Ekonomi rill kita tumbuh 5,17%, plus inflasi kan paling 8-9%. Kalau penerimaan pajak tumbuh 23% kan aneh juga. Jadi salah kemarin waktu buat target 2018 itu berdasarkan APBN 2017. Ternyata realisasi di 2017 shortfall juga hampir 10%," terangnya. Meski begitu Robert mengaku cukup puas dengan pencapaian penerimaan pajak tahun ini karena pertumbuhannya cukup tinggi. Hingga Agustus 2018 pertumbuhan penerimaan pajak mencapai 16,5% dibandingkan periode yang sama di 2017. Hingga akhir tahun jika penerimaan pajak mencapai 95% dari target, maka pertumbuhan secara tahunan mencapai 17,4%. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding 2017 yang naik 4,3% dibanding 2016 Read the full article
#tahunini beraya di #kl jerw #anyway #selamathariraya kepada semua #penonton #nine11 @bernamanewschannel #live #fb #terimakasih #tonton semula ... 👍🏼
Ramadhan tahun ini
Rasanya pengakuan dosa terjadi dimana-mana. Orang-orang mulai berubah ke arah yang lebih baik. Jarang temanku yang menggunakan sosmed di ramadhan kali ini. Sekalinya Online mengingatkan dalam kebaikan. Aku senang. Tapi... Ramadhan kali ini bagiku sungguh berbeda. Jika tahun lalu aku masih bisa mendengar adzan berkumandang. Buka bersama dengan orang tersayang Banyaknya lantunan ayat suci Al-Quran di masjid-masjid. Beriringan mengikuti tarawih berjamaah di masjid. Mendengarkan ceramah dan nasihat agama. Iklan dan program TV yg bikin ramadhan banget. Melihat anak-anak menahan puasa dan terlihat lemas. Itikaf di masjid. Sementara tahun ini belum bisa kudengar, kulihat dan kulakukan disini. Mungkin, itu menandakan bahwa Allah menyuruhku untuk banyak bersyukur setelah hal ini terjadi. Mungkin, Allah menyuruhku agar lebih giat untuk beribadah kedepannya. Semoga Tahun depan masih bisa dipertemukan dengan bulan ramadhan. AMIIN :) Inada guru. 12Juni 2017.