JADI ANAK PERTAMA ITU...
Disclaimer:
Murni pendapat pribadi, tidak ada campur aduk dengan pikiran orang lain, ataupun data ilmiah yang ada. Mungkin tidak semua orang merasakan hal yang sama dengan yang dijelaskan di bawah ini, jadi ini bisa bersifat subjektif.
----------
Jadi anak pertama itu...
Ada plus minusnya. Seperti semua hal yang ada di dunia ini, ada baik dan buruknya, keunggulan dan kelemahan. Berpadu satu sama lain, sekaligus saling berseberangan.
Jadi anak pertama itu...
Merupakan cinta pertama yang hadir dari kedua orang tuanya. Dimana mereka berdua sudah pasti sangat bahagia menanti kelahirannya.
Jadi anak pertama itu...
Dia paling bahagia tatkala adiknya lahir. Dia bisa juga merasa kasih sayang kedua orangtuanya terbagi sehingga dia ‘harus’ menjadi lebih dewasa dari sebelumnya.
Jadi anak pertama itu...
Terkadang bisa lebih banyak mengalah dari adik-adiknya. Menjadi yang pertama merasakan suka duka perjuangan hidup kedua orang tuanya.
Jadi anak pertama itu...
Terkadang jadi orang pertama yang mengetahui rahasia kedua orang tuanya. Dan tak jarang diminta untuk menyembunyikannya dari adik-adiknya.
Jadi anak pertama itu...
Harus bisa jadi contoh yang baik bagi adik-adiknya, karena dia paham kalau dia harus memberikan yang terbaik bagi mereka.
Jadi anak pertama itu...
Suka gengsi mengucapkan kata cinta, terutama ke kedua orang tuanya maupun adik-adiknya. Dia lebih suka act of service sebagai bentuk love language-nya.
Jadi anak pertama itu...
Akan menggantikan posisi kedua orang tua jika telah tiada, dan akan bertanggung jawab menghidupi keluarganya.
Jadi anak pertama itu...
Seringkali harus tampak kuat dari luar. Seakan tak ada celah untuk menunjukkan sisi kelemahannya kepada yang lain.
Jadi anak pertama itu...
Terkadang tak suka disalahkan, apabila ada yang menegurnya. Bukan berarti dia tidak mau mendengarkan, tapi rasanya lebih pada “benteng” diri dia tergores, jadi terkadang akan suka kesal sendiri tanpa sebab.
Jadi anak pertama itu...
Kalau mau menangis, dia tak mau menampakkannya di depan orang lain. Dia akan mencari tempat tersendiri, dan akan menangis tersedu-sedu tanpa ada yang melihatnya.
Jadi anak pertama itu...
Akan lebih suka menyembunyikan rasa sedihnya dibanding menceritakan kepada yang dipercaya. Bukan sebab tak mau berbagi, hanya tak ingin merepotkan orang lain.
Jadi anak pertama itu...
Bagai perisai, yang siap melindungi orang-orang yang dicintainya. Dia selalu jadi garda terdepan jika ada yang berusaha menganggu.
Jadi anak pertama itu...
Harus tangguh menghadapi berbagai macam problematika hidup. Pengorbanannya mempunyai arti tersendiri.
Jadi anak pertama itu...
Suka duka menjadi anak pertama itu, banyak. Setiap orang akan berbeda-beda pengalamannya. Ini hanya sedikit gambaran dari apa yang mungkin dialami oleh anak pertama.
Yang pasti..
Anak pertama tetap menjadi seseorang yang sangat berharga bagi kedua orangtuanya. Panutan bagi adik-adiknya. Juga jadi yang membanggakan, bagi dirinya sendiri.
















