Selamat Sembilan Belas, Lin
Makin beranjaklah kita dari hari lalu. Jauh meninggalkan banyak hal. Setiap tanggal yang sama, kenangan mengucap salam dan merayakan.
Apa yang sebenarnya kita rayakan, Lin? Jika semakin hari kita menyadari waktu kita di dunia berkurang. Usia hanya angka yang tergores pena, tercatat di kartu identitas diri, selebihnya, mengambang di udara. Inilah jawaban skeptis yang memandang fana.
Benar, kita hanyalah makhluk fana. Namun, perayaan harus tetap kita selenggarakan. Lewat kejutan, jamuan, maupun frasa-frasa absurd. Sebab kita berhak merayakan.
Ada banyak yang bisa kita rayakan atas kehidupan yang Sang Maha Hidup sedia berikan. Kesehatan, sakit, sembuh, terluka, pulih, terjatuh, berdiri, bertahan, lara, suka, duka, hitam, putih, serta cinta kasih. Pada tawa setelah tangis melanda, pada sinar mentari yang menerobos kelabu, pada bangun kala mimpi membayangimu, pada beban yang ternyata kuat kau bawa, pada hari-hari yang tanpa pasti telah berhasil kamu lewati. Perayaan-perayaan ini semata untuk mensyukuri pemberian-Nya pada hari lahir yang kesekian.
Aku mengirim doa baik untukmu di antara kiriman doa-doa dari yang lain pula. Tak ada janji bahwa hidup selalu mudah ataupun payah. Semoga kebaikan mendampingimu, cinta kasih melingkupimu, penjagaan mengiringi langkahmu, juga tersampailah yang sulit dieja aksara. Serta mulia, Lin.
Langkanya sapa bukan berarti kamu tak ada lagi di kepala. Banyak alasan yang akan terbual jika dijabarkan. Masa kita mungkin telah sampai. Maaf atas banyaknya ketidakhadiran. Terima kasih telah menjadi kawan.
Selamat sembilan belas, Lin Semoga Sang Maha Kasih memberkahi umurmu, Linda Terpatrilah terus senyum manis di wajahmu yang Ayu Hingga dalam badai, bunga hatimu tetap kuat Lestari
29 April 2023
Paloepi
@paloepi @glxyyyyyie









