Tulisan : Senja tak Berisik
Mungkin sudah jutaan kali mentari pergi dari pandangan, hanya untuk memastikan waktu senja telah tiba. Iya, ia datang tak bersuara.
Sejenak kemudian, ia pergi diam -tak berisik.
Semua orang bilang, mereka menyukai senja. Padahal yang mereka rindukan hanyalah waktu pulang dari kesibukan semata. Semua orang setuju akan pemandangan miliknya yang begitu indah. Padahal yang mereka inginkan hanyalah mengabadikan diri dengan kamera disertai kata mutiara di postingan mereka. Mereka tak sama sekali menyukaimu, senja. Mereka hanya sekadar mengetahuimu, mengenalmu saja -tidak. Mereka yang yang mengetahui siapa sejatinya dirimu akan menatap langit dengan pasti, tak peduli kau akan datang atau tidak. Ia hanya menanti, sekumpulan awan meredam cahaya mentari sembari melukis langit dengan warna merah merekah. Bukankah hakikatnya, mereka yang ‘benar-benar’ menyukaimu mengetahui segala tentangmu, kan?
Anggap saja kau senja, diam dan tak berisik.
lalu, siapa yang menurutmu benar-benar menyukaimu, senja?
-Ananta, penanti-senja 21 Agustus 2017.












