Jika tidak bisa belajar menyukai, belajarlah menerima.
Setelah 4 tahun lamanya baru bisa menerima bahwa ini memang yang harus saya lakukan. 3 tahun pertama saya masih ingat betul bagimana saya mencari-cari cara mulai datang ke profesional, mendengarkan berbagai macam sumber yang saya yakini bisa membantu saya menerima keadaan pada waktu itu dan tentunya tak lupa berdoa pula. 3 tahun itu pula saya terus melakukan hal itu, hingga saya menemukan bahwa the best way to get over it adalah saya harus menerima dan merangkul hal itu menjadi bagian dari takdir saya saat itu. Saya coba sekeras mungkin untuk menerapkan teori tsb yg masih berada di otak untuk masuk ke dalam hati namun tidak kunjung berhasil, denial demi denial saya rasakan selama 3 tahun, saya tahu sangat tahu bahwa ini adalah bagian dari izin tuhan yang harus saya terima. Siapa yang tidak ingin hati tenang dan ikhlas dengan menerima namun entah kenapa saat itu sungguh sangat sulit. Hingga 3 tahun tersebut berakhir saya masih belum menerima dan bersumpah enggan untuk berurusan lagi dengan apapun itu yang berhubungan dengan hal itu.
Di tahun ke 5 rupanya tuhan masih membuat saya berurusan dgn hal ini. Saya lelah denial dan baiklah I made up my mind bahwa yaudah tuhan jika ini baik jadikanlah, mungkin saya masih belum menyukai hal ini tuhan tapi saya sudah menerima mau Kau apain aja, I'm surrender.
Saya merapikan niat saya ketika menjalani hal ini, saya tanya pada hati apakah saya suka? Tidak. Apakah saya mau belajar menerima dan ikhlas? Ya. Apakah niat baik lain yg saya punya? Saya ingin melakukan ini dengan hati yg ikhlas dan sebaik yang saya bisa, saya ingin menepati janji saya kepada ibu saya, selebihnya jalan apa saja nanti yang tuhan guide untuk saya okelah terserah Kau saja Tuhan. Kurang lebih begitu pertanyaan-pertanyaan yang saya tanyakan pada hati. Ya I have nothing to do anymore, but I make sure myself that I have the right intention to do this.
It has been more than 6 months saya telah menjalani ini and surprisely saya tenang menjalani hal yang dulu saya amat sangat benci dan saya hindari.
Hal itu membuat saya sampai pada kesimpulan bahwa niat yang benar itu membawa ketenangan hati dan kemudahan hidup dan hati yang surrender kepada Allah pasti diberi pertolongan.
Lalu saya pada kesimpulan yang lain, masa iya sudah saya ngga suka menjalani hal ini ditambah saya tidak ikhlas. Coba bayangkan sudah saya tidak dapat kenikmatan dunia, saya tidak dapat pahala pula karena tidak ikhlas menerima takdir yang diberikan tuhan. Jadi begitulah jika tidak suka maka belajarlah menerima karena akan dapat pahala dari allah. Tidak mudah memang, tapi pasti bisa.
Semoga Allah memberi Rahmat bagi orang yang membaca tulisan ini. Salam.













