Kelak akan ada nikmat yang membuat dirimu dan diriku lupa akan lelah dan tangis yang pernah kita alami. Aku dan dirimu, mari kita tunggu nikmat dari Yang Maha Kuasa.
noise dept.
EXPECTATIONS
Fai_Ryy
almost home
The Stonewall Inn
Sade Olutola
h
Cookie Run:Kingdom Official!

Love Begins
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

shark vs the universe
KIROKAZE
macklin celebrini has autism

pixel skylines
Mike Driver
No title available
$LAYYYTER

No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from Italy
seen from Canada

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from Canada
seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from Italy

seen from Türkiye

seen from Canada

seen from Italy
seen from Malaysia
seen from India
@hazahatice
Kelak akan ada nikmat yang membuat dirimu dan diriku lupa akan lelah dan tangis yang pernah kita alami. Aku dan dirimu, mari kita tunggu nikmat dari Yang Maha Kuasa.
Suka atau tidak suka, cepat atau lambat, kau akan menerima hal yang menyesakkan dadamu karena pada akhirnya itulah satu-satunya hal yang bisa kau lakukan untuk menyembuhkan hatimu yaitu MENERIMA.
Jika semua perlakuan terdahulu itu baik, maka kenapa bekasnya menyakitkan di hati hingga saat ini?
Jika itu untuk kebaikan, tak dapat melihatkah kau kebaikan apa yang aku peroleh saat ini atas perilakumu itu? Ataukah kau benar-benar buta?
Bisakah mengaku saja bahwa perilaku yang kau kira baik untukku namun berakhir menyiksaku ini adalah dorongan dari nafsu duniamu?
Ingin sekali ku memaki, mengeluarkan apa yang ada di dada. Kalau tidak dosa mungkin sudah ku lakukan!
Pernah ngga bertanya-tanya, kenapa jika kita sedekah kita bisa ikhlas namun kalau uang kita dicuri atau hilang kita ngga ikhlas? Padahal keduanya sama-sama bermakna berkurang.
Baru-baru ini aku sadar entah itu berkurang karena sengaja atau tidak sengaja jika di hati dimunculkan rasa ikhlas melepaskan, maka sengaja atau tidak sengaja dicuri atau di sedekahkan keduanya akan bernilai pahala.
Tak apa jika hakmu diambil orang lain, niatkan saja untuk sedekah. Siapa tahu mereka memang butuh dan semoga keihlasanmu melepaskan berbuah pahala disisi-Nya.
TRUST GOD!
Enggan Menolong
Berapa kali kau pernah mendengar "cari teman itu yang banyak biar kalo ada apa2 ada yang nolongin" atau "sering-sering nolong orang lah biar nanti ada yg nolongin (mengharap pertolongan kembali mksdnya)".
Semua itu jika dirangkum intinya satu berbuat baiklah dgn harapan timbal balik. Padahal berapa kali sih kita nolongin orang tapi orang tsb enggan menolong balik jika kita butuh? Banyak ya. Malahan pertolongan datang dari arah yang tidak disangka-sangka bahkan tidak terpikirkan.
Namun namanya manusia pasti perasaan tsb ada disetiap hati entah sering atau tidak entah disembunyikan atau terang-terangan.
Tapi sadar tidak dengan adanya hal-hal seperti itu membuat diriku sendiri tahu, kalau memang niat menolong ya tolong aja, bisa jadi kebaikan itu memang tidak dibalas oleh orang yang kita tolong namun melalui orang lain yang allah pilihkan. Jadi tidak sia2 kok berbuat baik, hanya saja belajar mengurangi berharap di baikin juga. Nanti pasti nih pasti allah itu ngasih pertolongan lewat orang lain dan lewat hal-hal lain yg tidak pernah terpikirkan.
Entah sadar apa tidak, secara ngga langsung kita diajari bahwa yg ngasih pertolongan itu bukan orang yg kita tolong tapi Allah dgn cara ya kita menolong orang lain.
Jadi jangan mikir kok si A dulu aku bantuin gak bantuin aku malah yg bantuin aku sekarang si B yg kenal aja kaga. Nah hal ini bukan hal sia-sia melainkan ya itu balasan kebaikan kamu datang dari orang lain yang tidak dikenal itu. Itulah yang namanya jika rejeki selalu ada jalan.
Lu boleh gagal, lu boleh nangis, lu boleh gak bisa. Tapi lu kaga boleh gak ikhlas dan gak menerima semua itu!
Coba pikir kalo lu ngga dapat apa yg namanya dunia itu, masa iya ngga dapat juga akhiratnya.
Pembelajaran terbesar hingga saat ini adalah jangan sampai salah niat dalam melakukan apapun. Sekali salah niat dan sulit meluruskan niat maka hasilnya pasti tidak akan menenangkan hati.
Kam, 20 may 2021
Kayaknya gw bisa deh, gw bisa deh kalo gw mau.
Termotivasi 2021
Aku ini bodoh dan sok tahu namun sesungguhnya aku tidak tahu maka dari itu ya Allah yg maha tahu apa yang tidak kuketahui, berilah petunjuk dan pilihkanlah untukku yang terbaik.
Haza, 29 april 2021.
My mom told me
Saya pernah berkata kepada ibu "bu, kalau doain aku mintanya apa?". Ibu saya menjawab "semoga kamu diberi yang terbaik oleh Allah untuk kehidupan di dunia dan akhirat".
Aku mendengar jawaban itu merasa kurang puas karena aku masih pengen ini dan itu pada saat itu, tanpa mendalami dan belum paham makna dari doa tersebut.
Aku pun menjawab "kok ngga minta sama Allah biar aku A B C sih bu". Jawab ibu "ibu ini tidak tahu mana yang terbaik untuk kamu, bisa saja ibu berdoa A namun itu tidak membawa kebaikan untukmu".
Aku gondok pada waktu itu, karena mengingat beberapa temanku pada saat itu sering sekali bercerita bahwa ibunya mendoakan A B dan C. Semua doa itu terlihat tinggi menjulang, sedangkan ibuku tidak demikian.
Lambat laun aku berada pada berbagai keadaan yang semakin membuatku berpikir bahwa oh iya lho kita tidak tahu yang baik tapi allah maha tahu dan kita sering sekali sotoy minta ini itu yang kita pikir itu baik untuk diri kita.
Lalu aku paham dan tidak menuntut lagi untuk di doakan macam-macam, aku tahu bahwa makna berikan yang terbaik adalah makna ketawakalan yang tinggi, ya bagaimana tidak ibuku tentu tahu mana yang menurut manusia sempurna yg A yg B atau yg C namun ibu memilih untuk menyerahkan segalanya kepada Allah sang pencipta yang maha Tahu dan maha bijaksana untuk diberikan yang terbaik. Karena aku pernah bilang "emangnya ibu gk suka kalau aku nanti dapat A B C?" Lalu ibu menjawab "siapa sih yang tidak suka kalau kamu dapat A B C tapi apakah jika ibu berdoa minta A hal tersebut baik untukmu bagaimana jika kamu malah menjadi orang yang tidak baik?". Saat itu aku diam.
"Sudahlah serahkan semua kepada Allah, inshaa Allah kamu dapat hal-hal yang baik" begitu tuturnya.
Pernah setan membisiki "bagaimana jika kamu berdoa spt itu dan kamu diberi hal yg menyusahkan? Kan yang terbaik bisa aja dong kamu dikasih hal2 yang tidak kamu sukai". Namun yang aku yakin adalah dengan aku meminta demikian berarti aku akan diberi oleh-Nya, apapun itu Dia akan bertanggung jawab dan akan selalu bersamaku karena ini pilihan-Nya. Tentunya tanpa mengabaikan bab ikhtiar terlebih dahulu.
Aku jadi teringat sebuah kisah seorang laki-laki yang berdoa ingin tidak bekerja namun selalu mendapatkan roti dan minum agar waktunya banyak untuk beribadah. Allah mengabulkan itu melalui peristiwa yang kurang menyenangkan sehingga ia akhirnya dipenjara dan dipenjara itu dia tidak bekerja dan selalu mendapatkan roti dan minum. Sehingga ia jadi menyesali doanya tersebut.
Dari kisah itu aku jadi banyak berpikir dan sejujurnya aku takut jika terlalu memaksakan doaku. Karena aku jadi paham apa yang aku minta belum tentu baik untukku. Contohnya kisah tadi, sudah baik bukan niatnya untuk memiliki lebih banyak waktu luang untuk beribadah. Namun Allah mengabulkannya dengan melalui peristiwa tersebut.
I see it blurry
U know what? Tidak selamanya tidak tahu itu buruk, tidak semuanya yang bernama ketidaktahuan itu bodoh. Seringkali ketidaktahuan itu menjadikan diri sendiri mencari kepada yang Maha Tahu dan tentunya tidak mengandalkan pikiran diri sendiri.
Jika siapapun yang merasakan ketidaktahuan, merasa tidak tahu bagaimana merancang plan selanjutnya, tidak tahu hal apa yang disukainya, tidak tahu akan memutuskan apa, tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh. U know what? Kamu masih tahu satu hal yaitu dimana kamu harus bertanya, meminta petunjuk, dan meminta keputusan. Tentunya kepada yang Maha Kuasa.
Sering kita menilai ketidaktahuan diri adalah indikasi kebodohan, justru yg hanya mengandalkan pikiran diri sendiri itu yg bodoh dan tentunya saya pernah mengalami kebodohan itu hingga saya tahu bahwa berpegang pada apa yang disukai hati dan apa yang direncanakan oleh pikiran dan yakin mengenai hal itu adalah sebuah kebodohan yg luar biasa.
Jadi jika kamu tidak tahu which way u want to go dan tidak tahu apapun, ingat satu hal ada cara yang paling baik dari mengandalkan pikiran dan perasaan, yaitu mengandalkan doa.
Sekian.
Memutuskan Sesuatu Ada Seninya
@edgarhamas
Memang benar, pada kisah orang-orang besar kamu akan melihat keputusan mereka yang seringkali mengagetkan. Orang-orang bergeleng kepala tak setuju, sebab keputusan itu “tak sejalan” dengan apa yang diyakini orang banyak.
Kamu pasti pernah dihadapkan pada sebuah persimpangan; mau memilih hidup dalam ritme yang dijalani orang banyak, atau memutuskan untuk memilih jalanmu sendiri. Kamu sempat ragu, karena tak ada jaminan jalan yang kau pilih akan membuatmu melesat. Tapi di saat yang sama, kamu melihat harapan ada di sana.
Hal seperti itu selalu ada, misalnya dalam memilih pasangan, kapan menikah, akan meneruskan kuliah apa berhenti di tengah jalan, berkarir sebagai karyawan atau sebagai enterpreneur, mau tetap nyaman bersama lingkungan yang tak baik, atau mulai berhijrah dengan tantangan berselisih dengan mereka.
Untuk memutuskan itu, ada seninya, ada caranya. Rasulullah sudah mengajarkan sejak 1440 tahun lalu. Istikharahlah, dan istisyarahlah.
Mintalah langsung petunjuk pada Allah dengan dua rakaat istikharah. Jawabannya tak selalu dengan mimpi atau hal-hal diluar logika. Seringkali jawabannya adalah: keyakinan yang muncul di hatimu, atau momentum ketika kamu bertemu orang lalu ia memberikanmu pencerahan, atau kamu menemukan jawabannya di sela-sela renunganmu.
Namun catatannya, ketika istikharah janganlah kamu sudah condong pada satu pilihan. Itu tidak fair. Nanti hasilnya malah mengkhianatimu.
Dan kedua, istisyarahlah. Minta nasihat pada orang-orang berilmu dan para shalihin. Pepatah Arab ada yang berkata, “mintalah pendapat dari 3 manusia: orang yang menjaga shalatnya, orang yang menjaga akhlaknya, dan orang yang berbakti pada orangtuanya.”
Begitulah seni memutuskan, ketika kamu ada di persimpangan. “Tak akan kecewa orang yang beristikharah dan tak akan menyesal orang yang istisyarah.”
Jika tidak bisa belajar menyukai, belajarlah menerima.
Setelah 4 tahun lamanya baru bisa menerima bahwa ini memang yang harus saya lakukan. 3 tahun pertama saya masih ingat betul bagimana saya mencari-cari cara mulai datang ke profesional, mendengarkan berbagai macam sumber yang saya yakini bisa membantu saya menerima keadaan pada waktu itu dan tentunya tak lupa berdoa pula. 3 tahun itu pula saya terus melakukan hal itu, hingga saya menemukan bahwa the best way to get over it adalah saya harus menerima dan merangkul hal itu menjadi bagian dari takdir saya saat itu. Saya coba sekeras mungkin untuk menerapkan teori tsb yg masih berada di otak untuk masuk ke dalam hati namun tidak kunjung berhasil, denial demi denial saya rasakan selama 3 tahun, saya tahu sangat tahu bahwa ini adalah bagian dari izin tuhan yang harus saya terima. Siapa yang tidak ingin hati tenang dan ikhlas dengan menerima namun entah kenapa saat itu sungguh sangat sulit. Hingga 3 tahun tersebut berakhir saya masih belum menerima dan bersumpah enggan untuk berurusan lagi dengan apapun itu yang berhubungan dengan hal itu.
Di tahun ke 5 rupanya tuhan masih membuat saya berurusan dgn hal ini. Saya lelah denial dan baiklah I made up my mind bahwa yaudah tuhan jika ini baik jadikanlah, mungkin saya masih belum menyukai hal ini tuhan tapi saya sudah menerima mau Kau apain aja, I'm surrender.
Saya merapikan niat saya ketika menjalani hal ini, saya tanya pada hati apakah saya suka? Tidak. Apakah saya mau belajar menerima dan ikhlas? Ya. Apakah niat baik lain yg saya punya? Saya ingin melakukan ini dengan hati yg ikhlas dan sebaik yang saya bisa, saya ingin menepati janji saya kepada ibu saya, selebihnya jalan apa saja nanti yang tuhan guide untuk saya okelah terserah Kau saja Tuhan. Kurang lebih begitu pertanyaan-pertanyaan yang saya tanyakan pada hati. Ya I have nothing to do anymore, but I make sure myself that I have the right intention to do this.
It has been more than 6 months saya telah menjalani ini and surprisely saya tenang menjalani hal yang dulu saya amat sangat benci dan saya hindari.
Hal itu membuat saya sampai pada kesimpulan bahwa niat yang benar itu membawa ketenangan hati dan kemudahan hidup dan hati yang surrender kepada Allah pasti diberi pertolongan.
Lalu saya pada kesimpulan yang lain, masa iya sudah saya ngga suka menjalani hal ini ditambah saya tidak ikhlas. Coba bayangkan sudah saya tidak dapat kenikmatan dunia, saya tidak dapat pahala pula karena tidak ikhlas menerima takdir yang diberikan tuhan. Jadi begitulah jika tidak suka maka belajarlah menerima karena akan dapat pahala dari allah. Tidak mudah memang, tapi pasti bisa.
Semoga Allah memberi Rahmat bagi orang yang membaca tulisan ini. Salam.
Makna yang Hampir Terlupakan
Ayat di atas tidak sengaja kubaca ketika membuka quora yang seketika mengingatkanku tentang doa-doa yang dulu kupanjatkan. Mungkin kejadian ini terdengar biasa saja bagi kebanyakan orang, namun sangat mampu membuat saya mengingat bahwa betul janji allah itu benar.
Singkat cerita saya sedang mendapatkan beberapa project untuk dikerjakan, namun dari ke 3 project itu ada 2 yang belum bisa saya kerjakan dengan sempurna. Bukan saya tidak mencobanya, jauh-jauh hari sudah saya kerjakan namun masih belum bisa bekerja dengan sempurna. Tidak luput meminta bantuan teman pula, masih belum bisa juga. Lalu karena saya sudah merasa maksimal sekali mencobanya, saya berdoa kepada tuhan bahwa saya sudah mencoba dengan sebaik yang saya mampu, jika memang hasilnya jelek gapapa, saya terima. Tentu tak luput saya masih berdoa di jam-jam terakhir pengumpulan deadline agar project saya bekerja seperti yang seharusnya, tapi lagi-lagi masih belum bisa. Baiklah deadline sudah tiba siap tidak siap harus dikumpulkan dengan perasaan menerima apapun yang terjadi, jelek pun tidak mengapa.
Tiba saatnya pengumuman scoring nilai dari keseluruhan project dan pekerjaan yang lain, saya sudah merasa wah yang dua kemarin saja belum beres pasti dapat score jelek, tapi gapapa saya sudah siap menerima. Namun siapa yang menyangka bahwa scorenya tidak begitu buruk seperti yang saya pikirkan. Seketika itu saya ingat bahwa waktu itu saya hanya berpegang pada tawakal karena hal itu merupakan jalan terbaik setelah saya melakukan ikhtiar sebaik mungkin. Benar saja allah menjawab sesuai yang dia janjikan.
Saya tahu bahwa kejadian ini adalah kejadian yang remeh temeh, namun saya pikir kenapa tidak belajar tawakal dari masalah yang kecil-kecil terlebih dahulu. Tapi saya sangat senang bukan karena mendapat score yang baik, namun karena saya tahu dengan tawakal maka allah akan menepati janjinya.
Less ambitious is not always bad, often it's better.
Haza, dec 2020.