Pengen Sholat Shubuh
"Pengen sholat shubuh, Yaa Allah!” Sambil menangis Dian berharap bisa sholat shubuh, kemudian cessssssssss *suara angin dari ban bus eMJey terdengar jelas. Dian tersentak sejenak antara syukur dan takjub atas doa yang sekejab dikabulkan Tuhan yang Maha Esa, Allah azza wajalla.. Jadi ceritanya, di jalan menuju pulang ke Medan dari Duri, Riau, Saya dan Ibuk menumpangi bus lux yah sebut saja eMJey. Setiap perjalanan jauh ada dua hal yang selalu saya cemaskan adalah bagaimana sholat dan bagaimana jika tidak ada air bersih selama di jalan. Hiks~ Well.. Saya husnuzhan saja, mungkin bus yang saya tumpangi ini bukan bus yang dimiliki oleh seorang muslim atau supirnya mungkin bukan seorang muslim. Karena shubuh ini tepat saya mengalami sesuatu yang menakjubkan sekali. Berangkat pukul 11 malam dari kota Duri, shubuh jam 5 kami sudah sampai di kota Kisaran. Saya menanti - nanti kapankah bus akan berhenti untuk sholat shubuh. Saya menanti bukan tanpa alasan, sebelumnya saya berangkat ke kota Duri dengan salah satu bus senior sebut saja Rainbow Son, saat waktu shubuh tiba kami berhenti di salah satu masjid besar di kota yang tepat sedang di singgahi ^_^ alhamdulillah, saya bersyukur sekali saat itu. Jadi apa kejadian shubuh ini, Mba? Iyap, shubuh ini Pak Supir tak jua peka dengan telepati haha ga deh bukan telepati dengan waktu shubuh. Padahal jelas sekali banyak penumpang yang mengenakan hijab di sini. Ada juga yang berjanggut loh 😂.. Tapi sampai pukul setengah enam waktu Asahan, bus tak jua berhenti. Melihat keadaan di mana bus tetap melaju kencang memasuki hutan sawit khas kabupaten Asahan ini,saya dengan sedih memutuskan untuk bertayammum saja. Sedih sekali saya melaksanakan sholat shubuh dalam bus yang melaju kencang tadi. Kenapa sedih? Karena saya tidak merasa berdaya penuh untuk maju ke kabin supir nun depan sana *saya duduk di bangku nomer3 dari belakang. Saya merasa lemah tidak memperjuangkan hak saya untuk sholat shubuh tepat pada waktunya. Yah, saya sedih sekali. Sholat shubuh 2 rakaat selesai saya tunaikan. Setelah itu saya menangis. Memohon doa pagi dikabulkan oleh Tuhan yang Maha Esa, Allah azza wajalla. “Allahumma inna asaluka ‘ilman nafia'an, warizqon thoyyiban, wa'amalan sholihat mutaqabbalaa ” aamiin.. Yaa Allaaah, Dian pengen sholat shubuh. Ya Allaah.. Dian pengen sholat shubuh.. Kemudian, cessssssssss ~ Bus kami berhenti di salah satu pom bensin untuk memperbaiki ban yang rusak ^^. Saya tersenyum takjub !! Dengan mantap saya dan ibuk keluar dari bus untuk menunaikan sholat shubuh dengan berwudhu dulu. Qadarullah, waktu shubuh saat itu masih sangat cukup untuk diisi 2 rakaat ibadah wajib. Masya Allah. Saya terkagum-kagum. Setelah menunaikan shubuh 2 rakaat tadi hati saya senang dan merasa bisa menyambut seruan -hayya ‘alal falaah- ^_^ Dalam Bus Menuju Medan, 8 Mei 2017
















