UAS orang yang pernah mendapat Lailatul Qodar #shorts
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Russia
seen from Russia
seen from Brazil
seen from Spain
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Spain
seen from Russia
seen from Spain
seen from United States

seen from Algeria
seen from United States
seen from United States

seen from Spain
UAS orang yang pernah mendapat Lailatul Qodar #shorts
Tausiyah di Malam Pergantian Tahun, Ini Pesan Ketua Prodi Ilmu Falaq UIN Makassar - Gosulsel
PANGKEP, GOSULSEL.COM - Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Falaq Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr. Fatmawati membawakan tausyiah di malam pergantian tahun baru di Masjid Nurul Falah Jangoan Pangkep, Selasa malam (31/12/2019). Dalam tausyiah Fatmawati...
https://gosulsel.com/2020/01/01/tausiyah-di-malam-pergantian-tahun-ini-pesan-ketua-prodi-ilmu-falaq-uin-makassar/
#KetuaProdiIlmuFalaqUinAlauddin #MalamTahunBaru #Tauziah
﷽☪ 🎶📣🔉🔊🎧🎤 🎶📣🔉🔊🎧🎤 📍🏡Dsn. 🏠Ds. 📮Kec. Singosari 🏣Kab. Malang, 🗺 Jawa Timur - 🇲🇨 Indonesia🌏 #tegarcutvideo #history #hadist #video #youtube #europe #muslim #islam #tauziah #Türkiye #indonesia #uae #dubai #iran #iraq #pakistan #afganistan #dagestan #uzbekistan #kazakstan #chechnya #russia #malaysia #bahrain #arabsaudi #qatar #india #bangladesh #army #freedom (di Singosari)
﷽☪ 📍Indonesia🌏 - 🇲🇨 #tegarcutmusicvideo #music #موسيقى #музыка #Musik #müzik #мусиқӣ #muslim #tauziah #Türkiye #indonesia #uae #dubai #iran #iraq #pakistan #afganistan #dagestan #uzbekistan #kazakstan #chechnya #russia #malaysia #bahrain #arabsaudi #qatar #india #bangladesh #art #sound YouTube! https://www.youtube.com/watch?v=xEUm5pqvm3Y (di Dubai, United Arab Emirates)
Sholat Khusuk
oleh: Ust Edi Chandra 10 Mei 2015
Sholat adalah wasilah pembersihan hati yang bertujuan agar menjadi orang yang beruntung seperti yang disebut dalam QS Asy Syams 91 : 9,
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
Khusyu' adalah ruh ibadah. Tanpa khusyu', ibadah menjadi tidak bermakna.
Fiqih hanya mengatur syarat dan rukun sah nya sholat, belum mencapai khusyu'.
Fiqih mengatur hal hal yang dapat terukur dengan indra, yang menjadi standar minimal untuk mencapai sahnya ibadah, sedangkan khusyu' tidak dapat diukur karena letaknya di dalam hati.
Dalam tazkiyatul nafs tidak membahas fiqih, tetapi dibahas bagaimana sikap hati untukk mencapai khusyu'.
Nilai ruhiyah shalat dapat dilihat di surat surat berikut dalam al Quran:
QS Al Mu'minun : 1 - 2 :
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya
Dalam kamus bahasa Arab, khusyu' artinya tunduk, merendah, merasa hina, taat. Hal ini disebabkan karena kita menghadap kepada Yang Maha Agung.
QS Al Maun : 5 :
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
Khusyu' juga dapat diartikan sebagai kesesuaian antara ucapan dan tindakan dengan hatinya, kebalikan dari sahun atau lalai yang artinya tidak sadar, sebagaimana yang diperingatkan dalam QS Al Ma'un : 5.
QS Thaha : 14 :
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Jadi, di dalam shalat, kita harus mengingat Allah.
QS Al A'raf : 205 :
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.
Orang yang lalai artinya adalah orang yang melakukan sesuatu tetapi hatinya lalai.
QS An Nisa ' 4 : 42 :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan
Yang harus dilakukan, untuk mencapai sholat yang khusyu' :
Hudur al qalb, Hati yang hadir. Merasakan kehadiran Allah, sedangkan kita adalah hambaNya. Tidak memikirkan hal lain, sadar bahwa kita sedang menghadap kepada Allah.
Tafahhum, Mengerti arti gerakan dan apa yang diucapkan.
Ta'zhim, Merasa kecil di hadapan Allah. Mengerti bahwa dirinya sedang menghadap kepada Yang Maha Besar. Bagaimana mengetahui kebesaran Allah? Dengan cara memahami al Quran.
Haibah, Merasa segan kepada Allah sang pemilik keputusan, yang tidak bisa diintervensi tentang diterima atau ditolaknya shalat kita. Haibah mirip dengan perasaan khouf, yakni setuju atau tidak setujunya kita, tetapi tetap Allah yang menentukan.
Ar-roja, Berharap. Kita adalah hamba Allah, yang berharap kepada Allah.
Al Haya', Malu, karena melihat kekurangan diri, bahwa kita sering lalai dalam shalat.
Yang paling berat adalah tafahhum, karena kita bukan penutur bahasa Arab.
Kita hanya mendapatkan terjemahannya saja, tetapi kita tidak mendapatkan makna terdalam yang dapat diperoleh dari rasa bahasa Arabnya.
Terutama saat imam membaca surat pendek setelah al Fatihah. Jangankan rasa bahasa Arabnya, kebanyakan dari kita bahkan tidak memahami arti zhahir dari bacaan imam.
Bahkan, dari surat al Fatihah saja, kebanyakan dari kita tidak paham keindahan bahasanya.
Misalnya: Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in
Dalam bahasa Arab biasa, bentuk aslinya adalah "na'budu iyyaka"
Lalu mengapa dibalik menjadi "iyyaka na'budu", dan mengapa kata "iyyaka" diulang dua kali dalam ayat tersebut?
Maka, minimal, pahamilah bahasa Arab. Pelajarilah bahasa Arab, minimal untuk mahami arti lahiriah al Quran.
Hal yang menghambat untuk mencapai khusyu', ada 2 faktor:
Faktor eksternal:
Tulisan baju jamaah lain di depan kita.
Lingkungan berisik.
Aroma, misalnya minyak wangi jamaah lain.
Corak ataupun jejak pada karpet masjid.
Dll. Maka afhdal-nya shalat sunnah adalah sendirian dan di rumah, agar lebih khusyu'.
Faktor Internal:
Man ahabba syai'an, katsian dzikri. Apabila sesorang mencintai sesuatu, maka akan banyak memikirkan mengenai hal itu. Ini bukan sengaja, tetapi sudah bawaan manusia. Cara mengobati adalah dengan mencari pangkalnya, dengan tazkiyatun nafs. Pangkalnya adalah cinta dunia, cinta kehidupan. Maka kita mohon ampun kepada Allah atas tidak sempurnanya sholat kita, namun juga terus belajar untuk menyempurnakan. Inti dari khusuk, adalah banyak memikirkan akhirat.
Salah satu alat bantu untuk mencapai khusyu' adalah dengan fokus untuk memahami arti setiap bacaan dalam sholat kita.
Selain itu, mencontoh Rasulullah saw, jangan tenggelam dalam kehidupan dunia.
Berusaha semaksimal mungkin agar setiap ucapan dan tindakan kita bertujuan untuk akhirat dan bermuatan ukhrawi.
Banyak banyak bertasbih sepanjang hari, sering sering menghubungkan kejadian yang dihadapi dengan firman Allah dalam al Quran.
Sering sering mengingat dan mengutip al Quran dan hadis dalam pembicaraan sehari hari.
Mengapa kita Sholat ?
Bisakah anda bayangkan jika dalam sehari kehidupan kita hanya diisi dengan rutinitas kerja atau mungkin study, dan sisanya dihabiskan untuk beristirahat/tidur ?
Apakah yang ada di benak kita dalam sehari itu ?
Adakah sejenak di benak kita terbersit perasaan untuk mengingat siapakah yang telah memberikan kita kehidupan ?
Ingatkah kita kepada Dzat yang telah memberikan kita rezeki dan kesehatan dalam menjalani kehidupan ini ?
Disinilah keindahan ajaran Islam ditampakkan..
Dalam sehari umat Islam diwajibkan untuk menegakkan sholat 5 kali, saat terbit fajar, saat tengah hari, saat sore hari, saat matahari di ufuk barat dan saat matahari sepenuhnya tenggelam.
Dengan sholat itulah kita mengingat Allah.
Dan Sholat merupakan salah satu ciri dari manusia yang bertaqwa (Q.S. Al-Baqarah : 2)
Dengan sholat itulah kita bisa berpikir lebih jauh lagi sebelum melakukan perbuatan maksiat, dan perbutan keji dan mungkar lainnya.
Di luar ibadah wajib tersebut, masih banyak ibadah sunnah seperti sholat malam yang dilakukan saat manusia sedang lelap pulas dalam tidurnya. Sholat Dhuha disaat manusia lain sedang sibuk dengan sarapan paginya. Dzikir pagi dan sore, dan juga puasa pada hari senin dan hari kamis. Dan masih banyak lagi amalan sunnah lainnya..
Jangan lupakan juga amal dan shodaqoh, ingat bahwa senyuman juga merupakan bagian dari shodaqoh :)
Ya Allah, segala puji bagiMu yang telah menjadikan kami sebagai umat dari agama yang sungguh mulia ini. Salam dan sholawat kami panjatkan kepada junjungan kami Rasulullah SAW yang telah dengan kecintaan yang amat mendalam kepada umat ini, sehingga saat ini kami bisa merasakan keindahan agama ini.
-Kutipan Tauziah Ustadz Baidun Maknun, Lc. Mushola kantor lantai 7 dalam cuaca sejuk Surabaya yang tengah diguyur hujan deras siang ini.
(Photo taken from : naurasyahab.multiply.com)