Jazz Indonesia
Jauh sebelum saya suka dan terjerembab di blackhole bernama K-Pop, saya adalah seseorang yang sangat suka musik jazz, soul, dan R&B (yah kalau Pop mah nggak usah disebut ya). Nggak, saya bukan penggemar musik Jazz yang berat-berat gitu kok, yang dengerinnya cuma musisi jazz instrumental (bass, saxophone, piano, etc.). Tapi jazz yang easy listening dan saya paham aja, hehe. Yang saya ingat dulu kelas 2 SMA, ada seorang temen yang ngasih dengar lagunya Parkdrive - Hasrat Jiwa. Awalnya dia cuma cerita-cerita aja lirik nya bagus, kemudian saya jadi penasaran dan dengerin lagunya. And never regret keisengan saya, saya pun jatuh cinta sama Parkdrive. Hampir semua album saya suka bangeeeet!! I dont know, but their kind of jazz is so so so eargasm. Kelas 2 SMA itu sepertinya tahun 2005-2006an deh, semenjak itu saya jadi suka ngeksplor lagu lagu jazz lokal lainnya. Akhirnya, saya bertemu dengan musisi jazz lokal lainnya yang familiar di tahun itu seperti Maliq & D’essentials, Drew, Ari Pramudito, Bibus, Tompi, Barry Likumahuwa, Indra Lesmana, Tohpati, dan masih banyak lagi. Sempat beberapa kali dateng juga ke event-event music jazz lokal, dan event pertama yang saya datengi adalah JGTC! Jazz Goes to Campuss yang rutin diadain sama FE UI, oh ya ada juga event All That Jazz yang diadain radio OZ Bandung. Seru banget. Singkat cerita sampe tahun 2010 saya masih suka banget Jazz. dan mulai dengerin musisi jazz luar, referensi musisi jazz saya pun makin luas, my favorite was Barry Likumahuwa, D’Sound, Norah Jones, Tompi, Maliq, Dave Koz, Parkdrive, Andezzz, and many more. Really banyak banget sampe dulu hard disk external saya isinya setengahnya adalah lagu lagu jazz. Dan anehnya sampai saat ini saya belum pernah berhasil ke event JAVA JAZZ. Sedih sih selalu aja ada halangan di hari yang sama dengan JJF. I really hope to attend JJF 2018!!
Nah singkat cerita lagi, 2010 saya terdistrak dengan invasi musik korea atau yang lebih dikenal dengan K-pop. Bermula dari ngata-ngatain sepupu saya yang waktu itu diem diem lagi suka Super Junior dan SNSD, saya malah jadi ikutan suka hahaha. I was in the blackhole for almost 5 years!! Percaya deh sekalinya udah masuk ke dunia kpop dan kenal, paham a to z nya, yakin banget akan susah mengurangi kadar kesukaan kita ke kpop. AND IT WAS SO ADDICTIVE. even now, walaupun udah ngga ngikutin kpop masa kini, tapi saya masih follow beberapa k-idol di instagram. Ya. cuma biar tau aja, haha. But thank God, kehidupan saya semenjak memulai sekolah S2 jadi super sibuk dan mau gamau harus fokus sama kuliah dan tugas tugasnya, sampe harus resign kerja juga, haha.
Semenjak memulai S2 saya pun mulai coba ngurang-ngurangin semua aktivitas yang related to kpop dan korea koreaan. No, bukan berusaha jadi antis atau apa pun, tapi cuma mencoba back to normal and listening to other music more and more. Dan mulai aktif nge soundcloud lagi, ya dulu 2015an Spotify belum masuk kan ke Indo. Di Soundcloud dulu saya cukup sering juga ngepost cover songs, ya walopun suara dan recording tools nya pas pasan hahaha. I was joining Soundcloud since 4-5 years ago (2012-2013), dan di situ lah saya mulai menemukan kesenangan baru. I met so many local indie musician with super quality!! Dulu ampe komen “gila ya orang Indonesia ternyata banyak banget yang super talented dan punya karakter khas masing-masing!”. No, I’m not sotoy guys, karena yang saya komenin kayak gitu adalah orang-orang seperti Teza Sumendra, Barsena, Rendy Pandugo, Isyana, yang pada saat itu belum jadi apa-apa. Tapi mereka sangat rajin sharing music dan posting recording mereka ke SC. Sampe selalu saya tungguin update-updatenya, dan saya punya playlist khusus yang isinya coveran lagu dari selebSC. (LOL what selebSC??). Dan, ada satu lagi musisi lokal yang saya kenal dari Soundcloud namanya Teddy Adhitya. Kalo denger coveran dia tuh ya, Man.... you won’t think that you’re listening to Indonesian singer! Really! 11 12 nih sama Teza, Barsena, dan Rendy Pandugo, musisi lokal kualitas internasional!! Dulu, nggak ada cover songs mereka yang nggak saya suka. And you know right, tinggal nunggu waktu aja, dan ahirnya Teza, Barsena, Rendy, dan Isyana pun debut jadi musisi lokal (officially) dan punya album! I was so happy when Rendy Pandugo is finally released his first single, like heeeey Indonesia’s John Mayer is here! Mas, udah ganteng, bertalenta pula, aku suka banget! and his hit single I don’t Care, is really good.
And now, hey please welcome... Teddy Adhitya!! Dia baru debut beberapa hari lalu dengan dukungan penuh dari musisi lokal lainnya seperti Tulus, Eva Celia, Yura Yunita, Rendy Pandugo, etc etc. His album titled #NothingIsReal dan genre nya jazz, dan....... SUPER SEKALI. Satu album nggak ada yang nggak enak, terharu banget! Dia bahkan udah perform di event JJF 2017 kemaren. Another SoundCloud musician yang akhirnya dikenal Indonesia. I recommend you guys to listen to his album, i cant even recommend you a song from his album since all songs are the winners! haha. But maybe you canng start to listen Nothing is Real & In Your Wonderland. Good job Teddy!!!
Semoga ke depanya makin banyak nih musisi musisi jazz lokal dengan kualitas internasional kaya nama nama yang udah saya sebut ini!















