it was october or november
i thought it was something
but lately i know you were with her
i hate that fact
and now on february until almost march
you're alone
we're still here
but it was never be the same

❣ Chile in a Photography ❣

No title available
No title available

izzy's playlists!
almost home
I'd rather be in outer space 🛸

oozey mess

Product Placement
NASA

#extradirty
Alisa U Zemlji Chuda
Cosimo Galluzzi
DEAR READER
dirt enthusiast
TVSTRANGERTHINGS
occasionally subtle
KIROKAZE

JBB: An Artblog!
Claire Keane
Sade Olutola
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Australia
seen from Australia
seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from El Salvador
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@alam-raia
it was october or november
i thought it was something
but lately i know you were with her
i hate that fact
and now on february until almost march
you're alone
we're still here
but it was never be the same
sekali lagi, kamu membohongi diri sendiri
cukup
ayo pulang
ayo kembali
don’t hurting yourself anymore
you deserve the love
you’re okay
you’re good
you’re amazing
mantra mantra
bukan kata “gapapa”
bukan semangat
cukup ada
cukup di sana
I don't like you that much and you don't like me too.
Cerita dari senayan hari ini;
Rencana awal ke Festival Jajanan Bango jam 11, lalu ke Taman Langsat.
Realitanya mampir ke Indonesia Modest Fashion Week 2022, nyobain minuman rosella gratisan di depan JCC, keliling liat-liat barang lucu di INACRAFT sampai khilaf, setengah 2 kurang baru masuk ke Festival Jajanan Bango dan berkeliling cari makan, lanjut jadi anak senja di Taman Hutan Kota GBK sambil nonton Maliq & D'essentials, lalu sebelum balik mampir ke fX buat ngecas hp yang udah sekarat dan ketemu anak-anak kecil pakai kostum Halloween.
Tambahan : hari ini cerah banget, bahkan pas malam pun bulan sabit terlihat sangat jelas.
l love you, but not anymore.
as long as i have them, then it's okay.
Are we really happy?
At the moment, yes.
But, are we?
Biru Laut & Alam Raia
some stories from the blue bird
No, I'm not.
#LaguBercerita : Congratulations - DAY6
It's been a month I guess since the day I read your letter. Finally, I meet you again. Because we have to, aren't we? I am already prepared for today. But, that smile, yours, ruined everything. The smile that I still don't have. You look so fine, good as usual. There was nothing that happened, right? A lot of things happened to me. I learned something anyway. And today I know what you mean in that letter.
Ah, it's her.
Every song has its own story.
Bagiku mendengarkan lagu sama seperti membaca cerita pendek, dan membuat playlist lagu adakalanya bagaikan menulis sebuah buku cerita. Setiap lagu memiliki kisahnya tersendiri, baik itu apa yang dipikirkan oleh pengarang lagu ketika menulisnya ataupun apa yang diinterpretasikan oleh pendengar. Menyenangkan rasanya jika bisa merangkai kisah dari satu lagu ke lagu lainnya hingga menjadi cerita yang utuh dan digabungkan ke dalam sebuah playlist lagu.
Sama seperti membaca buku, mendengarkan lagu merupakan salah satu caraku untuk berjalan-jalan dan merasakan beragam emosi. Jatuh cinta, patah hati, marah, bersemangat, dan sebagainya. Mungkin aku tidak benar-benar sedang jatuh cinta, misal, namun aku dapat merasakan jatuh cinta ketika mendengarkan lagu tertentu. Kepada siapa? Tidak ada individu yang spesifik tentunya. Hanya, yah ada saja rasanya. Begitu pun emosi yang lainnya. Tidak perlu untuk benar-benar mengalami untuk merasakan. Kau boleh tidak setuju kepadaku. Namun, aku memiliki caraku tersendiri.
#LaguBercerita : Just You - Teddy Adhitya
Satu tahun kemarin berhasil menjadi tahun gelap paling pekat yang pernah ku alami. Hasil dari berbagai hal yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya mungkin. Meledaknya ya setahun itu. Kondisi di mana aku menyadari bahwa aku telah menyerah akan banyak hal, akan mimpi ataupun diriku sendiri. Bagiku, tidak ada lagi aku. Dengan bodohnya aku berpikir diriku telah menghilang, tidak ada yang perlu diperjuangkan. Hingga sampai pada pemikiran-pemikiran seperti "kau tidak boleh bahagia", "itu kurang, kau harus lebih menderita", "tidaklah adil jika kau bahagia". Padahal, siapalah aku? Sok-sokan bisa menentukan keadilan, sombong sekali. Terus-menerus berusaha menyiksa diri dengan caraku tersendiri. Menjadi penyendiri, menarik diri dari lingkungan, dan terkurung dalam kotak pikiran yang terlalu mengada-ngada.
Hingga suatu ketika, entah bagaimana aku bertemu denganmu. Saat itu aku bertanya-tanya, "pertemuan dengan satu orang bisa sebegininya, ya?". Kamu dengan cerita-ceritamu di satu pertemuan itu terasa sangat ajaib bagiku. Padahal, kau hanya bercerita tentang pengalamanmu dan hal-hal lucu yang terjadi. Tapi, sekali lagi, bagaimana bisa sebegininya? Jika menggunakan pengandaian, kamu dan kisahmu saat itu seperti lubang kecil yang tiba-tiba muncul pada atap ruangan gelap tanpa cahaya yang aku tinggali. Ruangan yang awalnya sangat gelap dan tidak ada setitik pun cahaya, aku terkunci di sana, lalu tiba-tiba muncul satu lubang kecil di atap yang menembus ke dalam ruangan itu. Dari sana muncul setitik cahaya, dan aku pun dapat melihat langit yang penuh bintang. Walau hanya melalui lubang kecil, namun itu memberikan dampak yang cukup besar. Ah, ternyata masih ada kehidupan yang luar biasa di luar sana. Lubang kecil itu membawaku ke alam raya yang cantik penuh bintang. Pertemuan denganmu, cerita-ceritamu, kamu, membukakan sedikit celah untukku keluar dari gelap. Siapa yang sangka bukan? Ceritamu adalah magis. Ceritamu adalah magis. Ceritamu adalah magis. Kalimat tersebut terus menerus terulang. Siapa sangka bukan?
Saat itu aku berharap, jika diizinkan aku ingin mendengar lebih banyak cerita-ceritamu. Dan di sinilah aku.
Narasi Bintang Alam Raia #1
Bagi Raia, gelap adalah kesehariannya. Sudah sejak lama ia berkawan dengan sang Gelap. Hingga ia bertemu dengan tuan Maha Tahu, gelap mulai meninggalkannya walau hanya untuk sementara waktu.
"Psst.. Psst.. Raia! Hei, Raia! Wake up!"
"Siapa itu?" Raia mengintip dari balik selimutnya.
"Psst.. Raia! Aku di sini!"
Suara tersebut terdengar dari balik pintu kamar Raia.
Sambil berjalan perlahan Raia mendekati pintu kamarnya, menempelkan kupingnya ke pintu, memastikan apakah ada seseorang di balik pintu tersebut. Namun, Raia tidak mendengar suara apapun. Hening.
Mencurigakan.
Raia memberanikan diri membuka pintu sedikit, mengintip dan memperhatikan sekitar lewat celah yang ia buat.
Kosong. Tidak ada siapapun.
Pintu terbuka sepenuhnya dan Raia sudah berada di depan kamarnya.
"Halo?"
"Siapa di sana? Apakah ada orang?"
Tidak ada yang menjawab.
Mungkin Raia hanya bermimpi, pikirnya.
Ketika Raia ingin kembali ke kamarnya, ia tersadar sepertinya ia menginjak sesuatu.
Itu adalah sebuah amplop surat.
Buru-buru Raia mengambil amplop tersebut, menutup pintu kamarnya, dan kembali ke atas kasur.
Amplop itu sedikit berat, terdapat bagian yang menonjol seperti ada suatu barang di dalamnya.
Awalnya Raia ragu untuk membuka amplop tersebut dan ingin kembali tidur saja. Namun, ketika Raia membalikkan amplop tersebut terdapat namanya tertulis di sana.
To: Raia
Apa ini? Dari siapa? Apakah ada yang mengerjainya?
Fri, 7 May. 17.29. 2021.
Alam raya kembali berbicara. Alam Raia kembali hadir. Pesan-pesan yang terlintas di penghujung malam. Doaku terkabulkan ternyata. Namun, dengan cara-Nya tersendiri. Seperti apa yang aku sampaikan. Sungguh baik.
Saya sudah berbicara dengan sang bintang tadi, tapi dia tidak akan tau. Apa yang menjadi pertanyaan sudah menjadi pernyataan dan bertemu dengan tanda titik. Tak ada tanda tanya. Namun, cerita ini masih belum selesai. Masih banyak kalimat yang perlu ditulis, menjadi paragraf-paragraf baru, bab baru, sampai bertemu kata "Tamat". Masih panjang untuk sampai ke akhir cerita. Atau mungkin bisa jadi sangat singkat. Saya tau akhirnya, tapi tidak dengan bagaimana.
Aku menuliskan pesan kepada dunia
"Kalau ini bukan yang aku kira, lalu apa?"
Malam bilang kalau bintang selalu ada
Namun, bisa jadi ya tidak terlihat saja
Bintang itu di sana
Bintang itu terang
Kalau tidak terlihat, bukan salahnya
Itu karena dirimu saja yang tidak bisa melihatnya
Mungkin terlalu jauh
Mungkin tertutup awan
Bintang itu di sana, ada
Tapi bukan berarti ada untuk kau lihat