Innalillahi wainnaillahirojiun
Aku, turut berduka cita atas meninggalnya ayahmu.
Aku mengenalmu, maka akupun mengenal ayahmu Sejak aku di jodohkan tuhan berteman denganmu tahun 2006.
Tuhan, lebih sayang ayahmu. Tuhan mengambil haknya, ayahmu, ayahmu pergi dengan indah damai dan tenang, ayahmu selamat hingga ditempat abadinya sekarang.
Sungguh, hampir 4 tahun kita tak berjumpa, terpaksa, tuhan mempertemukan rasa rindu kita dipertemuan meninggalnya ayahmu, ini bukan pertemuan yang aku harapkan, rencanakanpun bukan. Rencana pertemuan kita ku setting indah. Ah tapi sudahlah, tuhan telah mengaturnya, ini fungsi teman bukan? Aku hadir di saat kamu butuh pelukan dan ucapan untuk menguatkanmu, insyaallah aku ada wahai teman. Aku, lenyap, bukan berati kamu ku lenyapkan pula.
Dan..
Untuk temanku, temanmu pula bukan?
Maaf, aku tak bisa menghadiri pemakaman ibumu. Maaf, waktu itu keadaanku terbatas, tak bisa kupaksakan sekuat kemampuanku seperti malam ini ditahllilan ayah salah satu teman kita yang di atas. Maaf, saat itu aku tak bisa memberikan pelukan hangat terbaikku buatmu. Jangan kau khawatir, saat kabar itu diam di inbox hp ku, aku langsung bacakan doa untuk ibumu.
Aku..
Kembali lagi, diingatkan atas kematian ayah teman tercinta kita. 5 tahun yang lalu, mungkin. Aku lupa.
Kita, bertemu, setelah sekian lama, dipemakaman ayahmu.
Itulah, awal lagi dimana kita semua, manusia 10 karakter yang sulit disatukan, kembali bertemu, setelah sekian lama. Lagi-lagi di acara duka )’;
Ayahmu, sudah enak sekarang. Apalagi semakin enak jika kamu terus kiriminya doa ((:
Sebenernya, pahamilah maksudku teman-teman..
Betapa kematian dekat dengan diri kita. Betapa tuhan bebas mengambil roh kita yang menjadi haknya kapan saja. Kematian lebih dekat dari pakaian yang menempel dibadanmu tiap saat.
Apalagi, sejak tuhan beri aku pembelajaran hidup dunia. Aku seakan merasakan kematian. Aku tak bohong, sungguh. Aku, kemarin-kemarin mangkir dari hadapan-Nya, lalai, absenku terlalu banyak, tuhan mencariku menegurku lewat ini. Tuhan rindu aku hadir, akhirnya, aku hadir dan tak absen lagi. Terimakasih tuhan, atas pembelajaran ini semua. Aku ikhlaskan dan syukuri. Sungguh, terasa nikmatnya walapun dalam sakit, sungguh luar biasa hikmahnya, dan sungguh aku menjadi pribadi dengan hidup yang lebih baik. Satu lagi tuhan, sungguh tuhan sebenernya memperlihatkan kehidupan dan manusia- manusia yang hatinya tak pernah bisa ku tahu, jahat atau baik. Sekarang, aku mengenal mereka dan kehidupan. Terimakasih..
Bolehkah aku sedikit berbijak. Aku cuma ingin berbagi atas pengalamanku..
Dekatilah tuhan, jika kamu ingin di dekati tuhan.
Berartilah buat hidup kita sendiri dan oranglain semampumu, maka tuhan akan buat hidup kita berarti membalas, memberkahi dan nemudahkan segala urusan kita. Doa kita di kabulkan.
Lakukan sesuatu yang lebih bermakna dibandingin kamu tiduran sambil denger musik. Kematian datang sesuka hati. Jadwalnya terencana tanpa kita tahu. Cuma, berbekalah dari sekarang.
Jalin silaturahmi. Salah satu hadist bilang, salah satu yang bikin panjang umur adalah silaturahmi. Tapi inget, silaturahmi sama siapa dimana dan kayak gimana.
Ayok, berbekal, dan buat hidup lebih bermakna..
Sekali lagi,
Dewi, Fanni, Vita..
Aku turut berdukacita )’:
Insyaallah. Kehendak tuhan adalah lebih baik daripada kehendak kita. Yang tak tau apa-apa..
.rumah Dewi. Frid. Jan. 07.02.14. 07.14 pm.