Jangan buat janji yang tak bisa kau tepati

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Yemen
seen from Brazil

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
Jangan buat janji yang tak bisa kau tepati
Janji, Apakah harus ditepati?
Janji, suatu hal yang klise yang sering kali kita ucapkan jika kita tidak dapat memenuhi panggilan orang lain. Misalnya hari ini Anda sibuk sekali, padahal Anda mempunyai acara berkumpul bersama teman-teman dan akhirnya Anda membatalkannya lalu membuat rencana "janji" baru agar dapat berkumpul bersama. Namun yang patut diperhatikan adalah JANJI = HUTANG dan hal ini pula yang dianggap remeh oleh sebagian orang.
Ada contoh kasus (ya dapat dikatakan, kasus ini sama dengan beberapa artikel yang saya tuliskan sebelumnya). Ada seorang pemimpin, dia mempunyai 3 karyawan. 2 diantaranya sudah resign dengan berbagai macam alasan ada yang ingin menimba ilmu di tempat baru dan ada pula yang ingin membantu orang tuanya. Alhasil, tinggalah 1 karyawannya ini. Memang 1 karyawannya ini tidak resign karena sang managernya/ bos masih membutuhkan tenaganya. Dia BERJANJI akan memberikan pekerjaan. Namun, faktanya adalah setiap kali datang kantor, dia disambut pekerjaan yang KOSONG dalam artian tidak ada pekerjaan sama sekali yang bisa dia kerjakan dan seharian di kantor bersantai-santai. Padahal sang bos MENJANJIKAN akan diberi pekerjaan dan pasti akan sibuk.
Dari contoh kasus di atas, JANJI memang merupakan hal sepele karena hanya diucapkan (tidak ada di atas hitam dan putih sehingga orang bisa saja menyangkal). Namun, bagi orang yang menekankan KOMITMEN dan PROFESIONALITAS, menganggap JANJI adalah sesuatu hal yang berharga dan harus ditepati (terutama selama kita masih dapat memenuhi kecuali dalam keadaan mendesak sekali. Anggap saja jika Anda bertemu dengan klien pada pukul 14.00 namun karena Anda terlalu malas datang tepat waktu, akibatnya klien Anda kecewa karena Anda tidak memenuhi JANJI. Janji merupakan hal sepele yang akan membawa Anda untuk menyelesaikan sebuah perkara besar KOMITMEN. Jika Anda saja tidak dapat memenuhi janji yang sepele, Anda kemungkinan tidak dapat BERKOMITMEN dengan orang lain juga.
Sekarang, bagaimana menurut Anda? Apakah janji masih harus ditepati atau mutlak untuk ditepati? PIlihan ada di tangan Anda tentunya. Tuhan memberkati.