estetikanya bersarang pada monokrom.
nyaman dengan titanium white ya?
ia memang kuat. sangat kuat bahkan.
tapi kamu butuh pembiasan cahaya bukan?
kamu perlu sekali-kali mencoba menggambar dengan cahaya.
tidak secepat polaroid memang.
kuasmu masih betah berayun sepertinya.
meniti titik demi titik tinta putih di atas kanvas yang juga putih.
mengilusikan diri pada sebuah kata yang menjadi pengikat.
kamu tahu alasan kamu nyaman dengan monokrommu?
apa kamu paham sentuhan dan rabaanmu pada perasaan gamangmu?
sorot matamu berbicara, hai monokrom.
ingat, kamu berurusan dengan si titanium white.
kekuatannya bisa memutihkan lukisan abstrak di kanvasmu.
tapi bergerak dengan pasti.
karena ia percaya pada pengarahan.