#tesmata Ada berapa itik? (at Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/CENfVBahAOn/?igshid=hyxke87mw7hk

seen from Malaysia
seen from Yemen
seen from South Africa
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Slovenia

seen from France
seen from Russia

seen from Netherlands

seen from France
seen from United States

seen from France
seen from China

seen from United Kingdom
seen from China

seen from France
#tesmata Ada berapa itik? (at Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/CENfVBahAOn/?igshid=hyxke87mw7hk
#tesmata (at Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/CBiyFtIBeOw/?igshid=1fvqfhedqhgbg
#tesmata semangka warna apa? (at Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/CBdzI6jD06U/?igshid=vafd5mckjtsi
#tesmata Ada gambar apa ya ? (at Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/B_oWhj7ASNR/?igshid=3ny6ph2dipky
#tesmata #tekateki cari anjing di antara kambing https://www.instagram.com/p/B_X5E2Qh7bY/?igshid=aaiybktrsasz
#tesmata (at Yogyakarta) https://www.instagram.com/p/B_FvaM-BTZ8/?igshid=1cjamkn8a6vw6
Semua Orang Berhak Dapat Akses Perawatan Mata yang Baik
Liputanviral - Eye Care Everywhere. Perawatan mata ada di mana-mana. Seruan inilah yang diusung World Health Organization (WHO) dalam memperingati Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2018 pada 11 Oktober 2018 lalu. Melalui seruan ini, WHO dan International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB) mengajak seluruh orang di dunia memeriksakan kesehatan mata di mana saja untuk mencegah gangguan penglihatan. "Kebanyakan kebutaan dan gangguan penglihatan dapat dicegah dan ditangani jika dideteksi dini. Mari lakukan tes mata sekarang juga," ajakan dari WHO, dikutip dari situs resmi World Sight Day. Hari Penglihatan Sedunia ini jatuh pada Kamis di pekan kedua Oktober setiap tahunnya. Momen ini dijadikan gerakan untuk mengkampanyekan kesehatan mata di seluruh dunia. Sejak diinisiasi oleh WHO dan IAPB pada tahun 2000, Hari Penglihatan Sedunia dihelat dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang gangguan penglihatan dan kebutaan. Ketika itu, WHO dan IAPB membuat visi jangka panjang yakni Visi 2020: Hak untuk Penglihatan. WHO dan IAPB mendorong seluruh negara di dunia untuk memastikan semua orang bisa mendapatkan akses untuk perawatan mata yang baik. Data dari IAPB menunjukkan 1,2 miliar orang tidak memiliki akses untuk mendapatkan kacamata. Sekitar tiga dari empat atau 75 persen gangguan penglihatan sebenarnya bisa dicegah. Sebanyak 36 juta orang di dunia mengalami kebutaan dan 217 juta orang memiliki gangguan penglihatan jarang sedang atau berat. Sebanyak 89 persen orang dengan penglihatan terganggu tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Sejumlah 55 persen orang dengan gangguan penglihatan sedang atau parah adalah wanita. Read the full article