16. surat untuk Diriku Lima Tahun Kedepan
Padang, 19 September 2017
Dear, diriku 5 tahun kedepan,
Bagaimana kabarmu? Apa kau sudah menikah dan punya anak? Bagaimana dengan perjalanan yang kau idam-idamkan. Berkelena kemanapun dan mencoba untuk keluar dari tempat aku berada sekarang? Bagaimana butikmu, atau peluncurang barang dengan label namamu? Semoga satu persatu telah dan tengah kau usahakan.
Sepertinya aku memberondongmu dengan banyak pertanyaan di awal. Aku tau kau pasti kesal, dan bilang, “Pertanyaan macam apa ini?”
Saat ini aku berusia 24 tahun, masih menjadi asisten penelitian Bu Sil. Aku tengah meng-entry kuesioner penelitian sejauh ini sudah 44 buah dari total 420 kuisioner. Tidak buruk memang—walau sebagian akan berfikir bahwa ini menyedihkan. Namun aku yakin aku dapat menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya.
Hari ini adalah pertama kalinya aku mengirimkan uang pada ayah dan ibuku. Tiga ratus ribu rupiah. Tidak banyak memang namun aku senang bisa melakukannya. Saat ibuku membalas pesan singkatku, ia berterimakasih dan berucap syukur. Malah jadi aku yang merasa salah tinggah rasanya. Salah tingkah sekaligus bahagia.
Mengenai STR-ku yang bermasalah, sehingga tidak keluar, Bang Al mengatakan bahwa akan mengurusnya ke Jakarta dalam 2 minggu ini. Disatu sisi aku senang STR-ku bermasalah sehingga aku tidak perlu mendaftar CPNS yang membutuhkan nomor seri STR. Bahkan bila bisanya ada hal seperti ini aku aka merasa tertinggal dari teman-teman, namun aku malah biasa saja. Namun bukan berarti aku bersenang senang diatas penderitaan teman-temanku. Aku hanya bersyukur untuk diriku sendiri.
5 tahun kedepan aku membayangkan kalau aku sudah menikah, punya anak dan memiliki usaha sendiri. Aku juga membayangkan aku telah menikah dengan kekasihku saat ini. Lalu bagaimana dengan hidup? Apa ia lebih keras dari sebelum-sebelumnya? Aku tahu kau pasti bisa melewati semua ini dengan tegar. Karena dari dulu kau memang kuat. Dan yang harus lebih kau ingat lagi bahwa kau memiliki Tuhan yang Maha Besar, sehingga sekeras apapun dunia ini tidak akan berarti apa-apa.
Aku memang pandai sekali bicara untuk menasehati orang lain. Namun saat sesuatu dihadapkan kepadaku, aku juga tidak lebih baik dalam menghadapinya. Namun sekarang biarlah kita kesampingkan hal itu dulu. Biarlah aku memberi nasehat-nasehat yang walau kau pikir ini omong kosong namun itu tidak akan menghentikanku untuk menyampaikannya padamu.
Aku rasa kau sudah punya perpustakaan peribadi juga di rumahmu. Buku-buku apa yang kau baca? Sudah berapa bahasa yang kau kuasai? Aku berharap saat ini kau telah menamatkan membaca semua buku keperawatan yang dilu kau fotocopy dan kau cetak dengan mesin print. Saat ini aku belum membaca bahkan sepersepuluhnya. Bila kau lupa akan keberadaan buku itu maka bacalah sekarang sempatkan waktumu 30 menit sampai 1 jam sehari untuk membacanya. Lalu mengenai bahsa, aku harap kau sudah semakin baik dalam menguasai Bahasa Inggris dan Jepang, dan Arab mungkin? Bila belum, maka tidak ada salahnya untuk kembali belajar.
Saat ini aku tengah mengalami mood yang naik-turun. Mungkin karena ibadahku kurang. Tadi pagi aku mulai shalat duha setelah sekian lama tidak. Dan aku rasa suasana hatiku mulai tenang dan tidak panik atau stress. Aku meyakini bahwa kekuatan diluar kita Allah swt. lah yang mampu membuat hal itu terjadi. Sehingga bila kau mulai resah, gelisah, cemas, maka segeralah salah dua rakaat. Dan kau juga tau kan bahwa kecemasan, resah, gelisah juga hal yang diberikan Allah sebagai ujian untuk merontokkan dosa-dosa kita. Ternyata hal-hal demikian punya tujuan yang sungguh manis yang diberikan Allah pada kita.
Bila kau sudah punya anak, maka jangan pernah jadikan ia nomor 2. Bukankah kau dulu bercita-cita untuk menjadi full time mom? Jadi harus siap bahwa prioritas pertamamu adalah keluarga. Masalah mendidik anak aku tidak terlalu paham. Namun aku sudah beli buku cara mendidik anak menurut islam yang belum aku sentuh sama sekali. Aku harap kau sudah membacanya saat ini agar kau bisa menjadi ibu yang hebat.
Aku ingin kau kuat jadi tetaplah makan sayur dan buah yang banyak dan jangan lupa olah raga. Saat ini aku sedang malas-malasnya olah raga. Namun Hari Minggu kemarin aku sempat jalan santai satu setengah kali putaran UNAND, walau hanya berjalan namun sudah membuat kakiku pegal. Dan aku menyadari bahwa luka pada bagian belakang kakiku, diatas mata kaki (yang lecet akibat sandal) sudah mengering. Padahal sebelumnya terlihat masih berair padahal sudah hampir 2 minggu lebih. Lalu aku ingat bawa dengan menggerakkan kaki, baik berjalan maupun berlari akan memperlancar aliran darah sehingga mempercepat penyembuhan. Nah itu kau tahu bukan, hal yang sudah kau lahap di bangku kuliah dan profesi.
Kemudian aku berharap kau menajdi orang yang semakin lapang dada. Aku tau aku adalah orang yang sudah memaafkan terlebih sudah disakiti berkali-kali dan orang tersebut tidak merubah perangainya atasmu. Namun maafkanlah karena akan susah dan menyakitkan membawa dendam berlama-lama. Kau sudah baca buku mengenai Dropadi berkali-kali, bukan? Yang dia menyimpan dendam lalu berakhir dalam peperangan Korawa dan pandawa sehingga ia harus kehilangan kakak tercintanya dan anak-anaknya. Sungguh dendam hanya akan melahap dirimu sendiri. kau kuat, dan orang yang kuat tidak akan menyimpan dendam karena hal tersebut hanya untuk orang-orang lemah yang tidak kuasa untuk memaafkan dan melepaskan.
Tidak ada masalah tanpa jalan keluar. Begitupun masalah rumah tangga. Aku memang masih belum menikah saat ini, namun yang terpikir olehku saat akan menikah dengan kekasihku adalah, bahwa menikah, dan berumah tangga itu kerja sama tim. Harus kompak dan saling menguatkan. Apa lagi terhadap anak, jangan sampai si ayah memarahi dan si ibu membela. Tapi lakukan dengan kompak, bila anak salah, lalu si ayah memarahi, maka ibu harus menjadi sisi yang tenang. Ibu bisa menjadi sisi yang lembut dengan membantu anak menyadari kesalahannya dan memberi alasan kenapa ayah bisa marah. Sehingga harapannya si anak menjadi sadar dengan kesalahannya lalu berfikir wajar kalau dia dimarahi. Tentu saja hal ini harus dibicarakan bersama anatra dirimu dan suami. Lalu juga jangan lupa bermesraan dengan suamimu setiap hari, jahitlah baju yang indah-indah. Jangan ragu untuk memeluk dan menciumnya setiap hari. Karena kalian sama-sama butuh kebahagiaan dari dan untuk diri kalian sendiri.
Lalu Islam adalah agama sampai mati. Allah pasti melindungi kamu dan keluarga, kalau kalian tetap menadajikan islam, Al-Quran dan Hadist sebagai tuntunan. Islam itu modern dan tidak akan ketinggalan zamam. Dunia ini semakin tua, sebentar lagi akan berakhir. Jadi selalulah shalat dan mengaji. Solehkan diri dan keluargamu. Minta pertolongan dan perlindungan Allah selalu. Karena hanya Dia, sungguh hanya Dia lah yang mampu untuk itu. Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah.
Baiklah, mungkin demikian suratku kali ini. Agak absurd memang namun ini adalah hal yang aku rasa ingin aku sampaikan padamu. Jikalau kau nanti lupa dan khilaf.
Kau adalah kuat dan hal-hal besar akan mengiringimu dan menantimu untuk memjemputnya. Jangan berputus asa pada Allah dan RahmatNya yang tiada batas.
Pelukan hangat dari diriku lima tahun lalu,
Misi Koto Chani
Gambar: pinterest.com












