synchronism: rumah sementara yang menyimpan terlalu banyak cerita untuk dilupakan
kalau aku harus mendeskripsikan synchronism dengan satu kalimat, mungkin aku akan bilang:
“synchronism itu seperti rumah sementara yang tiba-tiba terasa terlalu nyaman untuk ditinggalkan.”
awalnya aku datang karena tertarik dengan konsep yang mereka bawa. tentang perjalanan waktu, tentang timeline yang kacau, tentang masa lalu dan masa depan yang saling terhubung. semuanya terdengar seperti sebuah dunia besar yang penuh misteri dan perlahan mengundang siapa saja untuk masuk lebih jauh ke dalamnya.
dan tanpa sadar… aku benar-benar masuk.
synchronism bukan cuma sekadar tempat singgah biasa yang hanya ramai di awal lalu perlahan sepi. tempat ini selalu terasa hidup. seperti sebuah rumah besar yang selalu berisik setiap harinya, selalu ada sesuatu yang terjadi, dan selalu ada orang-orang random yang tiba-tiba membuat harimu lebih menyenangkan.
di rumah sementara ini, kami semua disebut signals.
sekumpulan penghuni timeline yang entah bagaimana bisa sama-sama kehilangan kewarasan demi sebuah game, teori, atau event yang diadakan secara tiba-tiba tengah malam.
dan jujur saja, itu menyenangkan sekali.
hal paling berkesan selama berada di synchronism tentu saja bukan cuma soal “perjalanan menuju tahun 2040”. tapi tentang bagaimana perjalanan itu diisi oleh begitu banyak momen absurd yang rasanya terlalu sayang kalau dilupakan.
di sini, para signals sering menjadi moderator game secara bergantian. dan percayalah, game-game itu benar-benar berhasil menguji kewarasan manusia. ada game yang santai dan membuat semua orang ketawa, ada juga game yang level toxic-nya sudah seperti bos terakhir game rpg.
tapi toxic di sini bukan berarti buruk.
lebih tepatnya… susah diprediksi. membingungkan. membuat panik. tapi justru sangat seru.
kadang kami merasa sudah menemukan jawaban paling benar, lalu tiba-tiba semuanya diputarbalikkan dalam hitungan detik. kadang kami terlalu percaya diri, lalu dihancurkan oleh plot twist yang terasa seperti ditampar oleh timeline itu sendiri.
dan anehnya, setelah panik bersama, kami malah tertawa bersama juga.
mungkin memang itu serunya tinggal di rumah bernama synchronism.
selain game-game chaos yang dibuat para signals, synapse sebagai “care taker” rumah ini juga selalu berhasil membuat event-event yang genuinely seru. mereka seperti tipe pemilik rumah yang tidak pernah membiarkan penghuninya bosan.
selalu ada sesuatu untuk ditunggu.
mulai dari event besar, misi kelompok, permainan-permainan seru, sampai berbagai tantangan yang membuat kami semua berubah menjadi manusia paling kompetitif sedunia hanya demi… poin.
ya, poin.
kami dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu berlomba menyelesaikan misi dan bermain game untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin. dan lucunya, poin-poin itu kadang berhasil mengubah manusia biasa menjadi makhluk penuh ambisi yang rela begadang demi kemenangan kelompoknya.
tiba-tiba semua orang menjadi: “guys kita harus menang.” padahal besok pagi masih ada kehidupan nyata yang menunggu.
tapi justru di situlah hangatnya.
karena perlahan semuanya terasa lebih dari sekadar game atau event biasa. rasanya seperti kami benar-benar hidup dalam satu timeline yang sama. saling membantu, saling panik, saling menyemangati, bahkan saling mengolok dengan penuh kasih sayang saat ada yang gagal memahami clue paling mudah.
lalu perjalanan menuju tahun 2040 pun dimulai.
dan entah kenapa, bagian itu terasa spesial.
future sync id, profesi-profesi absurd masa depan, kehidupan futuristik yang setengah serius setengah halu, semuanya terasa seperti penutup yang manis untuk sebuah perjalanan panjang. rasanya seperti synapse berkata:
“terima kasih sudah bertahan sejauh ini. sekarang coba lihat diri kalian di masa depan.”
dan lucunya, semua orang benar-benar tenggelam dalam itu.
ada yang menjadi ceo. ada yang jadi ilmuwan. ada yang hidup damai. ada juga yang mungkin masih menjadi manusia chaos di tahun 2040 nanti.
tapi dari semua hal yang terjadi selama berada di synchronism, aku rasa yang paling membekas bukanlah game-nya, bukan event-nya, bahkan bukan timeline futuristiknya.
melainkan orang-orangnya.
untuk para signals, terima kasih sudah menjadi penghuni rumah paling chaos yang pernah kutemui. terima kasih untuk semua ketawa random tengah malam, kepanikan berjamaah, teori-teori tidak masuk akal, kompetisi yang terlalu serius untuk ukuran game, dan semua momen kecil yang ternyata diam-diam menjadi kenangan besar.
kalian membuat rumah sementara ini terasa hangat.
dan untuk synapse… mamah abdul, abang jaki, abang yanto, dan sadie
terima kasih karena sudah menjadi care taker terbaik untuk rumah bernama synchronism. terima kasih karena sudah bekerja keras menciptakan tempat yang bukan hanya seru untuk diikuti, tapi juga nyaman untuk ditinggali walaupun hanya sementara.
kalian berhasil membuat banyak orang merasa punya tempat untuk pulang setelah hari yang melelahkan.
dan menurutku, itu sesuatu yang sangat spesial.
mungkin suatu hari nanti rumah ini akan sepi. mungkin timeline ini akan selesai. mungkin semua event dan game hanya akan tinggal kenangan.
tapi pengalaman yang ada di dalamnya akan tetap tinggal.
karena meskipun synchronism hanyalah rumah sementara yang pernah kuhuni, semua hal yang terjadi di dalamnya akan membekas sangat lama.
mungkin bahkan selamanya.







