Kembali lagi ke sini, setelah sekian lama hiatus tanpa ada cerita yang bisa dibagi. Seperti judulnya, saya telah satu bulan...
Hari ini, tepat sebulan saya ada di Belanda. Sejenak, saya ingin merayakan perjalanan ini. Perjalanan seorang anak bungsu yang sejak kecil hidup dalam bayang-bayang tentang negara di barat sana, serta tentang seorang sosok penting yang ia kenal lewat cerita-cerita pengantar tidur. Tentang seorang laki-laki yang adalah mantri, guru injil, yang selama hidupnya mendedikasikan diri untuk melayani orang banyak di kampung, bersama seorang pendeta Belanda bernama Peter Middelkoop.
Tumbuh besar dengan cerita serta pengaruh Belanda dan Kebelandaan dalam keluarga, terutama lewat cerita-cerita yang dituturkan, timbul ikatan emosional yang akhirnya membuat saya memilih negara ini sebagai tujuan saya melanjutkan pendidikan. Bahkan, secara tidak sadar sebenarnya pilihan ini telah saya tetapkan sejak dulu kala. Hingga pada saat ini, pada detik ini, saya telah satu bulan menghirup udara di Belanda, negara yang sejak dulu diidam-idamkan. Negara yang dulu pernah hampir dikunjungi oleh si lelaki hebat dalam keluarganya.
Untukmu Hermanus BanoEt, kakek yang tidak pernah saya temui. Cucumu yang paling bungsu sudah di sini, di Belanda.















