Psikiatri: Tilikan
Dalam ilmu psikiatri, kita mengenal adanya istilah tilikan (insight). Yakni kemampuan seseorang untuk memahami penyebab maupun arti dari situasi, misalnya pada gejala penyakit yang dialaminya. Tilikan dibagi kedalam 6 derajat. Mulai dari derajat pertama dimana pasien menyangkal total terhadap penyakitnya, sampai derajat keenam dimana pasien menyadari sepenuhnya tentang situasi dirinya dan disertai motivasi untuk memperbaiki diri. Pasien dengan gangguan jiwa mempunyai tilikan yang rendah, menganggap dirinya sehat-sehat saja, bahkan menyangkal jika dikatakan dia mengalami gangguan jiwa Demikian halnya dengan seseorang yang selalu melakukan maksiat. Ia memiliki tilikan yang rendah, terhadap amal buruk dan dosa yang ia lakukan. Ia akan menganggap perbuatan maksiatnya adalah hal yang baik, dan tidak ada yang salah dengannya. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan "Maksiat melunturkan persepsi buruk tentang dosa dalam hati seseorang, ia tidak akan merasa bahwa dosa yang ia lakukan adalah perbuatan buruk" Maksiat dan dosa menyebabkan Allah menutup hati seseorang, sehingga ia tidak lagi dapat menyadari bahwa yang ia lakukan setiap saat tidak lain adalah dosa.
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ "Sekali kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka" (Q.S. 83:14)
Lalu apalagi yang dapat diharapkan ketika kita sudah tidak bisa menyadari bahwa kita sedang terus-menerus berdosa?
Atau apalagi yang dapat diperbaiki ketika kita menyangkal berbuat dosa walaupun sudah diingatkan dengan ayat-ayatNya ?
Dan berakhirlah kisah seorang pendosa tersebut
ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ. ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ "Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.” (Q.S. 83:16-17)
Maka berdoalah
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مِنْ عِنْدِكَ مَغْفِرَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menzhalimi diri sendiri dan tidak ada yang mampu mengampuni dosa melainkan Engkau, maka berilah ampunan kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. HR. Bukhari : 6839
©ghani













