Pandanglah sebuah kertas putih sebagai alam semesta kehampaan. Satu guratan saja akan menampilkan kehadiran di dalamnya. Sebenarnya kita bisa saja membangkitkan hujan atau angin sekehendak. Tapi apa pun yang di gambarkan, hati kita akan abadi tertinggal di dalamnya. Jika hati kita ternoda, Maka pun lukisan akan ternoda. Kalau hati kita lesu, demikian jugalah jadinya lukisan. Bila kita hanya mencoba memamerkan keterampilan semata, Maka itu hal tidak akan dapat disembunyikan.
Tubuh manusia akan layu, Tapi tinta hidup terus. Gambaran hati kita akan terus bernafas sesudah kita sendiri tiada.
Sengaja kami jadikan kalimat di atas sebagai pengantar kehadiran situs Budaya TV. Karena kalimat tersebut menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana sebuah produk kreatif tercipta.
Apa yang dilakukan oleh Tim Kreatif di Budaya TV adalah mencoba menggambarkan semua kejadian di dunia nyata seaktual mungkin dalam karya jurnalis, fotografi dan digital, lalu menyampaikannya ke masyarakat luas agar bisa diambil manfaat dan pembelajarannya.
Kami kira untuk sebuah proses kreatif tidak ada yang mudah. Seluruh jiwa raga, pemikiran dan inovasi pun ditumpahkan, dikeluarkan, agar apa yang dilakukan bisa bermanfaat untuk kita semua.
Demikian jugalah kami. Kami mencoba untuk bersikap profesional dalam mengelola Budaya TV. Itu semata karena kami ingin punya arti.