Tips Karir #1 - Selesai kuliah lalu ?
Masa kelulusan selalu dinantikan oleh para mahasiswa, karena ini adalah saatnya kita mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah dipelajari selama kuliah di dunia nyata. Memang tidak semua mau melanjutkan ke dunia pekerjaan, ada juga yang akhirnya memutuskan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, namun tulisan saya kali ini lebih saya peruntukkan untuk kalian yang ingin segera memasuki dunia kerja. Sharing ini merupakan sharing berdasarkan pengalaman pribadi saya saat meniti karir.
Perlu dipahami, kondisi persaingan dalam mendapatkan pekerjaan itu lumayan menantang, karena lapangan pekerjaan "pilihan" yang tersedia cukup terbatas, namun jumlah pendaftarnya sangat banyak. Kondisi ini mirip ketika para lulusan SMA, berlomba-lomba mendaftarkan diri ke Universitas pilihan, namun dalam mencari pekerjaan kadang lebih brutal, kadang untuk 1 posisi, yang mengincar bisa dari satu angkatan yang sama ditambah angkatan sebelumnya yang belum dapat pekerjaan, lulusan dari jurusan yang selaras dengan bidang pekerjaan maupun lulusan dari jurusan lain, Salah satu contohnya banyak lulusan Teknik akhirnya terjun ke dunia perbankan. Ini berdasarkan pengalaman saya beberapa tahun yang lalu sebelum dunia ini mengenal Pandemi, tapi kalian para pencari kerja jangan berkecil hati, ini juga salah satu hal yang ingin saya bagikan di tulisan ini.
Melalui sub judul diatas, saya ingin menekankan ke para pencari pekerjaan, jangan terlalu idealis dalam mencari pekerjaan, alasan yang paling mendasar, semakin kita membuang waktu dengan menolak tawaran pekerjaan yang ada, artinya kita semakin tertinggal dengan mereka yang seangkatan dengan kita,. "Tapi sejak kuliah saya bermimpi kerja di perusahaan multinasional dengan gaji minimal 2 digit", memang kita harus punya mimpi setinggi-tingginya, tapi bukan berarti jalan menuju mimpi itu hanya ada 1 dan kita tidak bisa mencapainya kalau tidak lewat jalan tersebut. Berdasarkan pengalaman saya, untuk bisa masuk ke sebuah perusahaan multinasional, biasanya kita harus sangat spesial dari segi akademis atau memiliki koneksi atau kita punya pengalaman atau skill yang sangat luar biasa, kalau misalkan kita belum memiliki salah satu hal tersebut, ada baiknya mempertimbangkan opsi lainnya, yaitu mencoba di perusahaan lokal atau yang lebih kecil sembari mengumpulkan pengalaman.
Saya sampai hari ini juga cukup bangga, meskipun saat saya baru lulus, saya mendapatkan pekerjaan pertama saya sebagai sales di salah satu toko listrik di Jakarta Barat dengan gaji UMR, serta kantor di Ruko, waktu menjalaninya sih cukup sedih, tapi kalau sekarang berkaca ke belakang, ada rasa bangga, karena waktu itu saya betul-betul ditempa dari bawah, pengalaman yang paling menarik, saya naik motor ke wilayah pergudangan di belakang bandara soekarno hatta untuk kirim barang dan invoice, dan harus bersaing dijalanan dengan truk yang besarnya berkali lipat motor saya.
Sekecil apapun tanggung jawab yang diberikan kepada kita di pekerjaan yang kita dapatkan, lakukan tanggung jawab kita sebaik-baiknya. Banyak orang bilang, cari pengalaman sebanyak-banyaknya, terdengar klise, tapi itu valid. Coba bayangkan kalau kelak kita mendaftar ke perusahaan lain, dengan modal hal-hal yang sudah kita lakukan dibandingkan dengan para fresh graduate yang lain, tentunya kita akan jauh lebih unggul karena punya pengalaman dari pekerjaan kita sebelumnya dan sudah terbukti kita pernah melakukannya. Hal yang ingin saya sampaikan kepada para fresh graduate, di pekerjaan pertama, buatlah kesalahan sebanyak-banyaknya, tapi tentunya kesalahan yang kearah positif, jangan sampai kesalahan kita mencoreng integritas seperti korupsi dan lain-lain.
Waktu saya memulai pekerjaan, kebetulan bos saya baik banget, saya sempat punya ide untuk jualan solusi otomasi (Karena jualannya alat listrik), dimana pelanggan bisa menjalankan mesin pengolahan limbah secara otomatis dan ada semacam pengaturan jadwalnya, jadi waktu itu saya coba propose ide, tapi untuk menjalankan ide tersebut perlu modal beli perangkat senilai sekian ratus ribu hingga beberapa juta, menggunakan mesin smart relay/PLC (Programmable Logic Controller) dan HMI (Human Machine Interface), kalau berhasil kita bisa jual alat ini ke beberapa pelanggan, kalau gagal, biaya investasinya hilang. Kesalahan saya waktu itu adalah saya tidak secara teliti memeriksa kompatibilitas antara smart relay dan HMInya, tapi waktu itu saya berusaha bertanggung jawab, saya coba hubungi principal dari alat PLC-nya sambil gotong alat-alat tersebut, sampai betul-betul mentok, akhirnya saya sampaikan ke bos saya, bahwa alatnya tidak kompatibel dan harus beli alat lain. Karena bos saya memahami permasalahan yang ada, beliau akhirnya memutuskan untuk membeli perangkat yang sesuai, alatnya berjalan dengan baik dan itu menjadi salah satu portofolio saya karena alat saya digunakan di salah satu mall besar di Bali untuk mengolah limbah-nya.
Networking ini juga banyak sekali disebut-sebut orang, dan sangat klise, dibayangan saya kalau mendengar kata networking ini seperti berada di suatu aula dan berkumpul dengan orang-orang berjas. Tapi yang lebih ingin saya tekankan disini, jangan takut untuk bergaul dengan siapa saja. Waktu saya bekerja pertama kali, karena kantornya berupa ruko, isi kantornya hanya sekitar 10 orang, jadi saya terbiasa ngobrol dengan semua orang kantor, dari OB, Admin, Tukang, sampai penjaga parkiran. Kalau dipikir-pikir, ga ada pengaruhnya juga sih bergaul dengan semuanya, tapi saya dapat pelajaran yang sangat berharga dengan bergaul dengan orang-orang tersebut, pelajaran untuk bersyukur.
Integritas ini penting sekali, terutama di dunia kerja. Kalau kita sudah memutuskan untuk bekerja di bidang tertentu dan berencana untuk terus menekuni bidang tersebut hingga pensiun, kita harus senantiasa menjaga hal ini, karena apa? orang-orang yang akan bekerja dengan kita pasti masih berkisar di dia lagi dia lagi, begitu ada kesalahan fatal, semua orang di industri tersebut bisa mendengar berita buruk tersebut, dan kalau sudah terjadi, sangat berat untuk membersihkan nama, kecuali kita pindah industri. Hal inilah yang sampai hari ini masih sangat saya jaga, karena godaan berlaku curang ada dimana-mana. Hal yang positif apabila kita menjaga integritas, untuk saya pribadi, ada rekan kerja saya yang dengan senang hati membantu atau merekomendasikan saya saat mendaftar ke perusahaan yang saya idam-idamkan.
Ini sekilas sharing tips karir dari saya, untuk kedepannya saya akan coba sharing hal lainnya terkait dengan pengembangan karir.