Agar Tetap Langgeng Saat Wisata
Read the full article
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Philippines
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from China
seen from Netherlands
seen from Canada
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Denmark
seen from China
seen from Indonesia

seen from Australia

seen from United States

seen from United States

seen from Slovakia

seen from Slovakia
seen from United States
Agar Tetap Langgeng Saat Wisata
Read the full article
Melangkah ke Pulau Rinca
Liputanviral - Pro dan kontra terkait rencana penutupan sementara Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat banyak pihak resah. Khususnya para pelaku industri wisata dan wisatawan. Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sudah resmi mengumumkan hanya akan menutup kawasan Pulau Komodo jika memang harus ditutup sesuai rekomendasi tim. Artinya pulau-pulau lain yang dihuni oleh Komodo, seperti Pulau Rinca tetap bisa dikunjungi. Pulau Rinca berada di sebelah barat Pulau Flores, yang dipisahkan oleh Selat Molo. Pulau ini juga merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO, karena merupakan kawasan Taman Nasional Komodo bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Padar dan Gili Motang. Selain komodo, pulau ini juga menjadi habitat babi liar dan kerbau. Untuk menjangkau pulau Rinca, wisatawan dapat menumpang perahu dari Labuan Bajo di Flores barat. Dari dermaga Loh Buaya, pelayaran ditempuh dalam waktu dua jam. Tarif menumpang perahu dari Labuan Bajo ke Pulau Rinca bervariasi, tergantung jenis perahu yang ditumpangi. Tapi ada baiknya untuk mendaftar pada jasa open trip, agar bisa menyewa secara berkelompok dan lebih murah. Setibanya di dermaga, pengunjung akan dipadu oleh para penjaga hutan (ranger) untuk menjelajahi dan menelusuri jejak komodo di Pulau Rinca. Untuk bisa masuk ke kawasan Pulau Rinca, wisatawan nusantara hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp25 ribu per orang. Namun itu belum termasuk biaya ranger, dan jangan sekali-kali abaikan peran ranger demi keselamatan dari terjangan komodo. Pulau Rinca memiliki beberapa fasilitas penunjang untuk para wisatawan, seperti homestay, warung, hingga toilet umum. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke tempat ini tak perlu khawatir akan 'nasibnya'. Biasanya wisatawan yang berkunjung ke Pulau Rinca akan melakukan kegiatan treking, rutenya bervariasi mulai dari yang pendek hingga panjang. Pemandangan berupa perbukitan dan laut biru adalah hal yang lumrah ditemui di sini. Pulau Rinca juga mengajak setiap wisatawan untuk menyelamatkan lingkungan, lewat program adopsi bakau. Untuk mengadopsi satu bibit, setiap pengunjung bisa 'menebusnya' dengan harga Rp150 ribu. Read the full article
Belanda Terpilih Sebagai Destinasi Paling Berwarna
Liputanviral - Bagi yang gemar berfoto, datang ke destinasi wisata berwarna-warni adalah kewajiban. Jika pilihannya ke Eropa, turis bisa menyimak daftar terbaru yang dirilis oleh sebuah perusahaan akomodasi. Sovereign Luxury Travel belum lama ini merilis daftar mengenai destinasi wisata berwarna-warni yang tersebar di Eropa. Sejumlah nama destinasi yang masuk dalam daftar mereka, yakni Belanda, Italia, Yunani, Spanyol, dan Inggris. Belanda berada di peringkat teratas karena memiliki lebih banyak pemandangan dengan semburat warna dibandingkan empat negara lainnya. Di Negara Kincir Angin ini turis bisa mendatangi destinasi wisata yang berwarna seperti di Taman Bunga Keukenhof dan Desa Groningen. Berada di posisi kedua ialah Italia, dengan lokasi berwarna-warni di kota Roma, Florence, tepian Grand Canal dan bangunan bersejarah Colosseum. Lalu Yunani menempati posisi ketiga. Jangan sangka negara ini hanya memiliki bangunan yang serba putih, karena di Mykonos, Santorini, Kastel Minoan dan Masjid Ottoman juga memiliki semburat warna yang fotogenik. Juru Bicara Sovereign Luxury Travel, Kit Smith, mengatakan kalau daftar tersebut mereka buat agar turis bisa datang ke destinasi dengan ragam warna kesukaan mereka. Dengan begitu turis bisa merasakan pengalaman wisata yang lebih unik dan hakiki, terutama yang gemar berfoto. Selain memuat nama destinasi paling berwarna, Sovereign Luxury Travel juga melakukan penelitian mengenai terciptanya warna di suatu destinasi wisata. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa iklim dan alam setempat menjadi faktor yang paling mempengaruhi, seperti yang terlihat di Thailand, Mesir dan Afrika Selatan. Dikutip dari Lonely Planet, di ketiga negara tersebut warna merah mendominasi karena iklimnya tropis. Sementara di Inggris dan Islandia warnanya cenderung kebiruan dan kehijauan karena dinginnya suhu udara. Read the full article
Pemanasan Global Membuat Laut Berubah Warna
Liputanviral - Warna biru pada lautan sebenarnya hanya ilusi dari mikroorganisme yang berhabitat di dalamnya. Namun warna biru tak selalu pertanda baik, karena hal tersebut juga berhubungan dengan semakin buruknya pemanasan global akibat perubahan iklim di dunia. Tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology memaparkan bahwa di masa depan lautan di dunia akan semakin biru, jika tidak ada kontrol atas perubahan iklim yang terjadi semakin drastis belakangan ini. Perubahan iklim membuat mikroorganisme berjenis fitoplankton melepaskan pigmen klorofil (zat hijau daun). Semakin biru atau semakin hijau air di lautan, maka semakin ramai fitoplankton yang berhabitat di dalamnya. Munculnya fitoplankton ini tergantung oleh paparan matahari, karbondioksida dan nutrisi yang berada di lautan. Perubahan iklim yang membuat air laut lebih menghangat bakal membuat fitoplankton bermunculan di lautan Atlantik Utara dan Antartika, sehingga perairan di sana bakal berwarna lebih hijau. Sementara perairan di Bermuda dan Bahama bakal lebih biru dari saat ini. "Perubahannya memang tak nampak oleh mata, namun secara sederhana perairan tropis bakal lebih biru dan perairan es bakal lebih hijau," kata salah satu peneliti, Stephanie Dutkiewicz. Tim peneliti lanjut mengatakan kalau perubahan ini akan lebih terlihat di penghujung abad ke-21. Selain berdampak buruk terhadap flora dan fauna lautan, perubahan di lautan juga bakal berdampak pada makhluk hidup di daratan, terutama manusia yang sering menyantap hasil laut. "Perubahan warna ini bukan hal yang baik, karena mempengaruhi rantai makanan," kata Dutkiewicz. Read the full article
Cara Menjelajahi Irlandia dengan Visa Gratisan
Liputanviral - Tak sedikit orang yang punya mimpi untuk berwisata benua Eropa, namun sebagian besar terpaksa harus memendamnya karena biaya yang dibutuhkan cukup besar, ditambah proses mengurus visa yang rumit. Namun kabar baik dari Irlandia, negara yang terletak di seberang Inggris ini rupanya memberikan keistimewaan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk membuat visa secara gratis. Memang tidak banyak yang tahu ada apa saja di Irlandia, selain Dublin. Padahal Irlandia adalah negara yang memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari yang bernuansa urban hingga alami. Beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi selain Dublin antara lain adalah Pulau Aran yang sebagain penduduk lokalnya masih berbicara bahasa asli Irlandia, Kota Kinsale yang penuh warna, Kota Galway yang berlatar belakang sebuah lembah eksotis, hingga Taman Nasional Connemara atau Killarney. Untuk yang ingin menjajal keseruan di Irlandia, setiap WNI bisa mengajukan visa Irlandia tipe C. Visa jenis ini berlaku selama 90 hari di Irlandia, jelas waktu yang panjang untuk mengelilingi Irlandia. Jangan lupa pilih single entry saat proses aplikasi, karena multiple entry hanya akan diberikan untuk orang-orang dengan keperluan khusus seperti pertemuan bisnis ataupun untuk orang yang akan transit di Irlandia. Prosesnya pun terbilang mudah bahkan tidak serumit untuk mengajukan visa ke negara lainnya, setiap orang yang ingin berkunjung ke Irlandia cukup menyiapkan dokumen seperti paspor yang masih berlaku di atas enam bulan, nomor kontak dan alamat saat berada di Irlandia, fotokopi asuransi perjalanan, pas foto, bukti rekening koran, dan daftar rencana perjalanan selama di sana. Namun ingat, semua dokumen harus ditulis, dicetak, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Setelah semua dokumen sudah lengkap, bisa langsung menghubungi Kedutaan Besar Irlandia untuk membuat janji bertemu terkait proses verifikasi dokumen. Kurang lebih dalam waktu 10 hari, wisatawan akan menerima e-mail terkait aplikasi visa. Jika diterima, maka harus membuat janji lagi dengan Kedutaan Besar Irlandia untuk membubuhkan visa di paspor. Walaupun demikian, visa ini hanya berlaku di negara Irlandia saja. Sehingga jika ingin 'mampir' ke negara lain, wisatawan harus membuat visa Schengen atau visa Inggris (UK) untuk bisa mengunjungi Irlandia Utara atau negara Eropa lainnya. Read the full article
Tips Nyaman untuk Solo Traveling
Liputanviral - Salah satu 'ancaman' dalam aktivitas solo traveling atau berwisata seorang diri adalah kesepian, itu sebabnya tidak banyak orang yang tertarik dengan kegiatan ini. Namun kenyataannya aktivitas solo traveling diprediksi menjadi salah satu tren pariwisata di tahun 2019. Mengutip smartertravel, Jumat (4/1), berikut adalah tips untuk membuat solo traveling mengasyikkan. Pikirkan dan rencanakan dengan matang Berwisata sendiri akan membuat Anda berpikir keras untuk menemukan sesuatu yang dibutuhkan dengan merencanakannya dari jauh-jauh hari. Diperlukan keberanian dan berjiwa petualang yang tinggi sehingga bisa mengambil setiap keputusan saat solo traveling. Menikmati momen dengan diri sendiri Dengan memilih model berwisata sendirian ini, wisatawan bisa melakukan apa yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Namun yang paling menarik dari kegiatan ini adalah mengatur keuangan sendiri dan memberikan waktu untuk mengenal diri sendiri. Keamanan Faktor keamanan adalah kewajiban dalam berwisata seorang diri, namun jangan sampai tingkat kewaspadaan terlalu tinggi sehingga mengganggu waktu bersenang-senang. Untuk mengatasi hal tersebut, cobalah cari objek wisata yang cukup ramai dikunjungi serta mempunyai akses transportasi yang mudah ke penginapan. Jangan sungkan bertanya Global Positioning System (GPS) adalah hal yang lumrah digunakan oleh wisatawan dalam beberapa tahun terakhir. Namun mengandalkan teknologi ini dalam berwisata adalah sebuah kesalahan besar, karena bisa saja tempat yang dituju tidak didukung dengan sinyal. Jika sudah mencapai tempat seperti ini, bertanya adalah solusinya. Pilih penginapan yang tepat Memilih penginapan yang tepat merupakan sesuatu yang penting lantaran tenaga terkuras pada saat berwisata. Tak hanya faktor kenyamanan, memilih penginapan juga harus disesuaikan dengan keuangan yang sudah direncanakan sebelumnya. Read the full article
Trik Keliling Asia di Bulan Januari
Liputanviral - Sebagai sebuah benua, Asia terbilang sangat lengkap karena memiliki hamparan hutan hujan tropis, gurun, hingga tempat yang diselimuti salju. Sayangnya di bulan-bulan tertentu kawasan Asia bakal sangat kering atau sangat basah lantaran pergantian musim, salah satunya di bulan Januari. Bulan Januari menjadi bulan favorit untuk berwisata karena banyak maskapai penerbangan dan hotel yang memberikan diskon murah, setelah puncak liburan yang terjadi di Natal dan Tahun Baru. Bagi yang enggan menggigil kedinginan, bulan Januari bisa dibilang bulan yang kurang tepat untuk mengunjungi Jepang dan Korea Selatan, karena dua negara Asia yang populer dikunjungi turis ini sedang dilanda musim dingin. Sementara itu sebagian kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia masih berada dalam bayang-bayang angin muson barat dengan curah hujan yang cukup tinggi. Namun suasana berbeda 180 derajat akan ditemukan di kawasan Asia Selatan seperti India dan Sri Lanka. Berlibur ke dua negara tersebut di bulan Januari adalah pilihan yang tepat. Untuk itu sebaiknya pilihlah pakaian yang tepat saat berlibur di Asia pada bulan Januari. Jangan sampai memasukkan jaket tebal saat berkunjung ke Sri Lanka, atau mengenakan sandal jepit jika ingin ke Jepang. Mengutip TripSavvy, bulan Januari adalah saat yang tepat untuk mengunjungi beberapa negara di Asia seperti Thailand, Laos, Kamboja, dan Burma. Cuaca hangat dan tingkat kelembaban yang rendah, sangat menunjang jika ingin melakukan perjalanan ke Angkor Wat. Tanpa bermaksud mengesampingkan persoalan cuaca, bulan Januari di Asia juga dipenuhi beragam festival seperti Thaipusam (India dan Sri Lanka), Full Moon Party (Thailand), Vietnamese Tet (Vietnam), dan Shogatsu (Jepang). Read the full article
Tips Aman Berenang di Laut
Liputanviral - Wisata bahari tak akan lengkap tanpa menceburkan diri ke perairan lepas. Bisa melihat gugusan terumbu karang atau berenang dikelilingi makhluk laut memang menjadi pengalaman yang tak akan terlupakan. Keceriaan wisata bahari kadang ternodai dengan kasus kecelakaan akibat serangan predator laut. Perlu diketahui bahwa makhluk laut tidak akan menyerang duluan jika manusia tidak mengusiknya. Kasus serangan hiu versus manusia paling sering terjadi di Australia. Kebanyakan kasusnya terjadi karena hiu berenang terlalu dekat dengan pesisir, yang dilatarbelakangi oleh semakin jarangnya makanan di habitatnya. Tak sedikit juga yang terserang ubur-ubur karena berenang terlalu dekat di sekitar kawanan itu. Bagi yang awam, berenang bersama pemandu menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi serangan predator laut, karena pemandu bisa menjelaskan aturan berenang di perairannya. Mengutip situs resmi Florida Museum pada Kamis (22/11), berikut adalah beberapa tips sederhana untuk menghindari serangan predator laut: 1. Ramai-ramai Jika ingin berenang di laut baiknya berenang ramai-ramai, karena hiu lebih senang memangsa korbannya yang terlihat berenang sendirian. Pastikan juga area yang bakal direnangi bukan habitat predator laut mencari makanan. Jangan nekat berenang jauh dari pantai. Pastikan Anda masih dalam jangkauan penjaga pantai jika terjadi sesuatu. 2. Perhatikan Waktu Perhatikan waktu ketika ingin berenang di laut. Hindari berenang di sore atau malam hari, karena dua waktu tersebut merupakan waktu produktif bagi predator laut untuk mencari makan. 3. Kostum Renang Saat ini banyak pilihan perlengkapan untuk berenang di laut, seperti sepatu agar tidak menginjak terumbu karang sampai baju renang anti-kilap. Perlengkapan renang dengan warna gelap bisa mengecoh predator laut yang lebih tertarik dengan mangsa berwarna-warni. 4. Hindari Perairan Kotor Perairan bakal lebih keruh saat musim hujan. Jika dirasa mendung atau setelah hujan, sebaiknya urungkan niat berenang di perairan lepas. Selain melindungi kulit dari terpaan sampah lautan, tak berenang di perairan keruh juga menghindari serangan predator laut yang gemar bersembunyi di balik gelapnya air. 5. Tidak Panik Jangan langsung panik jika melihat hiu yang berenang di dekat kita. Jika hiu berjarak jauh dan tidak melihat keberadaan Anda, baiknya tenang dan diam di tempat. Hiu akan pergi dengan sendirinya. Tapi jika hiu terlihat akan menyerang, segera menjauh dan berusaha keluar dari perairan. Ketika hiu menyerang hantam bagian hidungnya sekeras mungkin. Bagian mata dan insang juga merupakan bagian paling sensitif pada tubuh hiu. Read the full article