Was Age Is Just A Number?
Age is not just a number. In fact people tend to relate someone’s age with their matureness level. And somehow I found it a little bit ridiculous about this.
Dari kecil gue udah dicekokin bahwa, kalo udah umur 4 tahun berarti ga boleh ngompol, kalo udah umur 7 tahun ga boleh malas gosok gigi, kalo udah umur 11 tahun ga boleh bangun siang, kalo udah umur 17 ga boleh meninggalkan sholat and bla bla bla.
Which I do believe itu cuma the way of my parents to dicipline me. Unluckyly its never work that way for me. Gue tidak akan melakukan sesuatu tanpa: 1. Keinginan yang kuat dari dalam diri gue 2. Kesadaran bahwa ‘I need this thing’ 3. Alasan yang bisa dicerna akal gue
Gue bisa berdebat panjang sama orang tua gue soal hal apapun yang dibebankan ke gue.
Dan sekarang, tepat di usia gue yang mulai memasuki fase ‘mba-mba’ somehow gue tersadar bahwa banyak hal yang gue ‘lewatkan’ due to my stubborn behaviour. I am in the stage which I do realized that I am no longer young.
Udah ga masanya lagi gue main-main ga jelas. Sudah ga masanya lagi gue gelagepan gatau garus mau gimana dan ngapain. Entah dari mana pikiran ini berasal tapi gue merasa I shall now responsible for more than my personal ego. Tapi di saat yang sama gue merasa ga siap.
Dan gue baru nyadar bahwa I should have listened to my parents back then. Karena saat gue dengerin mereka pasti gue akan jadi manusia yang lebih baik daripada gue yang sekarang. But regret won’t solve anything.
Jadi gue akan struggling lagi bertahan ditengah kehidupan yang serba tentative, berjuang lagi supaya bisa menjadi manusia yang lebih baik dari kemarin, dan belajar lagi karena tidak pernah ada kata cukup untuk pengetahuan.
Selamat menempuh perjalanan tahun ke-26 yang akan super duper menyenangkan dan penuh berkah ini :)
Cheers! Bunga Sarita 20.Jun.15











