Indonesia merupakan negara kepulauan. Mengidentifikasi dan mendefinisikan apa itu pulau untuk kasus wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih merupakan hal yang menantang. Keberadaan pulau-pulau di dalam sungai besar di Indonesia, kemudian banyaknya pulau-pulau (kecil) bahkan mungkin pulau yang belum bernama.
Saya kembali dagdigdug setiap menjelang kegiatan United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) dilaksanakan dan dihadiri oleh delegasi Republik Indonesia. Bukan soal nama-nama geografis atau toponim (dikenal dengan nama rupabumi - di Indonesia) dan permasalahan pengumpulan, pengelolaan, publikasi hingga pemanfaatannya. Akan tetapi, yang selalu heboh adalah Jumlah Pulau (yang telah dibakukan namanya oleh Tim Nasional). Bukan timnas sepakbola ya...heuheu. Tapi timnas yang konon bertugas membakukan nama rupabumi di wilayah NKRI.
Entah kenapa, saya melihat bahwa bangsa kita paling suka dengan permainan angka. Sekarang mungkin sedang heboh antara 01 vs 02. Beberapa waktu sebelumnya ramai sekali dengan 212 dan sebagainya. Semua selalu berkaitan dengan angka dan simbolisasi. Mungkin ya...mungkin lho ya, bangsa ini sangat suka dengan matematika.
Hayo tebak, berapa jumlah (angka) pulau terakhir yang sempat heboh?
(di saat itu saya menulis tentang: https://news.detik.com/opini/d-3612427/pembakuan-17-ribuan-nama-pulau-ada-di-tangan-kita)
Kepala BIG juga melakukan konferensi pers pasca dari UNGEGN: http://www.big.go.id/berita-surta/show/jumlah-pulau-indonesia-sebanyak-16-056-pulau-masih-bisa-bertambah-lagi
berapakah nanti di tahun 2019?
Angka-angka tersebut dalam upaya mengejar jumlah 17ribuan pulau (17.504?). Ingat angka 17 ini cukup sakral lho...17-8-’45 adalah tanggal kemerdekaan NKRI tercinta.
Yang jadi gatel itu, dimanakah saya bisa akses data pulau tersebut secara resmi? Apakah data rupabumi Indonesia yang bisa diakses via inageoportal itu selaras dengan data 16ribuan pulau yang telah dibakukan namanya tersebut dan konon sudah didaftarkan ke UNGEGN?
Oh ya, di tahun 2017 tersebut Kepala BIG juga terpilih menjadi Vice-Chair UNGEGN Periode 2017-2019 (tertulis juga di website berita BIG di atas). Hmmmm, kira-kira sudah apa saja yang dilakukan?
Ah sudahlah...ini sekedar celoteh dan rasa penasaran saya saja sebagai pemerhati toponimi di Indonesia.
Ditunggu kabar-kabarnya di Instagram atau website BIG, jangan sampai hanya heboh soal jumlah pulaunya saja.
Sejauh pantauan hingga saat ini di website UNGEGN, Delegasi RI akan membawakan beberapa cerita mengenai penggantian nama Maluku Tenggara Barat, Toponim Warisan Budata dan Pariwisata DI Yogyakarta, Urgensi Penyusunan RPP Pemberian dan Penggantian Nama Rupabumi, dan Penamaan unsur bawah laut. Hmm, sisanya menunggu update lagi. Silahkan pantau di https://unstats.un.org/unsd/geoinfo/UNGEGN/1st_session_UNGEGN.html dan cari Indonesia.
Sukses ya teman-teman...Semoga tidak hanya heboh soal jumlah pulau.