"Apakah Kamu Baik-baik Saja?"
Dua hari ini lagi nonton drama korea. Judulnya "You are My Spring".
Alasan pertama kali nonton karena kedua pemain utama. Akting mereka di drama-drama sebelumnya tidak pernah mengecewakan. Sempat stuck di episode 1. Dua kali nonton, dua kali juga berhenti karena tiba-tiba mengantuk. Seboring itu awalnya.
Entah kenapa di percobaan ketiga berhasil sampai beberapa episode sekaligus. Lalu sampailah di scene ini. Quotesnya terlalu sayang untuk dilewatkan. Langsunglah gercep merekam dan sempat kirim ke salah satu sahabat.
"Tidak merasa tersinggung?" Responnya sambil bercanda setelah saya kirimkan video ini.
Saya jawab dengan tawa. Dipikir-pikir mungkin alasan saya gercep merekamnya karena somehow ini seperti ditujukan untuk diri sendiri.
Saya yang setiap ditanya "are you okay?" akan menjawab "yes, i am fine" meskipun sebenarnya tidak sedang baik-baik saja. Hal yang selalu bikin sahabat saya greget karena dia tahu saya sedang sok kuat. Tetapi dia harus menghargai jawaban saya yang artinya "Saya memang sedang berusaha baik-baik saja. Saya tidak bisa ceritakan sekarang, jadi tunggulah sampai saya bisa bercerita".
Pada akhirnya, kadang memang saya akhirnya cerita. Hal yang terjadi hari itu, seberapa berat hal itu bagi saya, atau hal yang saya lakukan untuk bisa berhasil melaluinya. Hal yang terpenting adalah karena itu sudah berlalu dan sahabat saya tidak bisa membantu apa-apa karena saya memilih tidak bercerita dan tidak meminta bantuan. Hal yang dia sayangkan karena itu adalah hari berat untuk saya tapi dia tidak tahu yang terjadi karena saya memilih tidak bercerita.
Setertutup itulah saya. Bukan hanya kepada sahabat, tetapi juga ke keluarga. Mereka hanya akan melihat mata saya yang sembab keesokan hari tanpa tahu hal apa yang saya alami hingga menangis di tengah malam. Mereka hanya akan merasa saya terlalu diam (lebih diam dari biasanya) tanpa tahu hal apa yang saya pendam. Mereka hanya bisa melihat dan mengamati tanpa tahu apa yang terjadi pada saya. Sebab saya tidak pernah memilih bercerita saat hal sangat berat mendatangi saya.
Saya akan cerewet bercerita hal menjengkelkan yang saya alami di kantor, pekerjaan yang makin banyak, atau kelakuan adik saya yang menyebalkan. Tetapi saat hal yang menurutku berat terjadi, mulutku seperti disumpal. Tidak akan keluar satu hurufpun. Sampai saya menyelesaikannya sendiri. Benar-benar sendiri. Struggle alone.
Bukan karena tidak ada yang bisa diajak cerita dan meminta solusi. Tetapi saya yang memilih mengunci diri saat masalah berat terjadi.
My worst part. My bad side. And i live with it for this 25 years.
--------------------------------------------------
15 Agustus 2021.
MegaHardianty


















